Rabu, 22 Mei 2024 02:35 WIB

Posisi Bayu Airlangga di Pilgup dan Pilwali 2024, Begini Pandangan ARCI

Foto: Bayu Airlangga

Foto: Bayu Airlangga

selalu.id - Perebutan kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya sebentar lagi digelar. Beberapa partai politik terus mematangkan rencanan mendukung para kandidat tokoh yang pantas maju ke kursi wali kota maupun wakil wali kota di Kota Pahlawan. 

 

Baca Juga: Bayu Airlangga Bakal Daftar Calon Wali Kota ke PSI Surabaya?

Terlebih saat ini posisi Surabaya yang notabenenya merupakan kota metropolitan memiliki peran penting dalam pintu gerbang kemajuan Indonesia pasca berpindahnya IKN tahun ini. 

 

Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Dalam surveinya untuk calon wali kota (cawali), elektabilitas Bayu Airlangga mendapatkan 8,7 persen. Meski elektabilitas Eri Cahyadi di angka 46,2 persen. Kemudian Armuji di angka 11,7 persen, Reni Astuti 9,2 persen. 

 

Elektabilitas Bayu Airlangga lebih tinggi dari sejumlah tokoh, seperti Hendro Gunawan 7,1 persen, Musyafa' Rouf 4,2 persen, Lucy Kurniasari 4,1 persen, Adi Sutarwijono 2,7 persen, Cahyo Harjo 1,8 persen, Arif Fathoni 1,3 persen, Erik Komala 0,5 persen, Agus Mashuri 0,3 persen.  

 

Dalam survei ARCI untuk Calon Wakil Wali Kota Surabaya, elektabilitas Bayu Airlangga 14,4 persen. Meski elektabilitas Armuji masih di urutan teratas di angka 37,8 persen, kemudian Reni Astuti 17,5 persen. 

 

Nyatanya elektabilitas Bayu Airlangga 14,4 persen melebihi elektabilitas sejumlah tokoh, seperti Musyafa' Rouf 8,5 persen, Cahyo Harjo 7,8 persen, Arif Fathoni 4,8 persen, Erik Komala 3,1 persen, Agus Mashuri 2,7 persen. 

 

Lantaran demikian, sosok Bayu Airlangga saat ini tengah ramai diperbincangkan di kalangan politikus Jawa Timur. Seperti diketahui, sebelumnya, langkah Bayu maju sebagai kandidat Wakil Gubernur Jatim tidak semudah membalikkan tangan. Politisi muda Partai Golkar ini harus melewati setidaknya lima calon lainnya, yang memiliki elektabilitas tinggi. 

 

Sementara, pekan lalu, ARCI merilis hasil survei terbarunya tentang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 memperlihatkan, nama Bayu Airlangga di posisi terakhir. 

 

Dalam survei tersebut menyebutkan, Emil Elestianto Dardak memiliki elektabilitas tertinggi sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) 35,4 persen. Disusul posisi kedua diduduki Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsoyudo dengan elektabilitas 19,2 persen. 

 

Untuk posisi ketiga ditempati oleh kader PKB Anna Mu’awanah dengan elektabilitas 13,7 persen. Sedangkan, Menpan RB Azwar Anas di posisi keempat dengan elektabilitas 12,3 persen, disusul caleg terpilih Partai Golkar Heru Tjahjono 7,4 persen, Sri Rahayu 5,7 persen, Bayu Airlangga 4,2 persen dan sisanya 2,1 persen tidak menjawab. 

 

Melihat komposisi ini, sangat sulit bagi Bayu Airlangga untuk digandeng kandidat Gubernur. Masih banyak kandidat lainnya yang memiliki elektabilitas tinggi, ada Ahmad fauzi ada juga Muawanah. 

 

Modal sebagai calon dari kalangan anak muda juga tidak cukup. Kalangan generasi z juga perlu menakar sejauh mana pengalaman kandidat belum teruji. Meski sekarang berada menjadi pengurus Partai Golkar Jatim, namun bukan pada pengurus top level. 

 

Baca Juga: PSI Buka Peluang Usung Bayu Airlangga di Pilwali Surabaya 2024

Bayu perlu berjuang sangat keras untuk bisa menaikkan elektabilitas. Modal sebagai Calon Legislatif dari Dapil Jatim VI melalui Partai Golkar setidaknya bisa dijadikan modal bahwa dirinya juga layak diperhitungkan. 

 

Namun itu, tidak cukup. Memoles citra tidak cukup hanya di daerah Matraman, tapi tapal kuda sangat perlu untuk dikunjungi agar masyarakat bisa mengenal lebih dalam terhadap sosok Bayu Airlangga. 

 

Jaringan Partai Golkar di Jawa Timur, bisa dijadikan alat terbaik untuk mendongkrak elektabilitas. Apalagi, Partai Berlambang beringin ini sukses dalam Pileg dengan meraih suara terbaik kedua nasional. 

 

Ditambah lagi dengan kemenangan di Pilpres. Dimana Partai Golkar termasuk parpol yang setia mendukung Prabowo Subianto dan kini dipastikan akan menjadi Presiden terpilih. 

 

Modal lain adalah sebagai menantu Gubernur Jatim dua periode Pakde Karwo. Siapa yang tidak tahu Pakde Karwo. Dari anak anak sampai dewasa tahu sosok Pakde karwo. Ini bisa dijadikan modal bagi Bayu Airlangga lebih dikenal masyarakat. 

 

Tak kalah pentingnya serangan udara dalam hal ini kampanye sosial media juga tidak bisa dianggap remeh. Di era serba digital makan perang udara sebuah keharusan. Oleh karenanya, Bayu digadang-gadang bakal bersaing di perhelatan pilwali mendatang. 

 

Baca Juga: Tak Buka Pendaftaran, Golkar Surabaya Hanya Usulkan Dua Nama di Pilwali

Menyoal mencuatnya nama Bayu Airlangga di ranah pilwali 2024 juga karena adanya simulasi yang digelar oleh ARCI sendiri, Direktur Utama Lembaga survei ARCI Baihaki Sirajt menyatakan sejumlah nama berpotensi mendampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi maju di Pilkada 2024, jika nantinya tak menggandeng Armuji. 

 

Baihaki menyebut salah satu nama yang paling terdepan adalah Ketua Projo Jawa Timur Soekarwo, yakni Bayu Airlangga. "Eri Cahyadi-Bayu Airlangga sangat kompetitif berduet di Pilkada Surabaya 2024," kata Baihaki dalam keterangan resminya tersebut. 

 

ARCI pun melakukan simulasi untuk mengukur elektabilitas Eri Cahyadi-Bayu Airlangga. Hasilnya pasangan tersebut memperoleh 51,3 persen suara. Persentase itu lebih tinggi ketimbang Armuji-Adi Sutarwijono atau Awi yang hanya meperoleh 25,5 persen. 

 

Selain dua kandidat pasangan itu, muncul juga nama mantan Sekretaris Daerah Kota Surabaya era Wali Kota Tri Rismaharini, yakni Hendro Gunawan yang berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD setempat Reni Astuti. 

 

Keduanya hanya memiliki elektabilitas 19,6 persen dan sebanyak 3,6 persen responden masih belum menjawab. "Dalam simulasi kami tersebut, angka Eri-Bayu di atas Armuji-Adi Sutarwijono dan Hendro-Reni," ujarnya. 

 

Sementara itu, jika mengukur elektabilitas secara tunggal atau tidak mempertimbangkan nama bakal calon wakil wali kota, maka nama Eri Cahyadi masih menjadi yang terdepan sebagai bakal calon wali kota dengan perolehan 46,2 persen.

Editor : Ading