Rabu, 22 Jul 2026 17:14 WIB

Mahasiswa Untag Surabaya Kaji Dampak Predatory Pricing di TikTok Shop bagi UMKM

  • Penulis : Ading
  • | Sabtu, 24 Feb 2024 08:47 WIB
Foto: Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Aisyah Maharani, S.Pd
Foto: Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Aisyah Maharani, S.Pd

selalu.id - Munculnya skema predatory pricing alias fenomena perdagangan yang berorientasi menjual barang dengan harga yang lebih murah daripada harga pasar dari Tik Tok Shop yang membuat resah beberapa kalangan, khususnya UMKM.

Hal itu mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Aisyah Maharani, S.Pd. menginisiasi sebuah penelitian berjudul 'Makna Predatory Pricing di meresponsnya Social Commerce: Studi Fenomenologi pada UMKM Konvensional di Surabaya'.

Penelitian ini dibimbing oleh Dosen Program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Dr. Merry Fridha Tri Palupi, M.Si., dan Dr. Bambang Sigit Purnomo, S.Sos., M.Si. (23/2).


Penelitian ini bertujuan untuk mendalami fenomena predatory pricing yang muncul dalam praktik bisnis di platform social commerce, khususnya pada UMKM konvensional di Surabaya.

Baca Juga: Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM


Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi para pelaku UMKM terhadap penjualannya tersebut. Hal ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak dan implikasi dari predatory pricing dalam konteks bisnis online, serta memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan kebijakan dan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan.


Menurut Aca, sapaan akrabnya, penelitian ini muncul sebagai respons terhadap fenomena Tik Tok Shop yang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

"Latar belakangnya ketika masyarakat resah dengan maraknya fenomena Tik Tok Shop, sebuah bentuk social commerce yang bisa menjual segala hal, namun bahkan beberapa waktu lalu sempat ditutup," ungkapnya.

Dia juga mengaku bahwa gagasan ini pertama kali muncul setelah berdiskusi dengan dosen pembimbingnya.

"Sejujurnya, inspirasi penelitian ini bermula dari diskusi tentang kekhawatiran yang muncul akibat peralihan toko konvensional ke platform online yang viral, dan kepekaan ini didorong oleh dosen pembimbing saya yang mengamati bahwa harga barang-barang yang dijual melalui social commerce tersebut sangat murah dan mudah dijangkau oleh teknologi," jelas Mahasiswa asal Surabaya ini.

Baca Juga: Mahasiswa UNTAG Surabaya Soroti Peran Civil Society Lawan Korupsi dan Krisis Demokrasi Indonesia


Selain itu, Aisyah juga mengungkapkan temuan dari penelitiannya yang menggambarkan dampak dari social commerce tersebut.

"Hasil penelitian kami menunjukkan adanya perubahan yang signifikan bagi UMKM konvensional, meskipun tidak merata di semua sektor. Sektor yang paling terdampak adalah pelaku usaha di bidang fashion dan makanan. Namun, di bidang kosmetik, fenomena social commerce justru menjadi peluang bagi mereka untuk memperoleh barang dengan harga grosir yang lebih murah untuk kemudian dijual kembali," ungkap calon wisudawati yang akan diwisuda pada 2 Maret mendatang.

Dengan adanya penelitian ini, Mahasiswa Mikom ini berharap agar masyarakat dan UMKM dapat lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi di masa mendatang.

Baca Juga: Penipuan Lewat HP Kini Kian Canggih, Ini Cara Mencegahnya Kata Pakar TI Untag

“Manfaatnya agar masyarakat dan UMKM lebih bijak dengan adanya social commerce, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi ini agar tidak tegerus oleh zaman,” terang mahasiswa dengan IPK 3,90.

Aisyah juga menyampaikan dukungan kepada seluruh teman-temannya yang sedang berjuang dalam menempuh perkuliahan agar dapat menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu.

“Untuk teman-teman dan adik tingkat yang sedang menjalani perkuliahan, tetap semangat karena tidak ada waktu yang tepat untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi yang ada adalah selesai tepat waktu. Selain itu, meski Prodi Magister Ilmu Komunikasi merupakan prodi yang baru, tetapi dosen pengajarnya sangat berkualitas,” tuturnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.