Selasa, 03 Feb 2026 02:20 WIB

Perkuat Kerja Sama Global, Untag Surabaya Undang Akademisi Australia dan Filipina

  • Penulis : Ading
  • | Selasa, 28 Okt 2025 21:13 WIB

selalu.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat langkah menuju internasionalisasi. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Selasa (28/10/2025) di Ruang Rapat Rektorat Gedung R. Ing. Soekonjono lantai tiga, Untag Surabaya.

 

Baca Juga: Kebocoran Data Mahasiswa, Bom Waktu di Dunia Pendidikan

FGD tersebut menghadirkan tiga akademisi dari dalam dan luar negeri, yakni Prof. Ian Buchanan dari University of Wollongong (Australia), Prof. Dr. Jessie Barot dari National University (Filipina), dan Prof. Dr. I Ketut Artawa dari Universitas Udayana (Indonesia). Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, Badan Kerja Sama, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

 

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari konferensi internasional Cultural Dialogues: English Studies in a Globalized World yang kali ini digelar di Indonesia dengan Untag Surabaya sebagai tuan rumah.

 

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA., menyebut FGD ini menjadi langkah strategis memperkuat misi internasional universitas. “Mari kita manfaatkan momentum ini untuk memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi penelitian, publikasi bersama, dan program pertukaran mahasiswa sebagai bagian dari misi internasionalisasi Untag Surabaya,” ujarnya.

 

Dalam sesi diskusi, Prof. Dr. Jessie Barot menyampaikan antusiasmenya terhadap peluang kolaborasi lintas negara. “Sebagai Kepala Divisi Penelitian di National University Filipina, saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan Untag Surabaya. Kegiatan ini menjadi kesempatan baik untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring riset antarnegara,” katanya.

 

Baca Juga: Bersama BPIP, UNTAG Surabaya Perkuat Kurikulum Pancasila

Ketua Bidang Pengembangan Program dan Akreditasi Internasional Untag Surabaya, Eka Marliana, S.T., M.Eng., menanyakan mekanisme kerja sama yang diterapkan di universitas mitra. Prof. Jessie menjelaskan bahwa prinsip utama kolaborasi adalah manfaat timbal balik. “Kerja sama biasanya diawali dari diskusi kecil yang kemudian berkembang menjadi proyek penelitian bersama. Kami menargetkan publikasi di jurnal bereputasi tinggi dan terbuka bagi seluruh universitas ASEAN yang memiliki visi serupa dalam memajukan pendidikan,” terangnya.

 

Ketua Badan Kerja Sama Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., Ak., CA., CTA., menyampaikan bahwa Untag telah memiliki sejumlah kolaborasi internasional. “Kami telah menjalin kerja sama dengan universitas di Thailand yang kini mengirimkan mahasiswanya untuk magang di Untag Surabaya, mahasiswa kami magang di Jepang, serta penelitian bersama dengan dosen dari Malaysia. Semoga ke depan kerja sama ini semakin luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Ketua Pusat Penelitian Untag Surabaya, Dr. Achmad Yanu, S.T., MBA., turut menggali fokus riset di negara mitra. Prof. Ian Buchanan menyebut pihaknya tengah menaruh perhatian besar pada tema Sustainable Development Goals (SDGs). “Kami sangat senang dapat berpartisipasi dalam kolaborasi ini, terlebih jika kerja sama ini mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga: “Mrs. Struggle” Untag Surabaya, Perjalanan Panjang Dr. Sumiati dari DPRD hingga Wakil Rektor

 

Sementara itu, Prof. Dr. I Ketut Artawa menekankan pentingnya hubungan personal dalam membangun kolaborasi internasional. “Kunci keberhasilan kolaborasi dimulai dari hubungan personal yang baik antar dosen. Dengan saling percaya dan komunikasi yang terjalin erat, peluang bekerja sama dengan universitas ternama akan semakin terbuka,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan FGD ini, Untag Surabaya menegaskan komitmennya memperluas jaringan akademik global sekaligus memperkuat peran sebagai kampus nasionalis yang berorientasi global. Kampus Merah Putih berupaya memperkokoh kolaborasi riset internasional, memperluas jejaring akademik, dan menyiapkan lulusan yang kompetitif di tingkat dunia.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.