Rabu, 11 Feb 2026 01:12 WIB

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Terminal Petikemas Surabaya. (Dok. TPS).
Terminal Petikemas Surabaya. (Dok. TPS).

selalu.id - PT Pelindo Terminal Petikemas meluruskan kabar adanya antrean kapal hingga 6 hari di sejumlah terminal yang dikelola perseroan khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan pelayanan bongkar muat peti kemas di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam dan TPK Berlian berjalan sesuai dengan perencanaan. 

Menurutnya, tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Baca Juga: Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

“Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga 6 hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, Senin (2/2/226).

Setiap kapal yang akan melakukan kegiatan di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana atau berthing window system. Selain itu, pelayanan terhadap kapal diberikan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

Pada periode tertentu seringkali terjadi kepadatan aktivitas di terminal peti kemas, seperti yang terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan. Meningkatnya jumlah muatan dan kunjungan kapal tak jarang berdampak pada pelayanan bongkar muat. Dalam kondisi demikian, pengelola terminal tetap berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa.

“Menunggu layanan ini dapat disebabkan beberapa faktor, bisa karena waktu kedatangan kapal yang lebih cepat atau juga bisa terlambat, jumlah muatan yang meningkat saat hari besar keagamaan, kecepatan bongkar muat dan kesiapan alat, ada juga karena faktor alam seperti cuaca ataupun menunggu air pasang,” ungkap Widyaswendra.

Widyaswendra menyebut sebagian besar kapal tiba sesuai dengan jadwal kedatangan dan dapat langsung menerima layanan dari terminal peti kemas. Pihaknya tak menepis jika ada beberapa keterlambatan layanan sehingga kapal harus menunggu. Namun demikian, waktu tunggu layanan  masih berkisar antara 15 sampai 30 jam.

Baca Juga: Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Di sisi lain, Widyaswendra mengaku perseroan terus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa. Pihaknya mencontohkan pada tahun 2026 ini akan ada 4 unit alat baru jenis QCC dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG) yang akan tiba di TPS Surabaya. 

Demikian halnya dengan TPK Berlian yang akan dilengkapi dengan 2 unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan tahun 2026.

“Kami akui dalam hal pelayanan kami terus berbenah, perbaikan kami lakukan di seluruh wilayah kerja mulai dari Belawan hingga Merauke,” jelasnya.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya Stenven Handry Lesawengan mengatakan pihaknya sempat menerima laporan keterlambatan penanganan bongkar muat peti kemas di TPK Berlian akibat kesiapan alat. Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pengelola terminal untuk mengatasi permasalahan yang ada. Menurutnya, pengelola terminal cukup terbuka dan kooperatif mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak dan tidak pernah ada antrean di terminal peti kemas hingga berhari-hari.

Baca Juga: Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

“Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” kata Stenven.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono meminta kepada pengelola terminal untuk melakukan peremajaan alat bongkar muat. Menurutnya dengan keberadaan alat yang baru dapat memberikan kualitas dan jaminan terhadap kecepatan pelayanan bongkar muat peti kemas. Wibi menilai peralatan yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan ukuran kapal dan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang semakin meningkat.

“Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya, harapan kami hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas yang lainnya, khususnya di TPK Berlian,” kata Wibi.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.

45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Penonaktifan tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan data oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.