Jumat, 05 Jun 2026 03:52 WIB

Sejak Idul Fitri hingga Jelang Idul Adha Harga Ayam Potong Naik, Pedagang Mengeluh Sepi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jun 2023 14:36 WIB
Daging ayam potong di Pasar Wonokromo
Daging ayam potong di Pasar Wonokromo

Selalu.id - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2023, pedagang ayam potong di Pasar Surabaya mengalami sepi pembeli. Terlebih lagi, harga ayam makin terus naik mencapai harga Rp39 ribu hingga Rp40 ribu.

Tim Selalu.id pun melakukan pemantauan harga ayam di sejumlah pasar Surabaya. Salah satunya di pasar Wonokromo, para pedagang disana mengaku harga ayam naik sudah sejak Idul Fitri 2023 lalu.

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

"Habis lebaran Idul Fitri sudah naik Rp32 ribu, kemudian naik-naik (harga) terus, kalau udah lama naik, biasanya kan turun harganya tapi kok naik. Mungkin karena mau pemilu ya," ungkap salah satu pedagang ayam di Pasar Wonokromo, Erni (42) saat ditemui tim selalu.id.

Erni mengaku sudah seminggu ini menjelang Hari Raya Idul Adha kenaikan harga ayam dagangannya tetap sama. Bahkan ayam broiler bisa capai Rp55 ribu.

"Sudah seminggu lebih harga stagnan, sama naiknya Rp39 ribu - Rp40 ribu," ujarnya.

Hal yang sama juga dialami pedagang pasar Tambahrejo, Yusuf juga mengaku harga ayam memang sudah naik sejak Idul Fitri 2023 lalu.

"Sejak hari raya Idul Fitri itu naik terus, normalnya biasanya Rp28 ribu hingga Rp30 ribu. Tapi sekarang melonjak Rp37 ribu.

Baca Juga: Harga Cabai di Surabaya Hari Ini Turun Drastis, Harga Ayam Masih Tinggi

Selain itu, senada dengan pedagang ayam di Pasar Genteng, Nikma mengaku dagangannya pun sejak Idul Fitri hingga menjelang Hari Raya Idul Adha ini juga mengalami penurunan omset karena sepi pembeli.

"Biasanya sekitar 180 pembeli, kalau sekarang kurang lebih 125 pembeli," kata Nikma.

Menurutnya, kenaikan harga ayam juga disebabkan oleh mahalnya harga pakan. Nikma juga menyebut meskipun harga naik tetap saja banyak yang mencari.

"Sebulan ada habis lebaran, mulai puasa sampai sekarang belum turun. Trennya gitu kalau mau Idul Adha, biasanya karena harga pakan mahal," ungkapnya.

Baca Juga: Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

"Sekarang ayamnya telat, barangnya telat. Sudah dari sana. Hari ini aja cuma dikirim separuh sekarang habis tapi nanti habis Idul Adha nanti turun biasanya. Normalnya Rp28 perkilo, kadang Rp 30 ribu," imbuhnya.

Di sisi lain, tim selalu.id juga memantau harga daging sapi, salah satu pedagang daging di pasar Wonokromo, Rohma (35) mengaku menjelang Hari Raya Idul Adha ini harga daging cukup stabil, walaupun mengalami sepi pembeli.

"Harga stabil Rp120 ribu, kalau biasa Rp110 ribu. Dari kemarin kemarin memang sepi. Apalagi sekarang mau lebaran kurang satu hari pemotongan sudah tutup, kemarin kan egak. Wayahe jualan ramai ditutup," terangnya. (MG2/Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.