Senin, 19 Okt 2026 23:41 WIB

Harga Daging dan Telur Ayam Naik Jelang Idul Adha, Ini Penyebabnya 

Selalu.id - Harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya daging ayam dan telur ayam ras, di Kota Surabaya kian terus melambung meaki tidak terlalu tinggi. Pasalnya, lonjakan harga pada daging dan telur ayam ras tersebut naik mendekati Hari Raya Idul Adha tahun ini. 

Dari pantauan selalu.id, harga barang kebutuhan pokok di kota Surabaya, khususnya daging ayam dan telur ayam ras. Daging ayam tersebut naik hingga mencapai Rp 34.000 - Rp 36.000 per kg dibandingkan dengan seminggu sebelumnya yang berada dikisaran Rp 27.000 - Rp 28.000 per kg. 

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

"Sebenarnya tiap hari ini ada kenaikan, cuma naiknya gak tinggi-tinggi amat, sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000 per kilogramnya. dan sekarang harganya sudah mencapai Rp 34 ribu per kilonya, bahkan ada juga yang jual Rp 36 ribu per kilogramnya. Naiknya ya lumayan tinggi sekali," ujar Diyah (42) salah satu pedagang ayam potong di pasar Keputran, Kamis (13/6/2024). 

Lonjakan harga ini terjadi karena tingginya permintaan konsumen yang tak diimbangi jumlah pasokan dari tingkat peternak. Sehingga membuat lonjakan harga daging ayam naik dalam setiap harinya. Apalagi, lanjut Diyah mengatakan, sebentar lagi Hari Raya Idul Adha. 

"Belum lagi kalau kita kekurangan stok barang (ayam potong) dari peternak. Ya kemungkinan ini akan naik terus. Apalagi sebentar lagi 'besaran' (Idul Adha), jelas para peternak akan libur nyetok ke pedagang seperti kita ini," ungkapnya. 

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Meski begitu, naiknya harga daging ayam ini, membuat para pedagang merasa was-was. Para pedagang merasa takut jika suplai pasokan ayam potong dari kalangan peternak berkurang karena libur Hari Raya Idul Adha. 

"Ya kalau mereka (peternak ayam) libur menyuplai kita, otomatis ya pasti harga naik lagi karena kurangnya pasokan barang (ayam potong) tersebut," tandasnya. 

Sementara, terpisah, salah satu pemilik agen telur ayam ras di Surabaya, Chandra (44) mengungkapkan, bahwa kenaikan harga telur ayam ini kerap kali terjadi seiring dengan meningkatnya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024 ini. 

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

"Harga telur ayam ras naik mas dari Rp 24 ribu per kilogram menjadi Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya," terang Chandra kepada selalu.id saat di temui di salah satu kiosnya yang berada di Jl. Raya Menur Surabaya. 

Kendati demikian, kenaikan ini tidak hanya dipicu oleh banyaknya permintaan telur ayam ras di pasaran. Melainkan, juga dipicu oleh naiknya harga pakan ternak baik itu pakan ayam petelur ataupun pakan ayam pedaging.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.