Senin, 02 Feb 2026 00:10 WIB

Ini Penyebab Harga Ayam Potong di Surabaya Terus Naik Pascalebaran

Ilustrasi ayam potong
Ilustrasi ayam potong

selalu.id - Memasuki hari ke empat lebaran 2024, harga daging ayam yang ada dibeberapa pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan cukup signifikan. Tak tanggung-tanggung, daging ayam kini naik menjadi Rp 45 - 50 ribu per kg.

Pantauan selalu.id di Pasar Manggadua dan Pasar Keputran Surabaya harga daging ayam potong saat ini mencapai Rp 48 ribu per kg. Padahal, pekan lalu harga daging ayam Rp 35 ribu per kg.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Setiap hari mesti ada kenaikan terus mas. Tapi sekarang harganya langsung meloncat mencapai Rp 48.500 per kilogramnya. Naiknya ya tinggi sekali," ujar Hodijah (52) salah satu pedagang ayam potong di pasar Keputran Surabaya, Sabtu (13/4/2024).

Senada dengan Hodijah, Husein (46) pedagang ayam potong di Pasar Manggadua Surabaya juga mengatakan, bahwa tingginya permintaan saat lebaran tak diimbangi dengan pasokan dari tingkat peternak. Sehingga membuat lonjakan harga daging ayam naik.

"Hampir tiap hari naiknya, cuma karena kita gak mau kehilangan pelanggan, jadi kemarin masih saya kasih harga tetap. Tapi, kalau sekarang ini naiknya memang ugal-ugalan mas, karena stok (ayam potong) dari peternak kosong," jelasnya kepada selalu.id.

Meski begitu, naiknya harga daging ayam ini, jelas dia, membuat para pedagang mengalami penurunan penjualan. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual hingga 70-80kg dalam sehari, kini mereka hanya mampu menjual 20-40kg saja selama periode lebaran ini.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Hal ini memang diakui oleh sejumlah pedagang ayam potong, bahwa turunnya omzet jualan tersebut karena sepinya minat belanja pembeli dikarenakan momen lebaran, masyarakat sedang mudik. Kenaikan ini juga diikuti oleh komoditas pangan lainnya yang setiap hari juga naik.

Para pedagang memprediksi, lonjakan harga daging ayam potong akan terus terjadi hingga Senin (15/4/2024) nanti. Sementara itu, para pembeli yang notabenenya pemilik usaha kuliner juga mengeluhkan naiknya harga daging ayam.

M. Alfisena (43) salah satunya. Dia mengeluh naiknya harga daging ayam ini membuatnya harus merogoh kocek agak dalam.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

"Ya bingung juga, karena punya warung, tidak beli daging ayam ya tidak bisa. Mau naikkan harga juga belum berani. Ini aja di Keputran sudah segini, belum lagi dipasar-pasar kecil yang kulaknya di pasar besar seperti keputran dan manggadua. Berapa harganya kalau beli di pasar kecil itu!!," terangnya.

Pria yang akrab disapa Sena juga sekaligus pemilik warung makan ini mengaku dilema karena tidak bisa serta merta menaikkan harga yang ada di warungnya. Baik pedagang maupun pembeli rumahan berharap harga kebutuhan pokok bisa kembali normal seperti sediakala.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.