Kamis, 04 Jun 2026 12:59 WIB

Antisipasi Rabies, DKPP Surabaya Imbau Warga Laporkan Hewan Bertingkah Laku Ganas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Jun 2023 17:20 WIB
Monyet milik pelaku usaha topeng monyet
Monyet milik pelaku usaha topeng monyet

Selalu.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya meminta masyarakat untuk melaporkan hewan peliharannya jika mempunyai gejala tingkah laku yang aneh, seperti berubah menjadi ganas.

Hal itu guna mencegah dan mengantisipasi adanya penyakit rabies yang bisa menular ke manusia. Kabid Peternakan DKPP Surabaya Aristono meminta warga untuk segera melaporkan hewan yang bertingkah ganas atau terduga terkena rabies. Terlebih, setelah peristiwa monyet yang menyerang dua bocah, Senin, kemarin.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Jamaah Haji dan Traveller dari Pasuruan Kini Bisa Vaksin di RSUD Grati

"Jadi kami mohon kepada masyarakat Surabaya jika melihat atau mengetahui kalau ada (hewan ganas) atau monyet lepas segera menghubungi 112 nanti bersama Damkar kami akan terjun bersama," kata Aristono, kepada Selalu.id, Selasa (20/6/2023).

Pasca peristiwa monyet menyerang dua bocah itu di kawasan taman Lumumba Ngagel Tirto, Wonokromo, Surabaya, Senin (19/6/2023) malam. DKPP Surabaya akan melakukan rapat atau koordinasikan terhadpa Satpol PP, BPBD, dan lurah serta camat sekitar.

Pihaknya pun juga langsung melakukan sidak di kawasan tersebut atau tempat pelaku usaha topeng monyet dan diketahui, monyet itu sudah ditangkap tadi malam.

"Jadi seluruh kawasan kita sisir, dan tidak ada monyet yang lepas kemungkinan sudah diambil pemiliknya. Jadi semisal sekarang ditemukan monyet dan ada warga juga yang melapor kita siap menangkap karena kita punya alat untuk menangkap nya. Pemilik masih kita cari, tadi malam kan informasi nya diikat di taman ini lalu sekarang sudah diambil kemungkinan," ungkapnya.

"Berita nya masih simpang siur, ada yang bilang mungkin karena kaget ada motor lewat atau juga karena lepas dari pengawasan,"sambungnya.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Memanas, Jamaah Umrah Disarankan Gunakan Penerbangan Langsung

Meski begitu, Aristono menilai bahwa memang hewan peliharaan tidak boleh dibawa ke luar tempat pemeliharannya.

"Tapi sebenarnya juga tidak boleh pelihara di luar seperti kera (monyet) ini. Kalau mengenai sanksi atau bagaimana itu masuk ranahnya BKSDA karena ini termasuk hewan liar," tegasnya.

Lebih lanjut Aristono menjelaskan bahwa Kota Surabaya sudah bebas rabies sejak tahun 1994 hingga tahun 1997. Saat ini pun, DKPP Surabaya tengah melakukan vaksin massal untuk hewan.

Baca Juga: Vaksin Jadi Syarat Wajib, Jemaah Umrah Diimbau Siap Sejak Dini

"Sementara ini yang Pemkot berikan adalah vaksin untuk hewan peliharaan yang dilalalulintaskan ke luar kota. Biasanya vaksin rabies berbarengan dengan vaksin diare, dan 6 jenis vaksin lainnya," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa monyet bukanlah hewan pemeliharan melainkan hewan liar. Meski begitu, dia menghimbau
hewan peliharaan diwajibkan untuk diperiksakan ke dokter agar tidak ada penyakit istilahnya deteksi dini terkait rabies.

"Misal awalnya hewan jinak jadi liar itu ciri-ciri rabies, jadi jika ada tingkah laku aneh dari hewan peliharaan agar diperiksakan segera," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.