Selasa, 03 Nov 2026 10:28 WIB

Antisipasi Rabies, DKPP Surabaya Imbau Warga Laporkan Hewan Bertingkah Laku Ganas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 20 Jun 2023 17:20 WIB
Monyet milik pelaku usaha topeng monyet
Monyet milik pelaku usaha topeng monyet

Selalu.id - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya meminta masyarakat untuk melaporkan hewan peliharannya jika mempunyai gejala tingkah laku yang aneh, seperti berubah menjadi ganas.

Hal itu guna mencegah dan mengantisipasi adanya penyakit rabies yang bisa menular ke manusia. Kabid Peternakan DKPP Surabaya Aristono meminta warga untuk segera melaporkan hewan yang bertingkah ganas atau terduga terkena rabies. Terlebih, setelah peristiwa monyet yang menyerang dua bocah, Senin, kemarin.

Baca Juga: Tak Perlu Jauh, Jamaah Haji dan Traveller dari Pasuruan Kini Bisa Vaksin di RSUD Grati

"Jadi kami mohon kepada masyarakat Surabaya jika melihat atau mengetahui kalau ada (hewan ganas) atau monyet lepas segera menghubungi 112 nanti bersama Damkar kami akan terjun bersama," kata Aristono, kepada Selalu.id, Selasa (20/6/2023).

Pasca peristiwa monyet menyerang dua bocah itu di kawasan taman Lumumba Ngagel Tirto, Wonokromo, Surabaya, Senin (19/6/2023) malam. DKPP Surabaya akan melakukan rapat atau koordinasikan terhadpa Satpol PP, BPBD, dan lurah serta camat sekitar.

Pihaknya pun juga langsung melakukan sidak di kawasan tersebut atau tempat pelaku usaha topeng monyet dan diketahui, monyet itu sudah ditangkap tadi malam.

"Jadi seluruh kawasan kita sisir, dan tidak ada monyet yang lepas kemungkinan sudah diambil pemiliknya. Jadi semisal sekarang ditemukan monyet dan ada warga juga yang melapor kita siap menangkap karena kita punya alat untuk menangkap nya. Pemilik masih kita cari, tadi malam kan informasi nya diikat di taman ini lalu sekarang sudah diambil kemungkinan," ungkapnya.

"Berita nya masih simpang siur, ada yang bilang mungkin karena kaget ada motor lewat atau juga karena lepas dari pengawasan,"sambungnya.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Memanas, Jamaah Umrah Disarankan Gunakan Penerbangan Langsung

Meski begitu, Aristono menilai bahwa memang hewan peliharaan tidak boleh dibawa ke luar tempat pemeliharannya.

"Tapi sebenarnya juga tidak boleh pelihara di luar seperti kera (monyet) ini. Kalau mengenai sanksi atau bagaimana itu masuk ranahnya BKSDA karena ini termasuk hewan liar," tegasnya.

Lebih lanjut Aristono menjelaskan bahwa Kota Surabaya sudah bebas rabies sejak tahun 1994 hingga tahun 1997. Saat ini pun, DKPP Surabaya tengah melakukan vaksin massal untuk hewan.

Baca Juga: Vaksin Jadi Syarat Wajib, Jemaah Umrah Diimbau Siap Sejak Dini

"Sementara ini yang Pemkot berikan adalah vaksin untuk hewan peliharaan yang dilalalulintaskan ke luar kota. Biasanya vaksin rabies berbarengan dengan vaksin diare, dan 6 jenis vaksin lainnya," jelasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa monyet bukanlah hewan pemeliharan melainkan hewan liar. Meski begitu, dia menghimbau
hewan peliharaan diwajibkan untuk diperiksakan ke dokter agar tidak ada penyakit istilahnya deteksi dini terkait rabies.

"Misal awalnya hewan jinak jadi liar itu ciri-ciri rabies, jadi jika ada tingkah laku aneh dari hewan peliharaan agar diperiksakan segera," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Karyawan Bank Keliling Tewas hingga Ayah Bacok Dua anak Kandungnya

Pembaca banyak tertarik pemberitaan peristiwa, hukum dan pemerintahan.

Tanpa Ronaldo, Al Nassr Hajar Pakhtakor 6-2 di AFC Champions League Elite

Bermain sebagai tim tamu tidak membuat mental Al Nassr ciut. Justru mereka langsung menekan sejak menit awal.

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.