Kamis, 22 Okt 2026 03:02 WIB

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 01 Feb 2026 12:14 WIB
Pembangunan Saluran Drainase Mananggal Surabaya (Dok. Diskominfo Surabaya) 
Pembangunan Saluran Drainase Mananggal Surabaya (Dok. Diskominfo Surabaya) 

selalu.id - Pola Hujan yang Ekstrem di tahun ini, membuat sistem drainase di Kota Surabaya mulai kewalahan.

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) mulai melakukan penyesuaian dengan memperbesar saluran dan kolam tampung di beberapa titik.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Adi Gunita, mengatakan evaluasi dilakukan karena intensitas hujan saat ini berbeda dibanding saat banyak saluran pertama kali dirancang.

“Jadi memang ada beberapa sistem drainase yang memang dirasa kita memang menyesuaikan dari intensitas curah hujan,” kata Adi, Minggu (1/2/2026). 

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya. Intervensi tersebut mencakup peningkatan kapasitas saluran hingga pembesaran long storage atau kolam tampung sementara.

“Memang di tahun 2026 ini kami ada intervensi dari 30 sistem drainase yang kita miliki, kita ada preservasi di 12 sistem,” ungkapnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Menurut Adi, pemetaan genangan telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Dari sekitar 220 titik genangan yang terdata pada 2021, jumlahnya kini tersisa sekitar 138 titik.

Meski berkurang, beberapa kawasan seperti Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, Simo Kalangan, dan Margo Mulyo masih masuk prioritas penanganan jangka menengah. Ia menjelaskan, genangan dikendalikan melalui tiga parameter.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).