Jumat, 04 Sep 2026 22:11 WIB

Tempe Bang Jarwo Dolly Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Ketua DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Feb 2023 18:38 WIB
Tangkapan Layar Pesan Pribadi Media Sosial Facebook
Tangkapan Layar Pesan Pribadi Media Sosial Facebook

selalu.id - Pedagang tempe eks lokalisasi Dolly Bang Jarwo jadi korban penipuan yang mengatasnamakan Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, Selasa (28/2/2023).

Kepada selalu.id, Jarwo Susanto mengaku awalnya kaget sekaligus senang lantaran mendapat pesan pribadi melalui media sosial Facebook dari Ketua PDIP sekaligus ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Senang sekali, orang seperti pak Adi mau menyapa saya dan menanyakan kabar. Saya sempat ndredek tadi," ujar Jarwo mengawali cerita penipuan terhadap dirinya.

Usai menyapa dan menanyakan kabar, lanjut Jarwo, penipu lantas meminta nomor WhatsApp miliknya dan langsung menelephone dirinya.

"Rasanya seperti mimpi, habis ditanya kabar, minta nomor WA dan langsung ditelfon. Siapa yang ndak bangga, ada tokoh seperti Pak Adi telfon pedagang tempe seperti saya," imbuhnya.

Penipu melancarkan aksinya setelah tahu korbanya kaget dan bingung. Dengan modus mengajak kerjasama pembelian barang-barang elektronik lelangan, penipu awalnya meminta Jarwo mentransfer uang sebesar Rp 7 juta lantaran mobile bankingnya telah digunakan pada batas maksimal di hari itu (over limit).

"Yang saya tahu, Pak Adi mau beli barang-barang elektronik lelangan seperti kamera dan HP. Cuman bayarnya harus transfer. Pak Adi bilang bahwa m-bangkingnya mengalami over limit jadi masih kurang Rp 7 juta. Saya diminta untuk menyediakan kekurangan tersebut dan dijanjikan keuntungan. Saya bingung, uang dari mana," jelasnya.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar, Tipu 140 Korban dari Aceh hingga Papua

Kepada penipu, Jarwo mengaku tidak memiliki uang sebesar yang diminta, dan meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan tokoh yang diseganinya tersebut.

"Awalnya Rp 7 juta, saya bilang ndak ada, kemudian turun sampai Rp 3 juta dan tetap saya bilang ndak ada. Karena memang saya lagi tidak ada uang, soalnya habis bayar kontrakan," jelasnya.

Tak berhenti dengan penolakan Jarwo, penipu kemudian beralih strategi agar berhasil melancarkan aksinya menipu Jarwo.

"Orang yang mengatasnamakan Pak Adi itu lalu bilang bahwa sudah mendapat uang kekurangannnya tadi (Rp 7 juta), cuman masalahnya sekarang harus memberi pulsa ke panitia sesesar Rp 200 ribu dan meminta bantuan ke saya. Saya aslinya juga tidak bawa uang karena lagi ngopi di warung. Tapi karena Ndak enak, saya pinjamkan ke teman dan saya trasnferkan dari indomart," imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Inspektorat Usut Tuntas Penipuan Loker Pemkot oleh Oknum Dishub dan Satpol PP

Awalnya Jarwo tetap tidak curiga setelah mentransfer uang sebesar Rp200 ribu, namun kecurigaannya muncul setelah penipu meminta lagi pulsa dengan nominal yang sama.

"Stelah saya transfer, trus dia minta lagi, disitu saya mulai curiga. Kecurigaan saya bertambah saat penipu ini makin ngotot meminta uang tambahan. Dari situ saya menghubungi orang-orang yang kenal dengan Pak Adi dan mencocokan nomornya. Ternyata bukan," keluhnya.

Jarwo mengaku pasrah dengan penipuan ini dan harus menanggung hutang sebesar Rp 200 ribu yang harus dikembalikan kepada kawannya.

"Mau gimana lagi, ini namanya apes. Awalnya bangga tapi ujungnya tertipu, pakai uang hutangan lagi," tutupnya sembari tertawa kecut. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.