Selasa, 03 Feb 2026 02:46 WIB

Tempe Bang Jarwo Dolly Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Ketua DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Feb 2023 18:38 WIB
Tangkapan Layar Pesan Pribadi Media Sosial Facebook
Tangkapan Layar Pesan Pribadi Media Sosial Facebook

selalu.id - Pedagang tempe eks lokalisasi Dolly Bang Jarwo jadi korban penipuan yang mengatasnamakan Ketua PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono, Selasa (28/2/2023).

Kepada selalu.id, Jarwo Susanto mengaku awalnya kaget sekaligus senang lantaran mendapat pesan pribadi melalui media sosial Facebook dari Ketua PDIP sekaligus ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono.

Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

"Senang sekali, orang seperti pak Adi mau menyapa saya dan menanyakan kabar. Saya sempat ndredek tadi," ujar Jarwo mengawali cerita penipuan terhadap dirinya.

Usai menyapa dan menanyakan kabar, lanjut Jarwo, penipu lantas meminta nomor WhatsApp miliknya dan langsung menelephone dirinya.

"Rasanya seperti mimpi, habis ditanya kabar, minta nomor WA dan langsung ditelfon. Siapa yang ndak bangga, ada tokoh seperti Pak Adi telfon pedagang tempe seperti saya," imbuhnya.

Penipu melancarkan aksinya setelah tahu korbanya kaget dan bingung. Dengan modus mengajak kerjasama pembelian barang-barang elektronik lelangan, penipu awalnya meminta Jarwo mentransfer uang sebesar Rp 7 juta lantaran mobile bankingnya telah digunakan pada batas maksimal di hari itu (over limit).

"Yang saya tahu, Pak Adi mau beli barang-barang elektronik lelangan seperti kamera dan HP. Cuman bayarnya harus transfer. Pak Adi bilang bahwa m-bangkingnya mengalami over limit jadi masih kurang Rp 7 juta. Saya diminta untuk menyediakan kekurangan tersebut dan dijanjikan keuntungan. Saya bingung, uang dari mana," jelasnya.

Baca Juga: Rasiyo Diundang Untuk Klarifikasi Kasus RS Pura Raharja, Ishaq Laporkan Balik Ke Polda Jatim  

Kepada penipu, Jarwo mengaku tidak memiliki uang sebesar yang diminta, dan meminta maaf karena tidak bisa memenuhi permintaan tokoh yang diseganinya tersebut.

"Awalnya Rp 7 juta, saya bilang ndak ada, kemudian turun sampai Rp 3 juta dan tetap saya bilang ndak ada. Karena memang saya lagi tidak ada uang, soalnya habis bayar kontrakan," jelasnya.

Tak berhenti dengan penolakan Jarwo, penipu kemudian beralih strategi agar berhasil melancarkan aksinya menipu Jarwo.

"Orang yang mengatasnamakan Pak Adi itu lalu bilang bahwa sudah mendapat uang kekurangannnya tadi (Rp 7 juta), cuman masalahnya sekarang harus memberi pulsa ke panitia sesesar Rp 200 ribu dan meminta bantuan ke saya. Saya aslinya juga tidak bawa uang karena lagi ngopi di warung. Tapi karena Ndak enak, saya pinjamkan ke teman dan saya trasnferkan dari indomart," imbuhnya.

Baca Juga: Konsumen Dirugikan, Sales BYD di Surabaya Didakwa Penipuan Wall Charging  

Awalnya Jarwo tetap tidak curiga setelah mentransfer uang sebesar Rp200 ribu, namun kecurigaannya muncul setelah penipu meminta lagi pulsa dengan nominal yang sama.

"Stelah saya transfer, trus dia minta lagi, disitu saya mulai curiga. Kecurigaan saya bertambah saat penipu ini makin ngotot meminta uang tambahan. Dari situ saya menghubungi orang-orang yang kenal dengan Pak Adi dan mencocokan nomornya. Ternyata bukan," keluhnya.

Jarwo mengaku pasrah dengan penipuan ini dan harus menanggung hutang sebesar Rp 200 ribu yang harus dikembalikan kepada kawannya.

"Mau gimana lagi, ini namanya apes. Awalnya bangga tapi ujungnya tertipu, pakai uang hutangan lagi," tutupnya sembari tertawa kecut. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.