Tekan Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Mojokerto
- Penulis : Achmad Supriyadi
- | Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB
selalu.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menggelar pasar murah di halaman Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah konkret pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok saat Ramadan.
Baca Juga: Momen Kapolres Mojokerto Bersama Jurnalis Bagikan Takjil dan Beri Santunan Anak Yatim
Kegiatan ini menjadi pasar murah ke-28 yang dilaksanakan sepanjang tahun ini dan akan terus digencarkan hingga mencapai 110 kali pelaksanaan selama tahun 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jatim, Iwan mengatakan bahwa pasar murah merupakan program Gubernur Jawa Timur yang dijalankan melalui sinergi berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perum Bulog sebagai pendukung utama ketersediaan bahan pokok.
“Iya, ini kegiatan pasar murah programnya Ibu Gubernur, dibantu seluruh sinergi stakeholder, salah satunya Bulog yang menjadi support utama. Ini pasar murah ke-28 yang dilaksanakan Pemprov Jatim,” jelasnya.
Iwan mengatakan, pada hari yang sama kegiatan juga dilakukan melalui mobil pasar murah keliling di 15 kabupaten/kota. Selain itu, secara paralel pasar murah juga digelar di 14 kabupaten/kota lainnya.
Menurutnya, sepanjang 2026 pihaknya merencanakan pelaksanaan pasar murah sebanyak 110 kali. Namun jumlah tersebut tetap menyesuaikan dinamika harga dan kondisi ekonomi selama tahun berjalan.
“Nanti kita lihat tergantung kondisi harga dan dinamika yang terjadi selama 2026. Selain pasar murah, kami juga melaksanakan pemberdayaan IKM. Setiap pasar murah ada 10 IKM lokal yang kita libatkan,” paparnya.
Pemprov Jatim menargetkan inflasi tahun ini tetap berada di angka 2,5 persen plus minus 1 persen.
Iwan menyebut, capaian inflasi sebelumnya berada di angka 2,9 persen dan dinilai sudah cukup baik.
Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim di Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Baca Juga: Maling Berpeci dan Sarung Hitam Terekam CCTV Bobol Toko Sembako di Mojokerto
“Target inflasi kita 2,5 plus minus 1. Kemarin kita sudah di angka 2,9, itu sudah bagus dan kita usahakan bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
Terkait perkembangan harga, Iwan mengungkapkan bahwa sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren penurunan.
Harga cabai rawit yang sempat menembus lebih dari Rp100 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp79 ribu berdasarkan data sistem pemantauan Disperindag.
Sementara itu, harga telur dan daging ayam juga relatif stabil. Harga eceran tertinggi (HET) daging ayam berada di angka Rp42 ribu per kilogram, meski sebelumnya sempat mendekati Rp40 ribu dan kini berada di kisaran Rp38 ribu.
“Wajar kalau ada kenaikan di awal Ramadan, tapi kalau kita lihat kurvanya sudah mulai turun. Yang penting stoknya terjamin, dan ini Bulog yang menjamin stok tersebut,” katanya.
Baca Juga: Berkah Ramadan, Rengginang Mojokerto Tembus ke Pasar Hongkong hingga Malaysia
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho memastikan ketersediaan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi sangat aman.
“Untuk beras, kita sangat-sangat kuat karena hampir 900 ribu ton yang kita kuasai di seluruh Jawa Timur. Itu cukup untuk kebutuhan 14 bulan ke depan,” sebutnya.
Selain beras, Bulog juga memiliki cadangan minyak goreng sebanyak 8 juta liter. Ia memastikan distribusi minyak di pasar-pasar Jawa Timur dalam kondisi aman dan harga masih berada di bawah HET Rp15.700 per liter.
“Minyak tidak ada masalah, rata-rata masih di bawah HET. Stok terjaga baik ayam, telur, minyak, dan beras, termasuk harganya. Biasanya hanya faktor psikologis saja di awal-awal Ramadan,” jelas Langgeng.
Dengan sinergi antara Pemprov Jatim dan Bulog, pemerintah optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga pangan.
Editor : Zein MuhammadURL : https://selalu.id/news-12591-tekan-inflasi-pemprov-jatim-gelar-pasar-murah-di-mojokerto
