Senin, 07 Sep 2026 17:39 WIB

Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id – Perkembangan teknologi digital yang memudahkan komunikasi, transaksi, dan layanan publik kini dihadapkan pada ancaman siber yang semakin kompleks dan sulit terdeteksi.

Terungkapnya sistem spyware bernama Graphite yang dikaitkan dengan Paragon Solutions menjadi pengingat keras bahwa keamanan digital Indonesia tidak lagi hanya soal virus atau peretasan konvensional.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Berbeda dengan serangan generasi sebelumnya, spyware modern bekerja senyap di dalam sistem operasi perangkat, masuk dalam kategori Advanced Persistent Threats (APT) yang menargetkan sistem inti dan bertahan lama tanpa terdeteksi.

Laporan ENISA Threat Landscape 2023 mencatat peningkatan eksploitasi kerentanan perangkat, termasuk teknik zero-click exploit yang bisa menginfeksi perangkat tanpa korban mengklik apa pun.

Kondisi ini menantang asumsi rasa aman masyarakat. Banyak pengguna merasa terlindungi dengan aplikasi ber-enkripsi ujung-ke-ujung seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal.

Namun, kajian endpoint security menunjukkan jika sistem operasi ponsel disusupi, pesan bisa diakses sebelum terenkripsi atau setelah didekripsi persoalan mendasar bukan pada jalur komunikasi, melainkan keamanan perangkat itu sendiri.

Indonesia tidak luput dari ancaman ini. Laporan tahunan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat tingginya anomali trafik siber nasional, mulai dari malware hingga upaya eksploitasi sistem.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tekanan terhadap infrastruktur digital bersifat konstan dan memerlukan respons sistematis.

Secara regulasi, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Namun, tantangan terletak pada implementasi teknis, pengawasan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar regulasi tidak berhenti sebagai norma administratif semata.

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, menegaskan tantangan utama bukan hanya pada teknologi, melainkan tata kelola dan budaya keamanan.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

"Selama keamanan siber masih diposisikan sebagai isu teknis semata, sementara manajemen risiko, kepatuhan, dan literasi digital belum menjadi prioritas strategis, kerentanan akan terus berulang," terang dosen Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya tersebut kepada selalu.id, Jumat (20/2/2026).

Supangat menambahkan, perguruan tinggi harus menjadikan keamanan siber fondasi pengembangan teknologi, bukan pelengkap, dengan memperkuat riset dan kolaborasi antarinstansi.

"Pada level praktis, audit keamanan berkala, pembaruan sistem disiplin, dan literasi digital menjadi langkah tak tertunda. Ketahanan siber adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kepercayaan publik dan kedaulatan data nasional," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Oknum Satpol PP Surabaya jadi Calo Rekrutmen Pegawai Pemkot, Tarifnya Capai Rp50 Juta

Kasus ini terbongkar usai seorang warga nekat melaporkan praktik percaloan tersebut secara langsung kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui DM TikTok.

Urai Macet di Jalur Ketapang, Ditlantas Polda Jatim Terjunkan 60 Personel dan Puluhan Motor Patroli

Para petugas bakal melakukan pengaturan lalu lintas, patroli berkala, hingga memastikan kelancaran arus pergerakan kendaraan.

Bupati Fawait Pastikan Pasokan BBM di Jember Aman dan Bakal Ditambah

Atas kondisi tersebut, Gus Fawait mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu liar dan menghindari panic buying.

Sidak Pasar Surabaya, Satgas Pangan Polda Jatim Temukan Komoditas Dijual di Atas HET

Satgas Pangan berkomitmen memperketat pemantauan rutin di pasar tradisional maupun modern untuk antisipasi potensi penimbunan atau pungutan liar.

Kisah Pilu PMI Jember yang Meninggal Usai Tertusuk Paku di Malaysia

Pembiayaan kepulangan jenazah almarhum ditanggung penuh secara pribadi oleh Bupati Jember Muhammad Fawait tanpa menggunakan dana APBD.

Hidupkan Ekosistem Kreatif, Dekesda Gelar Darjonesia Dance Festival dan Proyeksikan Museum Narotama

Sidoarjo layaknya kertas putih. Pembangunan fisik yang masif jangan sampai mengikis nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah.