Sabtu, 06 Jun 2026 18:27 WIB

Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).
Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat. (Dok. Humas Untag Surabaya).

selalu.id – Perkembangan teknologi digital yang memudahkan komunikasi, transaksi, dan layanan publik kini dihadapkan pada ancaman siber yang semakin kompleks dan sulit terdeteksi.

Terungkapnya sistem spyware bernama Graphite yang dikaitkan dengan Paragon Solutions menjadi pengingat keras bahwa keamanan digital Indonesia tidak lagi hanya soal virus atau peretasan konvensional.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Berbeda dengan serangan generasi sebelumnya, spyware modern bekerja senyap di dalam sistem operasi perangkat, masuk dalam kategori Advanced Persistent Threats (APT) yang menargetkan sistem inti dan bertahan lama tanpa terdeteksi.

Laporan ENISA Threat Landscape 2023 mencatat peningkatan eksploitasi kerentanan perangkat, termasuk teknik zero-click exploit yang bisa menginfeksi perangkat tanpa korban mengklik apa pun.

Kondisi ini menantang asumsi rasa aman masyarakat. Banyak pengguna merasa terlindungi dengan aplikasi ber-enkripsi ujung-ke-ujung seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal.

Namun, kajian endpoint security menunjukkan jika sistem operasi ponsel disusupi, pesan bisa diakses sebelum terenkripsi atau setelah didekripsi persoalan mendasar bukan pada jalur komunikasi, melainkan keamanan perangkat itu sendiri.

Indonesia tidak luput dari ancaman ini. Laporan tahunan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat tingginya anomali trafik siber nasional, mulai dari malware hingga upaya eksploitasi sistem.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Tekanan terhadap infrastruktur digital bersifat konstan dan memerlukan respons sistematis.

Secara regulasi, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Namun, tantangan terletak pada implementasi teknis, pengawasan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar regulasi tidak berhenti sebagai norma administratif semata.

Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, menegaskan tantangan utama bukan hanya pada teknologi, melainkan tata kelola dan budaya keamanan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Selama keamanan siber masih diposisikan sebagai isu teknis semata, sementara manajemen risiko, kepatuhan, dan literasi digital belum menjadi prioritas strategis, kerentanan akan terus berulang," terang dosen Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Untag Surabaya tersebut kepada selalu.id, Jumat (20/2/2026).

Supangat menambahkan, perguruan tinggi harus menjadikan keamanan siber fondasi pengembangan teknologi, bukan pelengkap, dengan memperkuat riset dan kolaborasi antarinstansi.

"Pada level praktis, audit keamanan berkala, pembaruan sistem disiplin, dan literasi digital menjadi langkah tak tertunda. Ketahanan siber adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga kepercayaan publik dan kedaulatan data nasional," jelasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.