Jumat, 20 Feb 2026 20:42 WIB

DPRD Surabaya Dorong Sosialisasi Reaktivasi BPJS PBI Demi Layanan Kesehatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 20 Feb 2026 18:59 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik. (Foto: Ade/selalu.id).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Malik, mendorong penguatan sosialisasi dan penyempurnaan mekanisme reaktivasi BPJS Kesehatan, khususnya bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), agar akses layanan kesehatan masyarakat semakin mudah dan tidak berbelit.

Malik menilai, secara umum koordinasi antarinstansi telah berjalan. Namun, di tingkat teknis masih dibutuhkan penguatan agar masyarakat tidak kebingungan ketika membutuhkan layanan medis, terutama dalam kondisi mendesak.

Baca Juga: Pandangan Senior PDIP soal Pergantian Ketua DPRD Surabaya: Leadership Harus Teruji!

Ia menyebut mekanisme reaktivasi BPJS PBI yang saat ini dapat dilakukan ketika peserta sedang membutuhkan layanan kesehatan.

Menurutnya, di lapangan masih ditemukan perbedaan persepsi masyarakat terkait mekanisme kepesertaan PBI dan peserta mandiri.

“Ini mungkin perlu ditegaskan kembali agar masyarakat memahami alurnya dengan baik,” jelasnya, Jumat (20/2/2026).

Malik menekankan pentingnya keselarasan informasi antarinstansi agar tidak terjadi kebingungan, terutama saat warga dalam kondisi darurat dan membutuhkan pelayanan cepat.

Menanggapi hal itu, pihak BPJS Kesehatan menjelaskan bahwa kewenangan pendaftaran dan reaktivasi peserta PBI berada di Dinas Kesehatan sebagai representasi pemerintah daerah. BPJS akan memproses setiap data yang didaftarkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait adanya warga yang merasa diarahkan dari satu instansi ke instansi lain, Malik menyebut hal tersebut menjadi catatan penting untuk perbaikan komunikasi.

Baca Juga: Ancaman Spyware Canggih Mengintai, Ketahanan Siber Indonesia Diuji

“Ini menjadi PR bersama agar alur layanan lebih dipahami masyarakat, sehingga tidak ada kesan saling mengarahkan,” katanya.

Selain membahas reaktivasi BPJS, Malik juga menyinggung pelatihan Kader Surabaya Hebat (KSH).

Ia mengapresiasi sosialisasi yang telah dilakukan sepanjang 2025, namun mengusulkan agar pelatihan lanjutan dilakukan dengan sistem jemput bola berbasis kelurahan atau kecamatan.

“Dengan skema ini kerja KSH untuk menyentuh langsung ke warga kian optimal,” papar dia.

Baca Juga: Pemkot Tata Ulang Pasar Tembok Dukuh Surabaya, Stannya Dikhususkan untuk Ini

Malik berharap pola tersebut dapat memperkuat pemahaman kader dalam membantu masyarakat, termasuk dalam proses pendataan dan pemberian informasi terkait kepesertaan BPJS.

Malik menegaskan, tujuan utama program jaminan kesehatan adalah memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang layak dan tepat waktu.

Ia berharap rapat lanjutan bersama Dinas Kesehatan dan pihak terkait dapat menghasilkan mekanisme yang lebih sederhana dan mudah dipahami warga.

“Prinsipnya kita semua ingin masyarakat mendapatkan kemudahan. Koordinasi dan sosialisasi perlu terus diperkuat agar pelayanan berjalan optimal,” tandasnya.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Demi iPhone 15 Pro, Remaja asal Nganjuk Nekat Todongkan Pistol Mainan di Toko HP Mojokerto

Remaja itu pun kini hanya bisa menyesali perbuatannya karena gagal membawa kabur iPhone 15 Pro dari toko tersebut.

Dilaporkan Bupati Sidoarjo, Suami Wabup Mimik Idayana Penuhi Panggilan Polda Jatim

Muzzayin, kuasa hukum Rahmad, menjelaskan kedatangannya ke Polda Jatim bertujuan untuk memberikan klarifikasi atas laporan dugaan penggelapan dan laporan palsu.

Halo Rekk! Pasar Takjil Ramadan di Ketidur Mojokerto Bakal Hadir Lagi, Catat Tanggalnya

Beragam kegiatan turut memeriahkan Pasar Takjil Ramadan 2026. Mulai dari lomba patrol dan bedug yang melibatkan pelajar SD, SMP, SMA, hingga karang taruna.

Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp90 Ribu per Kilogram

‎Biasanya, saat masuk bulan ramadan tiba, bahan dapur di Pasar Semampir Probolinggo yang mengalami kenaikan harga adalah tomat.

Perbedaan Puasa Ramadan dan Intermittent Fasting Menurut Ahli Gizi Unair

Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Mahmud Aditya Rifqi menjelaskan perbedaan utama keduanya terletak pada tujuan pelaksanaan.

PJR Polda Jatim Tertibkan Truk dan Bus yang Nekat Pakai Lajur Kanan di Tol

Langkah ini dilakukan demi mencegah kecelakaan lalu lintas dan menjaga kelancaran arus jalan bebas hambatan.