Kamis, 17 Sep 2026 17:09 WIB

Tanah Longsor Landa Kawasan Patrang Jember, Rumah Warga Ambrol

Petugas BPBD kabupaten Jember saat melakukan penanganan longsong di wilayah Patrang, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Petugas BPBD kabupaten Jember saat melakukan penanganan longsong di wilayah Patrang, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, imbas hujan deras yang terus mengguyur, Selasa (24/2/2026).

Akibat bencana itu, rumah salah satu warga di Jalan Moh Seruji terdampak. Bagian belakang rumah, dari dapur hingga kamar mandi ambrol.

Baca Juga: Sekolah Lansia Tangguh di Jember Dorong Lansia Sehat, Mandiri dan Berdaya

Rumah yang terdampak itu adalah milik Evi. 

Rumahnya yang berada di samping bangunan yang dikontrak oleh Toko Madura itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang akibat tergerus longsoran tanah.

Ketua RT setempat, Nurul Wijaya, mengatakan dirinya menerima laporan bencana itu dari warga usai salat subuh.

“Pagi tadi setelah subuh, Ibu Evi melapor bahwa rumah di samping yang dikontrak Toko Madura ambrol. Setelah menerima laporan itu, saya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisinya,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa benar terjadi longsor dengan panjang sekitar 12 meter dari titik atas hingga bawah. 

Baca Juga: Puskesmas Umbulsari Jember Sabet Juara I Seva Paramahita Award 2026

Nurul kemudian segera menghubungi Lurah Patrang dan Camat Patrang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak lama berselang, tim dari BPBD Kabupaten Jember bersama pihak kelurahan dan kecamatan tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Sementara Petugas BPBD Kabupaten Jember, Muhammad Umam, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah pemasangan terpal pada area longsoran untuk mencegah potensi longsor susulan.

“Penanganan awal yang kami lakukan adalah pemasangan terpal untuk mengurangi risiko longsor susulan. Kami juga mengimbau pemilik rumah agar tidak mendekati area belakang rumah yang terdampak karena masih berpotensi terjadi pergerakan tanah jika hujan kembali turun,” jelasnya.

Baca Juga: Tok! P-APBD Jember 2026 Disahkan, Anggaran Revitalisasi Sekolah Naik Lebih dari 100 Persen

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

Pihak BPBD menyatakan bahwa laporan telah disampaikan kepada pimpinan dan saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait langkah penanganan lanjutan.

"Kami mengimbau untuk warga sekitar untuk tetap waspada, terutama apabila intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan," kata Umam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Tolak Kompensasi Pengembang

Warga pun mendesak Pemerintah Kota Surabaya, jajaran kecamatan, kelurahan, hingga instansi teknis terkait untuk turun tangan secara nyata.

Cakra Muda Indonesia Aksi di Pemkot Surabaya, Desak Usut Tuntas Kasus Gratifikasi dan TPPU DSDABM

Selain mendesak kejaksaan, massa aksi juga menyasar Wali Kota Surabaya untuk segera mengevaluasi pejabat di lingkungan Pemkot Surabaya yang terindikasi kasus.

Kebakaran Landa Pabrik Sepatu di Mojokerto, Gudang Bahan Baku di Lantai 2 Hangus

Api pertama kali terlihat muncul dari lantai 2 yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan bahan baku alas kaki.

Sabet Jamsostek Award Jatim, Sidoarjo Siapkan Program Satu ASN Lindungi Pekerja Rentan

Melalui program ini, setiap ASN didorong untuk membantu mendaftarkan satu pekerja rentan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Demo UINSA: Mahasiswa Usir Aparat, Tuntut Rektor Mundur

"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," teriak mahasiswa.

Pengelolaan Program dan Anggaran 2027, Begini Pesan Menteri Haji dan Umrah

Tantangan yang dihadapi pada tahun 2027 diperkirakan semakin kompleks, terlebih dalam situasi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tekanan.