Rabu, 22 Jul 2026 10:08 WIB

Tanah Longsor Landa Kawasan Patrang Jember, Rumah Warga Ambrol

Petugas BPBD kabupaten Jember saat melakukan penanganan longsong di wilayah Patrang, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).
Petugas BPBD kabupaten Jember saat melakukan penanganan longsong di wilayah Patrang, Jember. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Tanah longsor terjadi di wilayah Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, imbas hujan deras yang terus mengguyur, Selasa (24/2/2026).

Akibat bencana itu, rumah salah satu warga di Jalan Moh Seruji terdampak. Bagian belakang rumah, dari dapur hingga kamar mandi ambrol.

Baca Juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Rumah yang terdampak itu adalah milik Evi. 

Rumahnya yang berada di samping bangunan yang dikontrak oleh Toko Madura itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang akibat tergerus longsoran tanah.

Ketua RT setempat, Nurul Wijaya, mengatakan dirinya menerima laporan bencana itu dari warga usai salat subuh.

“Pagi tadi setelah subuh, Ibu Evi melapor bahwa rumah di samping yang dikontrak Toko Madura ambrol. Setelah menerima laporan itu, saya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisinya,” ungkapnya.

Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa benar terjadi longsor dengan panjang sekitar 12 meter dari titik atas hingga bawah. 

Baca Juga: Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Nurul kemudian segera menghubungi Lurah Patrang dan Camat Patrang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak lama berselang, tim dari BPBD Kabupaten Jember bersama pihak kelurahan dan kecamatan tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Sementara Petugas BPBD Kabupaten Jember, Muhammad Umam, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dilakukan adalah pemasangan terpal pada area longsoran untuk mencegah potensi longsor susulan.

“Penanganan awal yang kami lakukan adalah pemasangan terpal untuk mengurangi risiko longsor susulan. Kami juga mengimbau pemilik rumah agar tidak mendekati area belakang rumah yang terdampak karena masih berpotensi terjadi pergerakan tanah jika hujan kembali turun,” jelasnya.

Baca Juga: Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, petugas masih terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian.

Pihak BPBD menyatakan bahwa laporan telah disampaikan kepada pimpinan dan saat ini masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait langkah penanganan lanjutan.

"Kami mengimbau untuk warga sekitar untuk tetap waspada, terutama apabila intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan," kata Umam.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.