Selasa, 21 Jul 2026 01:00 WIB

Keputusan di Balik Penangguhan Penahanan Guru Honorer Probolinggo Tersangka Rangkap Jabatan

  • Penulis : Inung
  • | Kamis, 26 Feb 2026 16:30 WIB
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Boby Ardirizka Widodo. (Foto: Inung/selalu.id).
Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo Boby Ardirizka Widodo. (Foto: Inung/selalu.id).

selalu.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo menangguhkan penahanan Mohammad Hisabul Huda (41), guru honorer warga Desa Brabe, Kecamatan Maron.

Hisabul merupakan tersangka dugaan tindak pidana korupsi double job atau rangkap jabatan. Penangguhan ini dilakukan karena dinilai memenuhi syarat.

Baca Juga: Mayat Misterius dalam Sumur di Probolinggo Itu Wanita, Korban Pembunuhan?

‎Sejak ditetapkannya Mohammad Hisabul Huda sebagai tersangka tepatnya pada kamis (12/2) lalu, ia langsung dilakukan penahanan selama 20 hari oleh Tim Jaksa Penyidik di Rutan Kelas IIB Kraksaan.

Namun Kejari Kabupaten Probolinggo terhitung sejak jumat (20/2) atau 9 hari sejak penetapan tersangka, menangguhkan penahanan tersebut lantaran dinilai memenuhi syarat.‎

‎“Kami lakukan penangguhan penahanan. Sebab syarat yang diperlukan sudah terpenuhi,” kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Probolinggo, Boby Ardirizka Widodo, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Geger, Mayat Misterius Ditemukan dalam Sumur di Lahan Sengon Probolinggo

‎Penangguhan penahanan dilakukan setelah ada permohonan dari keluarga didampingi oleh penasihat hukum. Mereka (keluarga dan penasehat hukum) menjamin tersangka tidak melarikan diri.

Selain itu penangguhan dilakukan lantaran tersangka merupakan tulang punggung keluarga. Tersangka dan penjamin juga berupaya untuk mengembalikan kerugian negara yang telah ditimbulkan akibat double job yang dijalaninya.

‎‎“Tersangka ditangguhkan penahanannya, bukan dibebaskan. Tentunya secara berkala kami pantau,” jelas Boby.

Baca Juga: Aliansi SAE Patenang Minta Usut Dugaan Pelanggaran Proyek Tol Probowangi di Paiton

Mohammad Hisabul Huda terbukti menerima gaji atau honor ganda rangkap jabatan. Selain menjadi Pendamping Lokal Desa (PLD) ia juga menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) di SDN 1 Brabe.

Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian Rp118.860.321. Kerugian tersebut merupakan gaji atau honor tersangka selama menjadi PLD periode tahun 2019, 2020, 2021, 2022 dan 2025.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.