Senin, 02 Nov 2026 17:48 WIB

Berkah Ramadan, Rengginang Mojokerto Tembus ke Pasar Hongkong hingga Malaysia

Proses pembuatan rengginang Sawahan Gang 2, Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Proses pembuatan rengginang Sawahan Gang 2, Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ramadan membawa berkah bagi Bagus Dwi Purnomo. Usaha rengginangnya semakin ramai dan tembus ke pasar internasional ke negara Hongkong dan Malaysia.

Pria 32 tahun ini merupakan warga Sawahan Gang 2, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Usaha rengginang yang sudah tiga generasi semakin berkembang bahkan bertambah ramai saat bulan suci ramadan.

Baca Juga: Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

Bulan suci ramadan ini, usaha rengginang miliknya mampu mengirim ke Hongkong dengan 3000 pieces dalam dua pengiriman.

Bagus Dwi Purnomo mengatakan, bulan Februari 2026 yang bersamaan dengan ramadan sudah dua kali mengirim ekspor rengginang ke Hongkong.

"Ya, untuk bulan Ramadan menuju hari raya, alhamdulillah permintannya meningkat. Biasanya satu bulan sekali, Hongkong minta 1.500 pieces dan alhamdulillah bulan ini dua kali," ungkapnya, Rabu (25/2/2026).

Produksi rengginang Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).Produksi rengginang Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: 48 Peserta Batch V PT Tirta Prima Indonesia Dibekali Keterampilan Kerja Industri di BLK Mojokerto

Bagus mengatakan, sebanyak 3000 pieces itu dikerjakan selama delapan hari pada bulan ramadan tahun ini. Sebelumnya, tiap bulan hanya kirim 1500 pieces.

"Dikirim setiap bulan, jadi kami kerjakan dalam empat hari 1.500 pieces ketika sudah siap, langsung bisa dikirim. Alhamdulillah untuk di lokal, terutama di Jawa Timur, Madiun, Magetan, kemudian Surabaya, Malang, Tulungagung, Trenggalek, toko-toko juga pada minta," jelasnya.

Menurut Bagus, proses pembuatan rengginang pertama dimulai dengan merendam ketan lalu dicuci kemudian memasak ketan itu. Ada enam pekerja yang membantu produksi rengginang.

Baca Juga: Senyum Bahagia Korban Pencurian di Mojokerto usai Motornya Kembali

Selanjutnya, ketan tersebut dibentuk kecil. Kemudian dijemur, lantaran saat ini musim hujan Bagus memasukkan rengginang itu ke oven lalu menggoreng.

"Alhamdulillah kapasitas produksi kami 100 kg bahan baku, 100 kg per hari. Untuk variannya dua, yaitu udang dan manis. Ada juga yang baru-baru ini ke Malaysia. Pertama di Hongkong, terus kemudian di Malaysia. Kalau yang di Malaysia masih 100 piece, mintanya masih sedikit. Kalau yang di Hongkong sudah 1.500 piece sudah dua kali bulan Februari ini," tandas Bagus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Bahagianya Petani Semangka di Nganjuk: Panen Melimpah, Harga Naik

Dalam satu hektar lahan, petani mampu memanen hingga 21 ton semangka, naik tajam dari musim lalu yang hanya mencapai 15 ton per hektar.

Antisipasi Harga Naik Jelang Nataru, Pemkot Surabaya Ajak Warga Menanam Cabai di Rumah

Melalui langkah ini, hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menambah ketersediaan stok pasar jelang Natal dan Tahun Baru.

Ayah di Surabaya Bacok 2 Anak Kandung hingga Kritis, Ibu Korban: Hukum Seberat-beratnya!

Lusi, ibu korban mengatakan penganiayaan ini sudah direncanakan secara matang. Pasalnya, pelaku dan kakaknya datang bersamaan, dan pelaku sudah bawa sajam.

Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Empat OPD tersebut memiliki mobilitas tinggi karena personelnya bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat.

Antisipasi Harga BBM Naik, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Harus Hitung Ulang Anggaran BTT

Potensi kenaikan BBM harus disikapi sejak awal lewat skema anggaran yang fleksibel.

Bupati Sidoarjo Berangkatkan Atlet Popda dan Peparpeda, Bonus hingga Beasiswa Disiapkan

Subandi menyebut mereka sebagai putra-putri terbaik daerah yang sudah ditempa latihan panjang.