Senin, 03 Agu 2026 16:18 WIB

Berkah Ramadan, Rengginang Mojokerto Tembus ke Pasar Hongkong hingga Malaysia

Proses pembuatan rengginang Sawahan Gang 2, Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).
Proses pembuatan rengginang Sawahan Gang 2, Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Ramadan membawa berkah bagi Bagus Dwi Purnomo. Usaha rengginangnya semakin ramai dan tembus ke pasar internasional ke negara Hongkong dan Malaysia.

Pria 32 tahun ini merupakan warga Sawahan Gang 2, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Usaha rengginang yang sudah tiga generasi semakin berkembang bahkan bertambah ramai saat bulan suci ramadan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Jeruk: Cerita dari Bantaran Sungai Balongcangkring Mojokerto yang Menghidupi Sekolah

Bulan suci ramadan ini, usaha rengginang miliknya mampu mengirim ke Hongkong dengan 3000 pieces dalam dua pengiriman.

Bagus Dwi Purnomo mengatakan, bulan Februari 2026 yang bersamaan dengan ramadan sudah dua kali mengirim ekspor rengginang ke Hongkong.

"Ya, untuk bulan Ramadan menuju hari raya, alhamdulillah permintannya meningkat. Biasanya satu bulan sekali, Hongkong minta 1.500 pieces dan alhamdulillah bulan ini dua kali," ungkapnya, Rabu (25/2/2026).

Produksi rengginang Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).Produksi rengginang Mojokerto. (Foto: Supri/selalu.id).

Baca Juga: 7 Penghargaan Disabet Kabupaten Mojokerto di Peringatan Harganas Ke-33 Provinsi Jatim 2026

Bagus mengatakan, sebanyak 3000 pieces itu dikerjakan selama delapan hari pada bulan ramadan tahun ini. Sebelumnya, tiap bulan hanya kirim 1500 pieces.

"Dikirim setiap bulan, jadi kami kerjakan dalam empat hari 1.500 pieces ketika sudah siap, langsung bisa dikirim. Alhamdulillah untuk di lokal, terutama di Jawa Timur, Madiun, Magetan, kemudian Surabaya, Malang, Tulungagung, Trenggalek, toko-toko juga pada minta," jelasnya.

Menurut Bagus, proses pembuatan rengginang pertama dimulai dengan merendam ketan lalu dicuci kemudian memasak ketan itu. Ada enam pekerja yang membantu produksi rengginang.

Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya

Selanjutnya, ketan tersebut dibentuk kecil. Kemudian dijemur, lantaran saat ini musim hujan Bagus memasukkan rengginang itu ke oven lalu menggoreng.

"Alhamdulillah kapasitas produksi kami 100 kg bahan baku, 100 kg per hari. Untuk variannya dua, yaitu udang dan manis. Ada juga yang baru-baru ini ke Malaysia. Pertama di Hongkong, terus kemudian di Malaysia. Kalau yang di Malaysia masih 100 piece, mintanya masih sedikit. Kalau yang di Hongkong sudah 1.500 piece sudah dua kali bulan Februari ini," tandas Bagus.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Gus Fawait Tegaskan Dana Talangan Rp786,57 Miliar Bukan karena Kas Jember Minus

Fawait menjelaskan, defisit merupakan bagian dari mekanisme teknis penyusunan anggaran yang dapat ditutup melalui SiLPA tahun sebelumnya.

Saksikan Rekan Sejawat Meninggal, Begini Cerita Pilu Penumpang yang Selamat di KM Mutiara Sentosa II

Ketika keadaan makin memburuk, Bambang terpaksa meloncat dari ketinggian sekitar empat meter menuju laut dalam kondisi sudah malam.

Pindah Kapal Berkali-kali, Begini Kesaksian Korban KMP Mutiara Sentosa II Sebelum Tiba di Surabaya

Sebagian lainnya dipindahkan ke kapal niaga, kapal SAR, hingga kapal perang milik TNI Angkatan Laut.

Menhub Bongkar Kejanggalan Manifest KMP Mutiara Sentosa 2, Lima Anak Ternyata Tak Tercatat

Temuan itu dicurigai setelah lima anak yang berhasil dievakuasi ternyata tidak tercatat dalam dokumen resmi kapal.

Kesaksian Sopir Logistik KMP Mutiara Sentosa 2: Tak Bisa Menunggu, Semua Harus Melompat

Ketiganya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri setelah kobaran api melahap sebagian besar badan kapal.

Perjuangan Keluarga Cari Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Begini Suasana Live Posko Antemortem

Keluarga korban tidak hanya berjuang melawan ketidakpastian, tetapi juga kesulitan menemukan nama anggota keluarganya di dalam daftar manifes.