Selasa, 22 Sep 2026 20:29 WIB

Demam Tinggi Mendadak hingga Nyeri Hebat, Ini Gejala “Super Flu” yang Perlu Diwaspadai Warga Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 12:33 WIB
Foto: ilustrasi Super Flu
Foto: ilustrasi Super Flu

selalu.id – Warga Surabaya diminta lebih waspada terhadap kemunculan gejala demam tinggi mendadak yang disertai nyeri otot hebat dan rasa lemas berlebihan.

 

Baca Juga: Surabaya Siaga Super Flu, Wali Kota Eri Pastikan Belum Ada Kasus

Kondisi tersebut disebut sebagai salah satu tanda infeksi virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu”.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan dini sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit tersebut. Imbauan ini menyusul laporan perkembangan kasus influenza di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa gejala “super flu” cenderung muncul secara tiba-tiba dan lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

 

“Penderita bisa mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang hebat, sakit kepala berat, serta rasa lemas yang signifikan,” kata Lilik, Selasa (27/1/2026).

 

Selain itu, infeksi juga dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan, batuk kering berkepanjangan, hingga tubuh menggigil. Kondisi ini bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa.

 

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Virus Influenza A H3N2 subclade K menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung seperti berjabat tangan maupun dari permukaan benda yang terkontaminasi virus.

 

Karena itu, interaksi sehari-hari di ruang publik seperti transportasi umum, pusat perbelanjaan, tempat kerja, dan sekolah berpotensi menjadi titik penularan apabila kewaspadaan diabaikan.

 

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Upaya pencegahan sederhana dinilai efektif menekan risiko penularan, seperti memakai masker di keramaian, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan dengan sabun.

 

Warga juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, cukup istirahat, dan memenuhi kebutuhan vitamin.

 

“Jika mengalami gejala influenza dengan demam tinggi dan nyeri hebat, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegas Lilik.

 

Melalui surat edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga meminta jajaran perangkat daerah hingga tingkat kelurahan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peka mengenali gejala awal dan melakukan langkah pencegahan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Baru Jalan Tol, Jangan Diabaikan Bila Tak Mau Kena Sanksi Tegas

Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat ketentuan lama yang diatur dalam Permen PU Nomor 16 Tahun 2014.

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.

Maling Motor asal Sidoarjo Dibekuk Polisi Mojokerto, 3 Penadah Ikut Diamankan

Kasus ini terungkap setelah tim melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, Lomba Kampung Pancasila menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.