Minggu, 01 Feb 2026 03:36 WIB

Demam Tinggi Mendadak hingga Nyeri Hebat, Ini Gejala “Super Flu” yang Perlu Diwaspadai Warga Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 12:33 WIB
Foto: ilustrasi Super Flu
Foto: ilustrasi Super Flu

selalu.id – Warga Surabaya diminta lebih waspada terhadap kemunculan gejala demam tinggi mendadak yang disertai nyeri otot hebat dan rasa lemas berlebihan.

 

Baca Juga: Surabaya Siaga Super Flu, Wali Kota Eri Pastikan Belum Ada Kasus

Kondisi tersebut disebut sebagai salah satu tanda infeksi virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu”.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan dini sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit tersebut. Imbauan ini menyusul laporan perkembangan kasus influenza di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa gejala “super flu” cenderung muncul secara tiba-tiba dan lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

 

“Penderita bisa mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang hebat, sakit kepala berat, serta rasa lemas yang signifikan,” kata Lilik, Selasa (27/1/2026).

 

Selain itu, infeksi juga dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan, batuk kering berkepanjangan, hingga tubuh menggigil. Kondisi ini bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa.

 

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Virus Influenza A H3N2 subclade K menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung seperti berjabat tangan maupun dari permukaan benda yang terkontaminasi virus.

 

Karena itu, interaksi sehari-hari di ruang publik seperti transportasi umum, pusat perbelanjaan, tempat kerja, dan sekolah berpotensi menjadi titik penularan apabila kewaspadaan diabaikan.

 

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Upaya pencegahan sederhana dinilai efektif menekan risiko penularan, seperti memakai masker di keramaian, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan dengan sabun.

 

Warga juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, cukup istirahat, dan memenuhi kebutuhan vitamin.

 

“Jika mengalami gejala influenza dengan demam tinggi dan nyeri hebat, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegas Lilik.

 

Melalui surat edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga meminta jajaran perangkat daerah hingga tingkat kelurahan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peka mengenali gejala awal dan melakukan langkah pencegahan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan pohon tumbang dan mendata jumlah pasti rumah warga yang terdampak.

Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

Mereka dikenal sebagai pasangan tajir yang kerap menghabiskan malam di pusat hiburan elit seperti Societeit Harmoni, tempat berkumpul kalangan bangsawan.

Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

Juan Andres Guerrero-Saade dari SentinelOne menyebut kondisi ini sebagai "gunung es" yang luput dari perhatian industri AI global.

Momen Wali Kota Mojokerto Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah di Jepang

Ning Ita berkomitmen untuk memperluas kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, masyarakat, mitra Jepang, Rekosistem, serta sektor swasta.

Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

Setelah hasil penyelidikan maksimal diperoleh, proses gelar perkara akan segera dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Konkret Bantu Pelaku Usaha Kecil Naik Kelas

Pemkot Surabaya berencana menyiapkan tindak lanjut berupa kegiatan pembinaan yang lebih teknis, termasuk pendampingan perizinan dan akses pembiayaan.