Jumat, 05 Jun 2026 06:35 WIB

Demam Tinggi Mendadak hingga Nyeri Hebat, Ini Gejala “Super Flu” yang Perlu Diwaspadai Warga Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Jan 2026 12:33 WIB
Foto: ilustrasi Super Flu
Foto: ilustrasi Super Flu

selalu.id – Warga Surabaya diminta lebih waspada terhadap kemunculan gejala demam tinggi mendadak yang disertai nyeri otot hebat dan rasa lemas berlebihan.

 

Baca Juga: Surabaya Siaga Super Flu, Wali Kota Eri Pastikan Belum Ada Kasus

Kondisi tersebut disebut sebagai salah satu tanda infeksi virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai “super flu”.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan dini sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit tersebut. Imbauan ini menyusul laporan perkembangan kasus influenza di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Timur.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa gejala “super flu” cenderung muncul secara tiba-tiba dan lebih berat dibandingkan flu musiman biasa.

 

“Penderita bisa mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang hebat, sakit kepala berat, serta rasa lemas yang signifikan,” kata Lilik, Selasa (27/1/2026).

 

Selain itu, infeksi juga dapat menimbulkan gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan, batuk kering berkepanjangan, hingga tubuh menggigil. Kondisi ini bisa membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa.

 

Baca Juga: Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

Virus Influenza A H3N2 subclade K menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung seperti berjabat tangan maupun dari permukaan benda yang terkontaminasi virus.

 

Karena itu, interaksi sehari-hari di ruang publik seperti transportasi umum, pusat perbelanjaan, tempat kerja, dan sekolah berpotensi menjadi titik penularan apabila kewaspadaan diabaikan.

 

Meski demikian, Pemkot Surabaya menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Upaya pencegahan sederhana dinilai efektif menekan risiko penularan, seperti memakai masker di keramaian, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rutin mencuci tangan dengan sabun.

 

Warga juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, cukup istirahat, dan memenuhi kebutuhan vitamin.

 

“Jika mengalami gejala influenza dengan demam tinggi dan nyeri hebat, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegas Lilik.

 

Melalui surat edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga meminta jajaran perangkat daerah hingga tingkat kelurahan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peka mengenali gejala awal dan melakukan langkah pencegahan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.