Selasa, 03 Feb 2026 08:17 WIB

Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Jan 2026 14:17 WIB

selalu.id - Munculnya kasus super flu di sejumlah daerah memicu keresahan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan temuan kasus terbanyak, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik dalam menyikapi merebaknya super flu di Jawa Timur.

Baca Juga: Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, super flu masih termasuk penyakit influenza, tepatnya influenza A subclade K. Meski tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan flu biasa, penyakit ini tidak bersifat mematikan seperti Covid-19.

“Super flu itu sebenarnya influenza juga. Penularannya memang lebih cepat, tapi tidak seperti Covid-19,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan kelompok yang paling rentan terpapar adalah lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit penyerta. Gejala yang muncul disebut relatif sama dengan influenza pada umumnya.

“Gejalanya batuk, pilek, demam, hampir sama dengan flu biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi tubuh yang lelah dan penurunan daya tahan tubuh, terutama setelah bepergian, menjadi faktor yang mempermudah penularan.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

“Tanpa super flu pun, saat capek dan daya tahan tubuh turun, influenza memang mudah menular,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kepanikan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kita tidak boleh panik. Tetap tenang itu sudah 50 persen dari obat. Kalau stres, imunitas malah turun,” tegasnya.

Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, seperti menggunakan masker saat mengalami gejala flu, mencukupi asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melakukan langkah antisipasi melalui sistem skrining di fasilitas kesehatan, baik bagi pasien BPJS maupun non-BPJS.

Masyarakat juga diminta melakukan skrining mandiri dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika merasakan gejala.

“Dinkes sudah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp kampung-kampung. Pencegahan harus dilakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.