Senin, 19 Okt 2026 19:18 WIB

Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Jan 2026 14:17 WIB

selalu.id - Munculnya kasus super flu di sejumlah daerah memicu keresahan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan temuan kasus terbanyak, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik dalam menyikapi merebaknya super flu di Jawa Timur.

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, super flu masih termasuk penyakit influenza, tepatnya influenza A subclade K. Meski tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan flu biasa, penyakit ini tidak bersifat mematikan seperti Covid-19.

“Super flu itu sebenarnya influenza juga. Penularannya memang lebih cepat, tapi tidak seperti Covid-19,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan kelompok yang paling rentan terpapar adalah lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit penyerta. Gejala yang muncul disebut relatif sama dengan influenza pada umumnya.

“Gejalanya batuk, pilek, demam, hampir sama dengan flu biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi tubuh yang lelah dan penurunan daya tahan tubuh, terutama setelah bepergian, menjadi faktor yang mempermudah penularan.

Baca Juga: RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

“Tanpa super flu pun, saat capek dan daya tahan tubuh turun, influenza memang mudah menular,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kepanikan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kita tidak boleh panik. Tetap tenang itu sudah 50 persen dari obat. Kalau stres, imunitas malah turun,” tegasnya.

Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, seperti menggunakan masker saat mengalami gejala flu, mencukupi asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup.

Baca Juga: Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melakukan langkah antisipasi melalui sistem skrining di fasilitas kesehatan, baik bagi pasien BPJS maupun non-BPJS.

Masyarakat juga diminta melakukan skrining mandiri dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika merasakan gejala.

“Dinkes sudah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp kampung-kampung. Pencegahan harus dilakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.