Rabu, 11 Feb 2026 15:57 WIB

Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Jan 2026 14:17 WIB

selalu.id - Munculnya kasus super flu di sejumlah daerah memicu keresahan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan temuan kasus terbanyak, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik dalam menyikapi merebaknya super flu di Jawa Timur.

Baca Juga: Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, super flu masih termasuk penyakit influenza, tepatnya influenza A subclade K. Meski tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan flu biasa, penyakit ini tidak bersifat mematikan seperti Covid-19.

“Super flu itu sebenarnya influenza juga. Penularannya memang lebih cepat, tapi tidak seperti Covid-19,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan kelompok yang paling rentan terpapar adalah lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit penyerta. Gejala yang muncul disebut relatif sama dengan influenza pada umumnya.

“Gejalanya batuk, pilek, demam, hampir sama dengan flu biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi tubuh yang lelah dan penurunan daya tahan tubuh, terutama setelah bepergian, menjadi faktor yang mempermudah penularan.

Baca Juga: Jember Resmi Launching FORPROV Jatim III 2026, KORMI Siap Berikan yang Terbaik

“Tanpa super flu pun, saat capek dan daya tahan tubuh turun, influenza memang mudah menular,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kepanikan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kita tidak boleh panik. Tetap tenang itu sudah 50 persen dari obat. Kalau stres, imunitas malah turun,” tegasnya.

Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, seperti menggunakan masker saat mengalami gejala flu, mencukupi asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup.

Baca Juga: Gempa Pacitan Terasa hingga Mojokerto, Warga Panik

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melakukan langkah antisipasi melalui sistem skrining di fasilitas kesehatan, baik bagi pasien BPJS maupun non-BPJS.

Masyarakat juga diminta melakukan skrining mandiri dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika merasakan gejala.

“Dinkes sudah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp kampung-kampung. Pencegahan harus dilakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.

Gedung TK di Kedurus Surabaya Terancam Roboh, DPRD Turun Tangan

“Tidak boleh ada masalah warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif,” jelas Cak Yebe.