Jumat, 04 Sep 2026 14:46 WIB

Kasus Super Flu Meningkat, DPRD Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Jan 2026 14:17 WIB

selalu.id - Munculnya kasus super flu di sejumlah daerah memicu keresahan masyarakat. Data Kementerian Kesehatan RI mencatat Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan temuan kasus terbanyak, bersama Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik dalam menyikapi merebaknya super flu di Jawa Timur.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, super flu masih termasuk penyakit influenza, tepatnya influenza A subclade K. Meski tingkat penularannya lebih cepat dibandingkan flu biasa, penyakit ini tidak bersifat mematikan seperti Covid-19.

“Super flu itu sebenarnya influenza juga. Penularannya memang lebih cepat, tapi tidak seperti Covid-19,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan kelompok yang paling rentan terpapar adalah lansia, anak-anak, serta masyarakat dengan penyakit penyerta. Gejala yang muncul disebut relatif sama dengan influenza pada umumnya.

“Gejalanya batuk, pilek, demam, hampir sama dengan flu biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi tubuh yang lelah dan penurunan daya tahan tubuh, terutama setelah bepergian, menjadi faktor yang mempermudah penularan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

“Tanpa super flu pun, saat capek dan daya tahan tubuh turun, influenza memang mudah menular,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan kepanikan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

“Kita tidak boleh panik. Tetap tenang itu sudah 50 persen dari obat. Kalau stres, imunitas malah turun,” tegasnya.

Untuk pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, seperti menggunakan masker saat mengalami gejala flu, mencukupi asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Surabaya telah melakukan langkah antisipasi melalui sistem skrining di fasilitas kesehatan, baik bagi pasien BPJS maupun non-BPJS.

Masyarakat juga diminta melakukan skrining mandiri dan segera mendatangi puskesmas terdekat jika merasakan gejala.

“Dinkes sudah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp kampung-kampung. Pencegahan harus dilakukan bersama antara masyarakat dan pemerintah,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.