Kamis, 04 Jun 2026 21:01 WIB

Kronologi Pembunuhan Mahasiswi UMM, Tersangka Sekap Korban dari Probolinggo

selalu.id Detil pembunuhan Faradila Amelia Najwa (21), mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polda Jawa Timur pada Selasa (13/1/2026). Dua tersangka, Bripka Agus Sulaiman dan Suyitno, memperagakan 14 adegan yang menggambarkan rangkaian penyekapan hingga pembuangan jasad korban.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur menjelaskan, pembunuhan bermula dari penyekapan korban di rumah milik Bripka Agus di Probolinggo. Rumah tersebut disebut merupakan pemberian orang tua tersangka.

Baca Juga: Melihat Dari Dekat Penganiayaan hingga Pembunuhan Istri dan Mertua di Mojokerto

"Intinya korban sudah disekap sejak dari rumah di Probolinggo. Di rumah itu tempat penyekapan. Itu rumah si (Bripka) Agus pemberian dari orangtuanya," ujar Jumhur.

Setelah korban disekap, kedua tersangka membawa Faradila dari Probolinggo menuju Kabupaten Batu, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Cangar. Namun, rencana awal untuk mengeksekusi korban di kawasan Cangar sempat dibatalkan.

"Jadi mereka perjalanan dari Probolinggo ke Batu, lalu ke Cangar. Di sana, korban diduga hendak dieksekusi. Tapi tidak jadi, lalu balik lagi ke Batu, antara Cangar dan Batu korban lalu dieksekusi," tegas Jumhur.

Baca Juga: Tak Sampai Setengah Hari, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Sekuriti di Sukomanunggal

Selama perjalanan, korban berada dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta wajah dibekap lakban. Pembunuhan dilakukan di dalam mobil dengan cara mencekik korban secara bergantian.

"Pertama yang mencekik itu tersangka Suyitno, baru kemudian si Agus, dan mati. Setelah memastikan korban tak bernyawa, dua pelaku melepas lakban saat perjalanan ke Pasuruan, lokasi pembuangan," jelas Jumhur.

Baca Juga: Sekuriti Perumahan di Surabaya Tewas Bersimbah Darah, Diduga Dibunuh

Jumhur juga mengungkapkan bahwa kedua tersangka sempat menyusun skenario untuk mengelabui penyelidikan dengan membeli helm, guna membuat peristiwa tersebut seolah-olah merupakan aksi kejahatan begal.

"Jadi mereka ini menyetting seolah korban ini korban begal," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.