Sabtu, 06 Jun 2026 03:15 WIB

Pria Tewas Dengan Luka Bacok di Wonokusumo Surabaya, Identitas Belum Diketahui

Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto sedang memeriksa jasad korban.
Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto sedang memeriksa jasad korban.

selalu.id – Seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di pertigaan kawasan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, pada Minggu (18/1) dini hari sekitar pukul 04.10 WIB. Korban tergeletak dalam posisi terlentang dengan luka bacok di bagian perut dan sudah tidak bernyawa ketika ditemukan warga sekitar.

Kapolsek Semampir, Kompol Herry Iswanto, mengonfirmasi peristiwa dugaan pembunuhan tersebut. Menurutnya, petugas segera bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

“Begitu menerima laporan tentang adanya orang tergeletak dengan kondisi tidak baik, kami bersama tim piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan melakukan pemeriksaan awal,” ujar Kompol Herry.

Pemeriksaan awal di lapangan menyatakan korban meninggal dunia di tempat. Hingga saat ini, identitas korban masih belum dapat dipastikan karena tidak ditemukan dokumen pengenal pada tubuhnya. Namun, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Stylo berwarna abu-abu dengan nomor polisi L 5506 DAM yang terparkir menggunakan standar samping tidak jauh dari lokasi kejadian, yang diduga merupakan kendaraan milik korban.

Proses pengolahan TKP melibatkan berbagai pihak terkait, antara lain personel Pamapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak, tim Identifikasi Forensik (Inafis), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Semampir. Selama penyelidikan awal, petugas juga telah mengumpulkan keterangan dari tiga orang saksi, termasuk penjaga warung kopi dan warga sekitar yang berada di lokasi saat kejadian.

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Sekitar pukul 06.15 WIB, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans milik Pemerintah Kota Surabaya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.

Kasus ini kini menjadi tanggung jawab Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi sedang mendalami berbagai kemungkinan motif kejadian serta melakukan upaya maksimal untuk menemukan pelaku yang diduga melarikan diri setelah peristiwa terjadi.

“Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terkait motif dan juga sedang mencari jejak pelaku dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal,” tambah Kompol Herry.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, membenarkan penemuan korban tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan masih berlangsung dan pihaknya juga terus berupaya mengungkap identitas korban melalui berbagai jalur.

“Penyelidikan terhadap kasus ini masih berjalan terus sesuai prosedur hukum. Selain itu, tim juga sedang melakukan berbagai upaya untuk mengetahui siapa korban sebenarnya,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.