Senin, 28 Sep 2026 09:58 WIB

Hemat Rp6,7 Miliar, Volume Sampah Surabaya Masih Tinggi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 10:40 WIB

selalu.id Pemerintah Kota Surabaya mengklaim pengolahan sampah organik melalui rumah kompos mampu menekan biaya pengangkutan sampah hingga Rp6,73 miliar per tahun. Namun, tingginya timbulan sampah harian menunjukkan persoalan pengelolaan sampah di Kota Surabaya masih menjadi tantangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Dedik Irianto, menyebut timbulan sampah di Surabaya saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Volume tersebut mencerminkan beban besar yang masih harus ditangani, baik dari sisi pengurangan di sumber maupun pengolahan di hilir.

Baca Juga: TPST Berbek Sidoarjo Genap 10 Tahun, Sampah Rumah Tangga Disulap jadi Sumber Cuan Warga

“Jumlah timbulan sampah di Kota Surabaya sekitar 1.800 ton per hari,” ujar Dedik, Rabu (14/1/2026).

Untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Benowo, DLH Surabaya mengoperasikan 27 rumah kompos yang tersebar di sejumlah wilayah. Total kapasitas pengolahan sampah organik dari fasilitas tersebut mencapai 95,17 ton per hari.

Dedik menjelaskan, bahan baku rumah kompos berasal dari hasil perantingan pohon, pohon tumbang, serta sampah sayuran dari pasar. Pengolahan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.

Baca Juga: Mengenal Program Pisang Danor, Strategi Surabaya dalam Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA

Selain rumah kompos, DLH Surabaya juga mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah TPS 3R untuk menangani sampah anorganik. Saat ini terdapat 12 TPS 3R dengan kapasitas antara 10 hingga 20 ton per hari.

Namun demikian, Dedik mengakui residu sampah dari TPS 3R masih cukup besar. Dari setiap TPS, sekitar 50 persen sampah yang diolah tetap harus dibuang ke TPA Benowo.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Pengolahan Sampah Ilegal di Keputih, Baunya Menyengat

“Kalau kapasitasnya 10 ton, residunya masih sekitar 5 ton. Itu tetap harus dibuang ke TPA Benowo,” katanya.

DLH Surabaya juga mencatat penghematan anggaran lain dari pengolahan sampah organik, antara lain pengurangan biaya pengolahan di TPA Benowo hingga Rp7,36 miliar per tahun serta efisiensi belanja pupuk untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau. Meski demikian, data tersebut menunjukkan upaya efisiensi anggaran belum sebanding dengan besarnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pertahankan Gelar, Kota Mojokerto Borong 8 Penghargaan dan Juara Umum Fesyar Regional Jawa

Penghargaan diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Hasil UEFA Nations League 2026: Portugal Kalahkan Norwegia 2-1, Joao Felix dan Goncalo Ramos Cetak Gol

Hasil ini membuat Portugal kokoh di puncak klasemen Grup 4 UEFA Nations League A 2026/2027.

Berangkat dari Hobi, David Raup Omset dari Ternak Burung Murai

Tahun 2014 jadi titik balik. Burung yang tidak sedang dalam kondisi lomba ia masukkan ke kandang ternak. Dari situlah D'Javid Bird Farm lahir.

Gunung Merapi Kembali Erupsi, Warga Diimbau Waspada

Atas kondisi ini, BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Persela Lamongan Bantai PSBS Biak 6-0, Ini Kata Coach Bima Sakti

Tambahan tiga angka ini membuat Persela Lamongan kokoh di papan atas Grup B dengan mengemas 9 poin sempurna dari tiga laga.

Pesawat Militer Kongo Jatuh di Pemukiman: 17 Orang Tewas, Termasuk Dua Jenderal

Militer Republik Demokratik Kongo membenarkan dua petinggi hukum militer berada di dalam penerbangan naas tersebut saat menjalankan tugas resmi.