Senin, 09 Feb 2026 18:21 WIB

Hemat Rp6,7 Miliar, Volume Sampah Surabaya Masih Tinggi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 14 Jan 2026 10:40 WIB

selalu.id Pemerintah Kota Surabaya mengklaim pengolahan sampah organik melalui rumah kompos mampu menekan biaya pengangkutan sampah hingga Rp6,73 miliar per tahun. Namun, tingginya timbulan sampah harian menunjukkan persoalan pengelolaan sampah di Kota Surabaya masih menjadi tantangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya, Dedik Irianto, menyebut timbulan sampah di Surabaya saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Volume tersebut mencerminkan beban besar yang masih harus ditangani, baik dari sisi pengurangan di sumber maupun pengolahan di hilir.

Baca Juga: Sidak ke Pasar Wonokromo, Menteri LH: Adipura Surabaya Perlu Dikoreksi 

“Jumlah timbulan sampah di Kota Surabaya sekitar 1.800 ton per hari,” ujar Dedik, Rabu (14/1/2026).

Untuk menekan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Benowo, DLH Surabaya mengoperasikan 27 rumah kompos yang tersebar di sejumlah wilayah. Total kapasitas pengolahan sampah organik dari fasilitas tersebut mencapai 95,17 ton per hari.

Dedik menjelaskan, bahan baku rumah kompos berasal dari hasil perantingan pohon, pohon tumbang, serta sampah sayuran dari pasar. Pengolahan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA.

Baca Juga: Belajar dari Surabaya, Mangaung Afrika Selatan Teken MoM Pengelolaan Sampah dan Energi

Selain rumah kompos, DLH Surabaya juga mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah TPS 3R untuk menangani sampah anorganik. Saat ini terdapat 12 TPS 3R dengan kapasitas antara 10 hingga 20 ton per hari.

Namun demikian, Dedik mengakui residu sampah dari TPS 3R masih cukup besar. Dari setiap TPS, sekitar 50 persen sampah yang diolah tetap harus dibuang ke TPA Benowo.

Baca Juga: SMP Labschool Unesa 3 tanamkan pendidikan karakter lewat KTS

“Kalau kapasitasnya 10 ton, residunya masih sekitar 5 ton. Itu tetap harus dibuang ke TPA Benowo,” katanya.

DLH Surabaya juga mencatat penghematan anggaran lain dari pengolahan sampah organik, antara lain pengurangan biaya pengolahan di TPA Benowo hingga Rp7,36 miliar per tahun serta efisiensi belanja pupuk untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau. Meski demikian, data tersebut menunjukkan upaya efisiensi anggaran belum sebanding dengan besarnya volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Banyak masyarakat memilih untuk merapikan penampilan sebagai bentuk persiapan menyambut tahun baru, dengan tren gaya rambut yang semakin beragam dan bebas.

Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya yang menyedot anggaran hingga miliaran rupiah.

Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Alat-alat tersebut rencananya akan mulai tiba secara bertahap pada semester-II tahun 2026.

Kasus Korupsi Bimtek DPRD Surabaya, Siapa yang Akan Jadi Tersangka?

Kasus ini berpusat pada dugaan penyalahgunaan anggaran kegiatan bimtek bagi anggota DPRD Surabaya dengan anggaran miliaran rupiah.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.