Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Belajar dari Surabaya, Mangaung Afrika Selatan Teken MoM Pengelolaan Sampah dan Energi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 13 Nov 2025 11:56 WIB

selalu.id – Keberhasilan Surabaya dalam mengelola sampah dan membangun kota berkelanjutan menarik perhatian dunia. Pemerintah Kota (Pemkot) Mangaung, Afrika Selatan, datang langsung ke Kota Pahlawan untuk belajar dan menjalin kerja sama resmi dengan Pemkot Surabaya.

 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Rombongan yang dipimpin Wali Kota Mangaung, Gregory Nthatisi, disambut Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mewakili Wali Kota Eri Cahyadi di Ruang Sidang Sekda, Rabu (12/11/2025).

 

Kunjungan ini diinisiasi oleh Konsulat Jenderal Indonesia di Cape Town dan bertujuan memperkuat hubungan kerja sama internasional antarkota, khususnya dalam bidang pembangunan berkelanjutan.

 

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menjelaskan bahwa kedua kota menandatangani Minutes of Meeting (MoM) yang mencakup enam bidang kerja sama prioritas: ekonomi, perdagangan dan investasi, pengelolaan sampah, pendidikan, kebudayaan dan kepemudaan, pengembangan infrastruktur, serta energi berkelanjutan.

 

“Fokus utama dari kerja sama ini adalah menciptakan kota yang berkelanjutan, bersih, dan ramah lingkungan. Pemerintah Kota Mangaung secara khusus ingin mempelajari sistem pengelolaan sampah di Surabaya yang dinilai berhasil,” kata Irvan.

 

Surabaya yang memproduksi sekitar 1.800 ton sampah per hari telah menerapkan sistem waste-to-energy yang mampu menghasilkan sekitar 11 megawatt listrik. Selain itu, sekitar 200 ton sampah per hari dikelola warga melalui bank sampah di tingkat komunitas.

 

“Sampah bernilai ekonomis dipilah warga, sedangkan sampah organik diolah menjadi pupuk atau pakan maggot yang dimanfaatkan peternak ayam dan ikan,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

 

Pemkot menargetkan pembangunan empat fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) untuk menuntaskan pengelolaan 600 ton sampah yang belum terolah dalam dua tahun ke depan.

 

Sementara itu, Wali Kota Mangaung, Gregory Nthatisi, mengungkapkan alasan memilih Surabaya sebagai mitra kerja sama.

 

“Kami memilih Indonesia karena memiliki sejarah kolonisasi yang sama. Kami melihat Surabaya memiliki struktur kota yang sangat baik dan terorganisir,” kata Gregory.

 

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Mangaung yang berpenduduk sekitar 850 ribu jiwa merupakan kota metropolitan utama di Provinsi Free State, mencakup Bloemfontein, ibu kota yudisial Afrika Selatan. Menurut Gregory, sistem dan semangat masyarakat Surabaya dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kotanya.

 

Selama kunjungan hingga 13 November 2025, delegasi Mangaung akan meninjau Taman Harmoni Keputih, Pusat Daur Ulang Jambangan, TPA Benowo, dan Rumah Batik Suramadu.

 

“Kami berharap kunjungan ini membuka jalan kerja sama yang saling menguntungkan, terutama dalam menciptakan praktik terbaik bagi pembangunan kota berkelanjutan,” pungkas Gregory.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.