Kamis, 22 Okt 2026 10:02 WIB

Fasum Graha Famili Disulap Jadi Kafe, Warga Soroti Ancaman Keselamatan di Samping Gardu Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:47 WIB

selalu.id - Penolakan warga Perumahan Graha Famili menguat menyusul berdirinya bangunan komersial Cafe Nook di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum. Selain mempersoalkan fungsi lahan, warga juga menyoroti potensi ancaman keselamatan karena lokasi kafe berdampingan langsung dengan gardu listrik bertegangan tinggi.

Keresahan disampaikan warga yang tinggal di kawasan Jalan Boulevard Famili Selatan. Mereka menilai pembangunan tersebut melanggar komitmen awal pengembang dan berisiko membahayakan lingkungan perumahan.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Minum Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Pemkot: PDAM Bakal Ambil Alih

“Di satu titik berdiri gardu listrik dan bangunan restoran. Ini berisiko tinggi. Kalau terjadi kebakaran atau korsleting, siapa yang menjamin keselamatan warga?” tegas perwakilan warga Graha Famili, Alexander Maria Pribadi, Kamis (8/1/2026).

Alexander menjelaskan persoalan bermula dari alih fungsi lahan seluas 7.743 meter persegi yang berada di belakang Blok U dan di samping Blok SS. Saat awal pembelian rumah, pengembang PT Sanggar Asri Sentosa menjanjikan lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

“Di brosur jelas disebut lapangan tenis dan area olahraga. Itu salah satu alasan kami membeli rumah di sini. Tapi sekarang malah berubah jadi kawasan komersial tanpa sosialisasi ke warga,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran warga ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, status lahan tersebut hingga kini masih tercatat sebagai fasilitas umum dan lapangan tenis.

Namun kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang. Pembangunan Cafe Nook tetap berjalan dan disebut telah mengantongi izin pembangunan sejak Mei 2025, meski status lahan belum berubah.

Baca Juga: Pengolahan Air Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Bebas Izin atau Lolos Pengawasan?

“Secara administrasi masih fasum, tapi bangunan tetap berdiri. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Kami heran, izin bisa keluar di tengah status lahan yang belum klir,” kata Alexander.

Warga menyebut polemik ini telah disampaikan melalui berbagai jalur resmi. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sempat meninjau langsung lokasi. Komisi A DPRD Surabaya juga telah memfasilitasi rapat dengar pendapat.

Meski sempat ada instruksi penghentian sementara, aktivitas pembangunan kembali berjalan. Saat ini, fisik bangunan kafe disebut hampir rampung.

“Penghentian itu seperti setengah hati. Setelah itu alat berat masuk lagi tanpa penjelasan terbuka soal izin ke warga,” imbuhnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Pelecehan Anak, Komisi B DPRD Surabaya Desak Audit Total Izin Black Owl

Selain risiko kebakaran akibat kedekatan dengan gardu listrik, warga juga mengkhawatirkan potensi kemacetan dan kebisingan. Akses menuju lokasi merupakan jalan internal perumahan yang dinilai tidak dirancang untuk aktivitas usaha komersial.

Warga mendesak Pemerintah Kota Surabaya bersikap tegas dan meminta PT Sanggar Asri Sentosa membuka seluruh dokumen perizinan. Mereka juga menuntut agar lahan tersebut dikembalikan ke fungsi awal sebagai sarana olahraga.

“Jangan korbankan keselamatan dan hak warga demi kepentingan bisnis,” pungkas Alexander.

Editor : Ading
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.