Rabu, 22 Jul 2026 20:17 WIB

Fasum Graha Famili Disulap Jadi Kafe, Warga Soroti Ancaman Keselamatan di Samping Gardu Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:47 WIB

selalu.id - Penolakan warga Perumahan Graha Famili menguat menyusul berdirinya bangunan komersial Cafe Nook di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum. Selain mempersoalkan fungsi lahan, warga juga menyoroti potensi ancaman keselamatan karena lokasi kafe berdampingan langsung dengan gardu listrik bertegangan tinggi.

Keresahan disampaikan warga yang tinggal di kawasan Jalan Boulevard Famili Selatan. Mereka menilai pembangunan tersebut melanggar komitmen awal pengembang dan berisiko membahayakan lingkungan perumahan.

Baca Juga: Buntut Kasus Pelecehan Anak, Komisi B DPRD Surabaya Desak Audit Total Izin Black Owl

“Di satu titik berdiri gardu listrik dan bangunan restoran. Ini berisiko tinggi. Kalau terjadi kebakaran atau korsleting, siapa yang menjamin keselamatan warga?” tegas perwakilan warga Graha Famili, Alexander Maria Pribadi, Kamis (8/1/2026).

Alexander menjelaskan persoalan bermula dari alih fungsi lahan seluas 7.743 meter persegi yang berada di belakang Blok U dan di samping Blok SS. Saat awal pembelian rumah, pengembang PT Sanggar Asri Sentosa menjanjikan lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

“Di brosur jelas disebut lapangan tenis dan area olahraga. Itu salah satu alasan kami membeli rumah di sini. Tapi sekarang malah berubah jadi kawasan komersial tanpa sosialisasi ke warga,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran warga ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, status lahan tersebut hingga kini masih tercatat sebagai fasilitas umum dan lapangan tenis.

Namun kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang. Pembangunan Cafe Nook tetap berjalan dan disebut telah mengantongi izin pembangunan sejak Mei 2025, meski status lahan belum berubah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Segel Graha Family jika Tak Lunasi Pajak Rp12,2 Miliar

“Secara administrasi masih fasum, tapi bangunan tetap berdiri. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Kami heran, izin bisa keluar di tengah status lahan yang belum klir,” kata Alexander.

Warga menyebut polemik ini telah disampaikan melalui berbagai jalur resmi. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sempat meninjau langsung lokasi. Komisi A DPRD Surabaya juga telah memfasilitasi rapat dengar pendapat.

Meski sempat ada instruksi penghentian sementara, aktivitas pembangunan kembali berjalan. Saat ini, fisik bangunan kafe disebut hampir rampung.

“Penghentian itu seperti setengah hati. Setelah itu alat berat masuk lagi tanpa penjelasan terbuka soal izin ke warga,” imbuhnya.

Baca Juga: 17 Tahun Tak Bayar PBB, Tunggakan Pengembang Graha Family Capai Rp12,2 Miliar

Selain risiko kebakaran akibat kedekatan dengan gardu listrik, warga juga mengkhawatirkan potensi kemacetan dan kebisingan. Akses menuju lokasi merupakan jalan internal perumahan yang dinilai tidak dirancang untuk aktivitas usaha komersial.

Warga mendesak Pemerintah Kota Surabaya bersikap tegas dan meminta PT Sanggar Asri Sentosa membuka seluruh dokumen perizinan. Mereka juga menuntut agar lahan tersebut dikembalikan ke fungsi awal sebagai sarana olahraga.

“Jangan korbankan keselamatan dan hak warga demi kepentingan bisnis,” pungkas Alexander.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.