Selasa, 03 Feb 2026 01:12 WIB

Fasum Graha Famili Disulap Jadi Kafe, Warga Soroti Ancaman Keselamatan di Samping Gardu Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:47 WIB

selalu.id - Penolakan warga Perumahan Graha Famili menguat menyusul berdirinya bangunan komersial Cafe Nook di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum. Selain mempersoalkan fungsi lahan, warga juga menyoroti potensi ancaman keselamatan karena lokasi kafe berdampingan langsung dengan gardu listrik bertegangan tinggi.

Keresahan disampaikan warga yang tinggal di kawasan Jalan Boulevard Famili Selatan. Mereka menilai pembangunan tersebut melanggar komitmen awal pengembang dan berisiko membahayakan lingkungan perumahan.

Baca Juga: Buntut Kasus Pelecehan Anak, Komisi B DPRD Surabaya Desak Audit Total Izin Black Owl

“Di satu titik berdiri gardu listrik dan bangunan restoran. Ini berisiko tinggi. Kalau terjadi kebakaran atau korsleting, siapa yang menjamin keselamatan warga?” tegas perwakilan warga Graha Famili, Alexander Maria Pribadi, Kamis (8/1/2026).

Alexander menjelaskan persoalan bermula dari alih fungsi lahan seluas 7.743 meter persegi yang berada di belakang Blok U dan di samping Blok SS. Saat awal pembelian rumah, pengembang PT Sanggar Asri Sentosa menjanjikan lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

“Di brosur jelas disebut lapangan tenis dan area olahraga. Itu salah satu alasan kami membeli rumah di sini. Tapi sekarang malah berubah jadi kawasan komersial tanpa sosialisasi ke warga,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran warga ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, status lahan tersebut hingga kini masih tercatat sebagai fasilitas umum dan lapangan tenis.

Namun kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang. Pembangunan Cafe Nook tetap berjalan dan disebut telah mengantongi izin pembangunan sejak Mei 2025, meski status lahan belum berubah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Segel Graha Family jika Tak Lunasi Pajak Rp12,2 Miliar

“Secara administrasi masih fasum, tapi bangunan tetap berdiri. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Kami heran, izin bisa keluar di tengah status lahan yang belum klir,” kata Alexander.

Warga menyebut polemik ini telah disampaikan melalui berbagai jalur resmi. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sempat meninjau langsung lokasi. Komisi A DPRD Surabaya juga telah memfasilitasi rapat dengar pendapat.

Meski sempat ada instruksi penghentian sementara, aktivitas pembangunan kembali berjalan. Saat ini, fisik bangunan kafe disebut hampir rampung.

“Penghentian itu seperti setengah hati. Setelah itu alat berat masuk lagi tanpa penjelasan terbuka soal izin ke warga,” imbuhnya.

Baca Juga: 17 Tahun Tak Bayar PBB, Tunggakan Pengembang Graha Family Capai Rp12,2 Miliar

Selain risiko kebakaran akibat kedekatan dengan gardu listrik, warga juga mengkhawatirkan potensi kemacetan dan kebisingan. Akses menuju lokasi merupakan jalan internal perumahan yang dinilai tidak dirancang untuk aktivitas usaha komersial.

Warga mendesak Pemerintah Kota Surabaya bersikap tegas dan meminta PT Sanggar Asri Sentosa membuka seluruh dokumen perizinan. Mereka juga menuntut agar lahan tersebut dikembalikan ke fungsi awal sebagai sarana olahraga.

“Jangan korbankan keselamatan dan hak warga demi kepentingan bisnis,” pungkas Alexander.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.