Minggu, 06 Sep 2026 23:58 WIB

Fasum Graha Famili Disulap Jadi Kafe, Warga Soroti Ancaman Keselamatan di Samping Gardu Listrik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:47 WIB

selalu.id - Penolakan warga Perumahan Graha Famili menguat menyusul berdirinya bangunan komersial Cafe Nook di atas lahan yang tercatat sebagai fasilitas umum. Selain mempersoalkan fungsi lahan, warga juga menyoroti potensi ancaman keselamatan karena lokasi kafe berdampingan langsung dengan gardu listrik bertegangan tinggi.

Keresahan disampaikan warga yang tinggal di kawasan Jalan Boulevard Famili Selatan. Mereka menilai pembangunan tersebut melanggar komitmen awal pengembang dan berisiko membahayakan lingkungan perumahan.

Baca Juga: Polemik Pengelolaan Air Minum Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Pemkot: PDAM Bakal Ambil Alih

“Di satu titik berdiri gardu listrik dan bangunan restoran. Ini berisiko tinggi. Kalau terjadi kebakaran atau korsleting, siapa yang menjamin keselamatan warga?” tegas perwakilan warga Graha Famili, Alexander Maria Pribadi, Kamis (8/1/2026).

Alexander menjelaskan persoalan bermula dari alih fungsi lahan seluas 7.743 meter persegi yang berada di belakang Blok U dan di samping Blok SS. Saat awal pembelian rumah, pengembang PT Sanggar Asri Sentosa menjanjikan lahan tersebut sebagai ruang terbuka hijau dan sarana olahraga.

“Di brosur jelas disebut lapangan tenis dan area olahraga. Itu salah satu alasan kami membeli rumah di sini. Tapi sekarang malah berubah jadi kawasan komersial tanpa sosialisasi ke warga,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran warga ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, status lahan tersebut hingga kini masih tercatat sebagai fasilitas umum dan lapangan tenis.

Namun kondisi di lapangan dinilai bertolak belakang. Pembangunan Cafe Nook tetap berjalan dan disebut telah mengantongi izin pembangunan sejak Mei 2025, meski status lahan belum berubah.

Baca Juga: Pengolahan Air Mandiri di Perumahan Mewah Surabaya, Bebas Izin atau Lolos Pengawasan?

“Secara administrasi masih fasum, tapi bangunan tetap berdiri. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan. Kami heran, izin bisa keluar di tengah status lahan yang belum klir,” kata Alexander.

Warga menyebut polemik ini telah disampaikan melalui berbagai jalur resmi. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji sempat meninjau langsung lokasi. Komisi A DPRD Surabaya juga telah memfasilitasi rapat dengar pendapat.

Meski sempat ada instruksi penghentian sementara, aktivitas pembangunan kembali berjalan. Saat ini, fisik bangunan kafe disebut hampir rampung.

“Penghentian itu seperti setengah hati. Setelah itu alat berat masuk lagi tanpa penjelasan terbuka soal izin ke warga,” imbuhnya.

Baca Juga: Buntut Kasus Pelecehan Anak, Komisi B DPRD Surabaya Desak Audit Total Izin Black Owl

Selain risiko kebakaran akibat kedekatan dengan gardu listrik, warga juga mengkhawatirkan potensi kemacetan dan kebisingan. Akses menuju lokasi merupakan jalan internal perumahan yang dinilai tidak dirancang untuk aktivitas usaha komersial.

Warga mendesak Pemerintah Kota Surabaya bersikap tegas dan meminta PT Sanggar Asri Sentosa membuka seluruh dokumen perizinan. Mereka juga menuntut agar lahan tersebut dikembalikan ke fungsi awal sebagai sarana olahraga.

“Jangan korbankan keselamatan dan hak warga demi kepentingan bisnis,” pungkas Alexander.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.