Selasa, 21 Jul 2026 21:58 WIB

Kunjungan Tembus 86 Ribu, Kebun Raya Mangrove Sumbang PAD Terbesar DKPP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Des 2025 14:32 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyampaikan capaian pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya (KRM) sepanjang 2025. Kawasan yang berfungsi sebagai konservasi dan edukasi lingkungan ini memiliki luas sekitar 34 hektare yang tersebar di Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo.

Berdasarkan data DKPP, hingga Juli 2025 koleksi tanaman mangrove di Kebun Raya Mangrove Surabaya mencapai sekitar 74 jenis. Keberagaman koleksi tersebut merupakan bagian dari mandat kebun raya dalam menjaga keanekaragaman hayati, mendukung penelitian, serta sarana edukasi lingkungan.

Baca Juga: Tanpa Naikkan Pajak, PAD Jember Tembus Rp1 Triliun di 2025

“Pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya sepanjang tahun 2025 berjalan positif dan berada pada arah yang tepat, baik dari aspek konservasi ekosistem, edukasi lingkungan, maupun pelayanan publik berbasis keberlanjutan,” ujar Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Jumat (26/12/2025).

Antiek menjelaskan, fokus pengelolaan saat ini diprioritaskan di KRM Gunung Anyar melalui penguatan sarana dan prasarana, penataan kawasan, serta peningkatan ketahanan wilayah pesisir. Sementara itu, KRM Wonorejo tetap dikelola sebagai kawasan konservasi dan edukasi mangrove.

Dari sisi kunjungan, data Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Mangrove mencatat jumlah pengunjung di KRM Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang sejak Januari hingga 21 Desember 2025. Kunjungan tertinggi terjadi pada akhir pekan, libur panjang, hari besar keagamaan, serta masa Natal dan Tahun Baru.

Akses menuju kawasan KRM juga didukung transportasi publik, di antaranya mobil feeder Wira Wiri hingga area parkir Gunung Anyar serta armada Bus SSCT Surabaya Sightseeing and City Tour pada waktu tertentu.

Baca Juga: Kunjungan Rendah, DPRD Sebut Wisata Mangrove Surabaya Cermin Pengelolaan Setengah Hati

Selain fungsi konservasi, Kebun Raya Mangrove Surabaya turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi tersebut meningkat sejak diberlakukannya Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perwali Nomor 26 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah.

“Selama ini KRM telah memberikan kontribusi terhadap PAD sejak tahun 2024, dan dua tahun terakhir menjadi penyumbang terbesar PAD objek wisata di DKPP,” kata Antiek.

Ia menegaskan bahwa kontribusi PAD bukan tujuan utama pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya, melainkan bagian dari pengembangan ekowisata. Peningkatan pendapatan daerah dilakukan secara bertahap melalui penataan layanan, peningkatan fasilitas, serta penerapan tarif resmi sesuai regulasi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Baca Juga: Dividen BUMD Tembus Rp204 Miliar, Surabaya Masih Andalkan Setoran Tahunan

Dalam pengelolaannya, KRM juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak 20 pelaku UMKM makanan dan minuman serta 25 pelaku UKM produk cendera mata beroperasi di kawasan tersebut, dengan total omzet mencapai Rp605.262.500 hingga November 2025.

Antiek juga menegaskan bahwa Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat khusus sebagai kebun raya. Fokus utamanya adalah konservasi ex situ dan in situ, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta pengembangan koleksi tanaman mangrove.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.