Selasa, 03 Feb 2026 02:30 WIB

Kunjungan Tembus 86 Ribu, Kebun Raya Mangrove Sumbang PAD Terbesar DKPP

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Des 2025 14:32 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyampaikan capaian pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya (KRM) sepanjang 2025. Kawasan yang berfungsi sebagai konservasi dan edukasi lingkungan ini memiliki luas sekitar 34 hektare yang tersebar di Gunung Anyar, Medokan Sawah, dan Wonorejo.

Berdasarkan data DKPP, hingga Juli 2025 koleksi tanaman mangrove di Kebun Raya Mangrove Surabaya mencapai sekitar 74 jenis. Keberagaman koleksi tersebut merupakan bagian dari mandat kebun raya dalam menjaga keanekaragaman hayati, mendukung penelitian, serta sarana edukasi lingkungan.

Baca Juga: Tanpa Naikkan Pajak, PAD Jember Tembus Rp1 Triliun di 2025

“Pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya sepanjang tahun 2025 berjalan positif dan berada pada arah yang tepat, baik dari aspek konservasi ekosistem, edukasi lingkungan, maupun pelayanan publik berbasis keberlanjutan,” ujar Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Jumat (26/12/2025).

Antiek menjelaskan, fokus pengelolaan saat ini diprioritaskan di KRM Gunung Anyar melalui penguatan sarana dan prasarana, penataan kawasan, serta peningkatan ketahanan wilayah pesisir. Sementara itu, KRM Wonorejo tetap dikelola sebagai kawasan konservasi dan edukasi mangrove.

Dari sisi kunjungan, data Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Mangrove mencatat jumlah pengunjung di KRM Gunung Anyar dan Wonorejo mencapai 86.021 orang sejak Januari hingga 21 Desember 2025. Kunjungan tertinggi terjadi pada akhir pekan, libur panjang, hari besar keagamaan, serta masa Natal dan Tahun Baru.

Akses menuju kawasan KRM juga didukung transportasi publik, di antaranya mobil feeder Wira Wiri hingga area parkir Gunung Anyar serta armada Bus SSCT Surabaya Sightseeing and City Tour pada waktu tertentu.

Baca Juga: Kunjungan Rendah, DPRD Sebut Wisata Mangrove Surabaya Cermin Pengelolaan Setengah Hati

Selain fungsi konservasi, Kebun Raya Mangrove Surabaya turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kontribusi tersebut meningkat sejak diberlakukannya Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah serta Perwali Nomor 26 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah.

“Selama ini KRM telah memberikan kontribusi terhadap PAD sejak tahun 2024, dan dua tahun terakhir menjadi penyumbang terbesar PAD objek wisata di DKPP,” kata Antiek.

Ia menegaskan bahwa kontribusi PAD bukan tujuan utama pengelolaan Kebun Raya Mangrove Surabaya, melainkan bagian dari pengembangan ekowisata. Peningkatan pendapatan daerah dilakukan secara bertahap melalui penataan layanan, peningkatan fasilitas, serta penerapan tarif resmi sesuai regulasi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem.

Baca Juga: Dividen BUMD Tembus Rp204 Miliar, Surabaya Masih Andalkan Setoran Tahunan

Dalam pengelolaannya, KRM juga melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Tercatat sebanyak 20 pelaku UMKM makanan dan minuman serta 25 pelaku UKM produk cendera mata beroperasi di kawasan tersebut, dengan total omzet mencapai Rp605.262.500 hingga November 2025.

Antiek juga menegaskan bahwa Kebun Raya Mangrove Wonorejo memiliki mandat khusus sebagai kebun raya. Fokus utamanya adalah konservasi ex situ dan in situ, penelitian ilmiah, pendidikan lingkungan, serta pengembangan koleksi tanaman mangrove.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.