Sabtu, 05 Sep 2026 04:50 WIB

Tanpa Naikkan Pajak, PAD Jember Tembus Rp1 Triliun di 2025

selalu.id - Pemerintah Kabupaten Jember mencatat sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk pertama kalinya, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Jember menembus angka Rp1 triliun pada Tahun Anggaran 2025.

Capaian tersebut disampaikan dalam press conference Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jember di Aula Kantor Bapenda, Selasa (6/1/2025).

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Berdasarkan data Bapenda, PAD Jember mencapai Rp1,024 triliun. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp774 miliar.

Secara persentase, kenaikan PAD Jember mencapai 32,36 persen. Lonjakan tersebut diklaim sebagai hasil efektivitas kebijakan fiskal pemerintah daerah.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan capaian PAD tidak diperoleh dengan menaikkan pajak daerah. Pemerintah daerah justru melakukan relaksasi fiskal di sejumlah sektor.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

“Ini pencapaian yang patut kita syukuri karena diraih tanpa menaikkan pajak. Bahkan, beberapa pungutan kami turunkan, seperti retribusi pasar tradisional,” terang Gus Fawait.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil, khususnya pedagang pasar dan pelaku usaha mikro. Menurutnya, sektor informal terbukti menjadi penopang ekonomi dalam berbagai krisis, mulai dari krisis moneter 1998, krisis global 2008, hingga pandemi Covid-19.

Sebagai upaya penguatan ekonomi rakyat, Pemkab Jember menjalankan sejumlah program, di antaranya Gerobak Cinta melalui Mlijo Cinta serta pengembangan kawasan food street untuk mendukung pelaku UMKM.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Gus Fawait menegaskan pembangunan di Jember tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.

“Yang kecil harus kita lindungi dan yang besar harus kita ayomi. PAD Rp1 triliun ini bukan milik pemerintah semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Jember,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.