Sabtu, 05 Sep 2026 04:28 WIB

Kunjungan Rendah, DPRD Sebut Wisata Mangrove Surabaya Cermin Pengelolaan Setengah Hati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 11:11 WIB

selalu.id – Sepanjang 2025, pengelolaan wisata mangrove Surabaya dinilai belum dilakukan secara serius, meski kawasan tersebut menyandang status sebagai satu-satunya Kebun Raya Mangrove di Indonesia dan memiliki potensi besar sebagai penopang pariwisata serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kebun Raya Mangrove Surabaya yang mencakup kawasan Wonorejo, Gunung Anyar, dan Medokan Sawah hingga kini belum berkembang menjadi destinasi unggulan. Sejumlah pengunjung masih mengeluhkan aksesibilitas dan fasilitas penunjang yang dinilai minim.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Salah satu pengunjung, Maria, menyebut belum tersedianya transportasi umum, kurangnya penunjuk arah, hingga fasilitas yang dinilai stagnan menjadi kendala utama.

“Petunjuknya kurang jelas. Lebih banyak arah ke bozem daripada ke wisata mangrove. Jadi sambil jalan buka maps terus,” ujar Maria kepada awak media.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai kondisi tersebut mencerminkan pola pengelolaan pariwisata kota yang berjalan tanpa terobosan berarti.

“Sepanjang 2025 ini, kita melihat banyak aset wisata dikelola apa adanya. Potensinya besar, tapi tidak ditangani dengan visi yang jelas,” ujar Yona, Senin (22/12/2025).

Politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu menyebut, di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, Pemkot Surabaya seharusnya lebih kreatif dalam mengoptimalkan sektor pariwisata. Namun hingga kini, kontribusi wisata mangrove terhadap PAD dinilai masih jauh dari harapan.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Berdasarkan data kunjungan, hingga pertengahan 2024 jumlah pengunjung Kebun Raya Mangrove rata-rata sekitar enam ribu orang per bulan. Angka tersebut dinilai belum sebanding dengan luas kawasan, status nasional, serta posisi Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia.

“Kondisi ini menjadi cermin. Kalau pengelolaan tetap setengah hati, jangan berharap PAD bisa naik signifikan,” tegasnya.

DPRD juga menyoroti minimnya akses transportasi umum menuju lokasi wisata. Hingga akhir 2025, pengunjung masih bergantung pada kendaraan pribadi atau transportasi daring, sehingga wisata mangrove belum sepenuhnya inklusif.

Baca Juga: Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Selain itu, konsep pengembangan seperti sentra kuliner, wisata edukasi, hingga integrasi dengan destinasi lain di Surabaya Timur dinilai belum terealisasi secara konkret. Fasilitas yang tersedia masih sebatas kebutuhan dasar dan belum mampu mendorong peningkatan lama kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, DPRD mengingatkan agar pengembangan wisata mangrove tetap memperhatikan fungsi konservasi. Yona menyebut, kondisi sebagian kawasan mangrove di Pantai Timur Surabaya serta tingkat keberhasilan penanaman bakau menunjukkan perlunya pengelolaan yang lebih profesional dan berbasis data.

“Promosi boleh, tapi jangan mengabaikan konservasi. Kalau rusak, yang rugi bukan hanya lingkungan, tapi juga masa depan pariwisata Surabaya,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.