Selasa, 20 Okt 2026 13:10 WIB

Dividen BUMD Tembus Rp204 Miliar, Surabaya Masih Andalkan Setoran Tahunan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 10:45 WIB
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma

selalu.id – Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya kembali menjadi penopang di tengah tekanan fiskal. Hingga 1 Desember 2025, dividen yang disetorkan BUMD ke kas daerah tercatat mencapai Rp204,6 miliar.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan realisasi dividen tersebut meningkat 4,75 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan itu dipengaruhi perbaikan tata kelola dan efisiensi operasional sejumlah BUMD.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

“Dividen yang disetorkan pada tahun berjalan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, serta optimalisasi unit usaha yang telah berjalan,” ujar Vykka, Senin (22/12/2025).

Meski demikian, DPRD Surabaya menilai capaian dividen tersebut belum mencerminkan penguatan fiskal jangka panjang. Dalam sejumlah pembahasan anggaran sepanjang 2025, DPRD mengingatkan agar Pemkot tidak bergantung pada kinerja tahunan BUMD semata dalam menopang PAD.

Tekanan fiskal semakin terasa seiring kebijakan pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dalam kondisi tersebut, setoran dividen BUMD kerap menjadi andalan untuk menutup kebutuhan pendanaan program daerah.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Vykka menyampaikan, Pemkot Surabaya memproyeksikan peningkatan setoran dividen pada 2026. Proyeksi tersebut seiring rencana pengembangan lini bisnis BUMD yang dinilai lebih adaptif.

“Di tengah kebijakan pemotongan TKD, Pemkot Surabaya terus memacu peningkatan PAD melalui pengembangan BUMD yang lebih adaptif dan progresif ke depannya,” katanya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Rencana pengembangan BUMD pada 2026 meliputi pengelolaan ducting yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta serta pengembangan bisnis rantai pasok bahan pokok pangan. Pemkot menegaskan pengembangan tersebut tetap mengacu pada kajian kelayakan dan rencana pembangunan daerah.

“Pengembangan dan perluasan lini bisnis harus memperhatikan kajian kelayakan serta linear sesuai dengan rencana pembangunan Kota Surabaya,” pungkas Vykka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ritual Malam Anggoro Kasih di Sendang Agung, Warga Sidoarjo Jaga Nilai Luhur Budaya Jawa

Hari dan pasaran itu diyakini memiliki makna spiritual khusus.

Bupati Subandi: Pokir DPRD Sidoarjo Harus Selaras Regulasi dan Kebutuhan Rakyat

Tujuannya agar setiap usulan pembangunan tidak hanya jadi wacana, tetapi benar-benar sesuai aturan, prioritas, dan mampu dirasakan masyarakat.

150 Produk Pabrik Kosmetik Ilegal di Mojokerto Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM RI: Bisa Kanker

"Bisa juga menyebabkan atrofi kulit dan gangguan sistem pelepasan hormon yang tahapan berikutnya bisa berdampak berupa penyakit kanker," ungkap Kepala BPOM RI.

Top 5 Berita: Prabowo Ratas hingga Perda Air Limbah

selalu.id - Lima artikel berita selalu.id masuk dalam top 5 berita sejak Senin (19/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026) pagi. Pembaca tertarik pada pemberitaan

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.