Selasa, 21 Jul 2026 23:17 WIB

Dividen BUMD Tembus Rp204 Miliar, Surabaya Masih Andalkan Setoran Tahunan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 10:45 WIB
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma

selalu.id – Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya kembali menjadi penopang di tengah tekanan fiskal. Hingga 1 Desember 2025, dividen yang disetorkan BUMD ke kas daerah tercatat mencapai Rp204,6 miliar.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan realisasi dividen tersebut meningkat 4,75 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan itu dipengaruhi perbaikan tata kelola dan efisiensi operasional sejumlah BUMD.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Dividen yang disetorkan pada tahun berjalan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, serta optimalisasi unit usaha yang telah berjalan,” ujar Vykka, Senin (22/12/2025).

Meski demikian, DPRD Surabaya menilai capaian dividen tersebut belum mencerminkan penguatan fiskal jangka panjang. Dalam sejumlah pembahasan anggaran sepanjang 2025, DPRD mengingatkan agar Pemkot tidak bergantung pada kinerja tahunan BUMD semata dalam menopang PAD.

Tekanan fiskal semakin terasa seiring kebijakan pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dalam kondisi tersebut, setoran dividen BUMD kerap menjadi andalan untuk menutup kebutuhan pendanaan program daerah.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Vykka menyampaikan, Pemkot Surabaya memproyeksikan peningkatan setoran dividen pada 2026. Proyeksi tersebut seiring rencana pengembangan lini bisnis BUMD yang dinilai lebih adaptif.

“Di tengah kebijakan pemotongan TKD, Pemkot Surabaya terus memacu peningkatan PAD melalui pengembangan BUMD yang lebih adaptif dan progresif ke depannya,” katanya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Rencana pengembangan BUMD pada 2026 meliputi pengelolaan ducting yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta serta pengembangan bisnis rantai pasok bahan pokok pangan. Pemkot menegaskan pengembangan tersebut tetap mengacu pada kajian kelayakan dan rencana pembangunan daerah.

“Pengembangan dan perluasan lini bisnis harus memperhatikan kajian kelayakan serta linear sesuai dengan rencana pembangunan Kota Surabaya,” pungkas Vykka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.