Minggu, 15 Feb 2026 11:12 WIB

Dividen BUMD Tembus Rp204 Miliar, Surabaya Masih Andalkan Setoran Tahunan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Des 2025 10:45 WIB
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma

selalu.id – Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya kembali menjadi penopang di tengah tekanan fiskal. Hingga 1 Desember 2025, dividen yang disetorkan BUMD ke kas daerah tercatat mencapai Rp204,6 miliar.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan realisasi dividen tersebut meningkat 4,75 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan itu dipengaruhi perbaikan tata kelola dan efisiensi operasional sejumlah BUMD.

Baca Juga: Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

“Dividen yang disetorkan pada tahun berjalan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, serta optimalisasi unit usaha yang telah berjalan,” ujar Vykka, Senin (22/12/2025).

Meski demikian, DPRD Surabaya menilai capaian dividen tersebut belum mencerminkan penguatan fiskal jangka panjang. Dalam sejumlah pembahasan anggaran sepanjang 2025, DPRD mengingatkan agar Pemkot tidak bergantung pada kinerja tahunan BUMD semata dalam menopang PAD.

Tekanan fiskal semakin terasa seiring kebijakan pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dalam kondisi tersebut, setoran dividen BUMD kerap menjadi andalan untuk menutup kebutuhan pendanaan program daerah.

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga

Vykka menyampaikan, Pemkot Surabaya memproyeksikan peningkatan setoran dividen pada 2026. Proyeksi tersebut seiring rencana pengembangan lini bisnis BUMD yang dinilai lebih adaptif.

“Di tengah kebijakan pemotongan TKD, Pemkot Surabaya terus memacu peningkatan PAD melalui pengembangan BUMD yang lebih adaptif dan progresif ke depannya,” katanya.

Baca Juga: DPD Golkar Surabaya Buka Ruang Gagasan SOKSI, Siapkan Agenda Program Berbasis Pekerja

Rencana pengembangan BUMD pada 2026 meliputi pengelolaan ducting yang akan dikerjasamakan dengan pihak swasta serta pengembangan bisnis rantai pasok bahan pokok pangan. Pemkot menegaskan pengembangan tersebut tetap mengacu pada kajian kelayakan dan rencana pembangunan daerah.

“Pengembangan dan perluasan lini bisnis harus memperhatikan kajian kelayakan serta linear sesuai dengan rencana pembangunan Kota Surabaya,” pungkas Vykka.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.

Siapkan Ruang Ekspresi Pemuda, Pemkab Jember Akan Bangun Sirkuit Balap Motor

Gus Fawait mengatakan, bahwa pembangunan sirkuit bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi pembinaan kepemudaan.