Rabu, 21 Okt 2026 20:38 WIB

Protes Pelayanan Isolasi Corona di Bojonegoro, Warga ini Didatangi Aparat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Apr 2020 19:44 WIB

Bojonegoro - Berawal unggahan video yang berisi protes terhadap fasilitas isolasi di Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Taufik didatangi aparat setempat dan diminta meminta maaf.

Permintaan maaf tersebut disaksikan oleh bupati, camat serta petugas keamanan dari TNI-Polri dan puluhan warga.

Baca Juga: Heboh! Ada Lubang Hitam Muncul di Google Maps, Berikut Faktanya

Taufik menceritakan, tujuan menggunggah video tersebut untuk memprotes tidak diberikannya makanan saat dikarantina lantaran baru datang dari perantauan.

"Poin nomor tujuh itu berbunyi setiap pemudik, pendatang atau atau perantau yang datang diwajibkan keluarganya yang kasih makan, tempat tidur, minum tiga kali sehari. Itu yang saya komplain awalnya," tuturnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (20/4/2020).

Selanjutnya, Taufik menyampaikan bahwa setiap warga negara yang sedang menjalani masa isolasi atau karantina semuanya ditanggung oleh pemerintah.

Baca Juga: Lhuk, Pria Bertato di TikTok Ini Tantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

"Kenapa di sini dibebankan kepada orang yang ada di karantina, bukan di keluarganya. Ya kalau orang perantauan pulang dapat uang, apalagi ada wabah seprti sekarang inj, kadang-kadang dapat dan tidak dapat uang. Kan kasihan," ucapnya.

"Ya kalau keluarganya komplit, lah kalau kayak saya punya anak kecil dua, terus bagaimana. Ya karena kritik itu, saya disuruh minta maaf," ujar Taufik.

Sebelumnya, video Taufik viral di media sosial. Dalam video tersebut, Taufik bermaksud menyampaikan aspirasinya tentang minimnya fasilitas yang ada di dalam shelter.

Baca Juga: Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

Saat itu, Taufik yang baru saja datang dari luar kota bersama istrinya, oleh petugas diwajibkan menjalani isolasi mandiri di shelter-shelter yang telah disiapkan oleh pemerintah di masing-masing desa.

Protes yang dilayangkan Taufik melalui video tersebut berujung pada didatangi oleh aparat setempat dan menuntut permintaan maaf yang direkam.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.