Minggu, 06 Sep 2026 15:32 WIB

Protes Pelayanan Isolasi Corona di Bojonegoro, Warga ini Didatangi Aparat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 20 Apr 2020 19:44 WIB

Bojonegoro - Berawal unggahan video yang berisi protes terhadap fasilitas isolasi di Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Taufik didatangi aparat setempat dan diminta meminta maaf.

Permintaan maaf tersebut disaksikan oleh bupati, camat serta petugas keamanan dari TNI-Polri dan puluhan warga.

Baca Juga: PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

Taufik menceritakan, tujuan menggunggah video tersebut untuk memprotes tidak diberikannya makanan saat dikarantina lantaran baru datang dari perantauan.

"Poin nomor tujuh itu berbunyi setiap pemudik, pendatang atau atau perantau yang datang diwajibkan keluarganya yang kasih makan, tempat tidur, minum tiga kali sehari. Itu yang saya komplain awalnya," tuturnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Senin (20/4/2020).

Selanjutnya, Taufik menyampaikan bahwa setiap warga negara yang sedang menjalani masa isolasi atau karantina semuanya ditanggung oleh pemerintah.

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

"Kenapa di sini dibebankan kepada orang yang ada di karantina, bukan di keluarganya. Ya kalau orang perantauan pulang dapat uang, apalagi ada wabah seprti sekarang inj, kadang-kadang dapat dan tidak dapat uang. Kan kasihan," ucapnya.

"Ya kalau keluarganya komplit, lah kalau kayak saya punya anak kecil dua, terus bagaimana. Ya karena kritik itu, saya disuruh minta maaf," ujar Taufik.

Sebelumnya, video Taufik viral di media sosial. Dalam video tersebut, Taufik bermaksud menyampaikan aspirasinya tentang minimnya fasilitas yang ada di dalam shelter.

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Saat itu, Taufik yang baru saja datang dari luar kota bersama istrinya, oleh petugas diwajibkan menjalani isolasi mandiri di shelter-shelter yang telah disiapkan oleh pemerintah di masing-masing desa.

Protes yang dilayangkan Taufik melalui video tersebut berujung pada didatangi oleh aparat setempat dan menuntut permintaan maaf yang direkam.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item