Minggu, 01 Feb 2026 22:28 WIB

Postingan Akun viralforjustice Picu Isu SARA, Pusura: Surabaya Rumah Semua!

Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah
Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah

selalu.id - Jagat maya mendadak riuh. Sebuah unggahan akun Instagram @viralforjustice sontak memancing perdebatan panas setelah mempublikasikan video berisi pesan kontroversial terkait gerakan #forjustice yang diklaim “lahir di Surabaya”.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim Ingatkan Warga Tak Viralkan Konten Provokatif: Jangan Membikin Situasi Tidak Kondusif!

Dalam tayangan itu terpampang tulisan yang memicu kegelisahan publik:

 

“Media ini hadir untuk mengawal kepentingan gerakan #forjustice yang lahir di Surabaya. Misi utama gerakan adalah mengembalikan hak, harkat, dan martabat orang Surabaya terutamanya orang Jawa.”

 

Narasi itulah yang memantik percikan perdebatan. Sebagian warganet menilai video tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sebuah gerakan sosial. Namun banyak pula yang menganggap konten itu berpotensi memecah belah masyarakat, terutama terkait isu sensitif tentang warga pendatang yang tinggal dan hidup di Kota Surabaya.

 

Situasi makin memanas ketika tautan video itu menyebar dengan cepat ke berbagai grup WhatsApp. Tak sedikit anggota grup yang mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya isu SARA yang bisa mengganggu kerukunan antarwarga.

 

Organisasi pemuda legendaris Kota Pahlawan, Putra Surabaya (Pusura), ikut buka suara. Organisasi yang didirikan sejak 1936 oleh dua tokoh bangsa Dr. Soetomo dan Dr. Soewandi tersebut menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah besar bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang suku.

 

Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah, atau akrab disapa Cak Dullah, menyampaikan sikap tegasnya menanggapi merebaknya isu itu.

Baca Juga: Tanggapi Postingan Akun Medsos Viralforjustice, Pemuda Pancasila Surabaya: Jangan Rasis! 

 

“Kalau sudah tinggal di Surabaya, ya kita menjadi orang Surabaya. Tidak perlu dibeda-bedakan Jawa, Madura. Dan kita punya kewajiban menjaga kondusifitas kota Surabaya,” tegasnya, Senin (24/11/2025).

 

Cak Dullah menilai narasi yang muncul di video tersebut berpotensi menimbulkan gesekan horizontal jika tidak segera diluruskan.

 

“Kalau isu seperti ini dibiarkan, bisa memicu perpecahan. Harapan saya Surabaya tetap aman dan nyaman. Di Forum Pembauran Kebangsaan saja ada 27 suku, semuanya hidup bersama dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Ramai Pembahasan Hujan Mikroplastik, Begini Saran Wali Kota Eri 

 

Menanggapi kekhawatiran publik, Cak Dullah memastikan bahwa persoalan ini tidak akan berhenti di media sosial semata. Ia menyatakan isu tersebut akan dibawa ke dalam forum resmi untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa berkepanjangan.

 

“Persoalan ini akan saya bahas dalam rapat Forum Pembauran Kebangsaan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

 

Gelombang komentar warganet masih terus berdatangan. Sementara itu, publik menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait untuk memastikan Surabaya tetap adem, rukun, dan jauh dari api provokasi isu SARA.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.