Selasa, 10 Feb 2026 13:55 WIB

Postingan Akun viralforjustice Picu Isu SARA, Pusura: Surabaya Rumah Semua!

Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah
Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah

selalu.id - Jagat maya mendadak riuh. Sebuah unggahan akun Instagram @viralforjustice sontak memancing perdebatan panas setelah mempublikasikan video berisi pesan kontroversial terkait gerakan #forjustice yang diklaim “lahir di Surabaya”.

 

Baca Juga: Kapolda Jatim Ingatkan Warga Tak Viralkan Konten Provokatif: Jangan Membikin Situasi Tidak Kondusif!

Dalam tayangan itu terpampang tulisan yang memicu kegelisahan publik:

 

“Media ini hadir untuk mengawal kepentingan gerakan #forjustice yang lahir di Surabaya. Misi utama gerakan adalah mengembalikan hak, harkat, dan martabat orang Surabaya terutamanya orang Jawa.”

 

Narasi itulah yang memantik percikan perdebatan. Sebagian warganet menilai video tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sebuah gerakan sosial. Namun banyak pula yang menganggap konten itu berpotensi memecah belah masyarakat, terutama terkait isu sensitif tentang warga pendatang yang tinggal dan hidup di Kota Surabaya.

 

Situasi makin memanas ketika tautan video itu menyebar dengan cepat ke berbagai grup WhatsApp. Tak sedikit anggota grup yang mengungkapkan kekhawatiran akan munculnya isu SARA yang bisa mengganggu kerukunan antarwarga.

 

Organisasi pemuda legendaris Kota Pahlawan, Putra Surabaya (Pusura), ikut buka suara. Organisasi yang didirikan sejak 1936 oleh dua tokoh bangsa Dr. Soetomo dan Dr. Soewandi tersebut menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah besar bagi siapa pun tanpa melihat latar belakang suku.

 

Ketua Pusura Surabaya, Hoslih Abdullah, atau akrab disapa Cak Dullah, menyampaikan sikap tegasnya menanggapi merebaknya isu itu.

Baca Juga: Tanggapi Postingan Akun Medsos Viralforjustice, Pemuda Pancasila Surabaya: Jangan Rasis! 

 

“Kalau sudah tinggal di Surabaya, ya kita menjadi orang Surabaya. Tidak perlu dibeda-bedakan Jawa, Madura. Dan kita punya kewajiban menjaga kondusifitas kota Surabaya,” tegasnya, Senin (24/11/2025).

 

Cak Dullah menilai narasi yang muncul di video tersebut berpotensi menimbulkan gesekan horizontal jika tidak segera diluruskan.

 

“Kalau isu seperti ini dibiarkan, bisa memicu perpecahan. Harapan saya Surabaya tetap aman dan nyaman. Di Forum Pembauran Kebangsaan saja ada 27 suku, semuanya hidup bersama dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga: Ramai Pembahasan Hujan Mikroplastik, Begini Saran Wali Kota Eri 

 

Menanggapi kekhawatiran publik, Cak Dullah memastikan bahwa persoalan ini tidak akan berhenti di media sosial semata. Ia menyatakan isu tersebut akan dibawa ke dalam forum resmi untuk mencegah kesalahpahaman yang bisa berkepanjangan.

 

“Persoalan ini akan saya bahas dalam rapat Forum Pembauran Kebangsaan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

 

Gelombang komentar warganet masih terus berdatangan. Sementara itu, publik menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait untuk memastikan Surabaya tetap adem, rukun, dan jauh dari api provokasi isu SARA.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.