Rabu, 22 Jul 2026 12:34 WIB

Atasi Kelangkaan, Kemendag Pasok 240 Ribu Ton Kedelai Perbulan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Feb 2022 10:40 WIB
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan

selalu.id - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) akan memasok 240 ribu ton kedelai per bulan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan Tempe dan tahu.

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan mengatakan beberapa penyebab kelangkaan kedelai di Indonesia, yang pertama karena ketersediaan bahan baku, disebabkan gangguan produksi di Argentina dan Brazil.

Baca Juga: Kasus Sianida Ilegal di Surabaya dan Pasuruan, Omzet Tembus Rp59 Miliar

"Minimal pasokan kita 240 ribu ton per bulan. Kenapa harga tinggi? Ada gangguan produksi di Argentina dan Brazil," kata Oke, Rabu (23/2/2022).

Lalu, penyebab kedua adalah gangguan produksi dan inflasi. "Inflasi tinggi di Amerika, ada pandemi sehingga membatasi orang di Amerika. Sehingga biaya produksi kedelai naik," ujarnya.

Kemudian, penyebab ketiga adanya flu babi yang terjadi dua tahun di Tiongkok, hal tersebut dampaknya adalah reformasi peternakan di China.

"Dia butuh kedelai banyak, demand tinggi, produksi terhambat. Harga meledak ditambah lagi, karena pandemi biaya logistik meningkat. (Harga distribusi) kontainer naik 4 kali. Jadi landed price (harga jual) ke kita (Indonesia) ya tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut Oke menjelaskan bahwa saat ini harga kedelai naik hingga Rp 11.300 per Kg, biasanya hanya Rp 9000 per kg. Untuk harga tempe saat ini di tingkat pengrajin dijual seharga Rp 10.300, sedangkan harga tahu Rp 650 per potong.

Baca Juga: Gubes UI Sebut Kebijakan Baru Bea Masuk Memicu Perang Dagang

"Kemudian kemungkinan prediksi harga ini menyentuh Rp 12.000, karena bergerak terus dan sampai puasa dan lebaran naik," jelasnya.

Oke menambahkan, apabila harga kedelai menyentuh Rp 12 000, maka harga tempe memiliki penyesuaian dari pengrajin. Yang tadinya Rp10.300,per kilo jadi Rp 10.600. Artinya kenaikan hanya Rp 300.

"Kalau tadi tahu Rp650, jadi Rp 700. Itu saya perlu sosialisasi ke masyarakat untuk memahami terjadinya kenaikan itu," tegas dia.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Bea Baru Produk Tekstil Impor Mulai Pekan Depan

Sementara itu, Oke berjanji pemerintah sedang melakukan kajian supaya harga kedelai tidak berdampak pada pengrajin tempe dan tahu.

"Kami memastikan pengrajin tahu tempe ini tetap mendapat bahan baku dengan harga terjangkau," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.