Kamis, 22 Okt 2026 17:07 WIB

Atasi Kelangkaan, Kemendag Pasok 240 Ribu Ton Kedelai Perbulan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Feb 2022 10:40 WIB
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan

selalu.id - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) akan memasok 240 ribu ton kedelai per bulan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan Tempe dan tahu.

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan mengatakan beberapa penyebab kelangkaan kedelai di Indonesia, yang pertama karena ketersediaan bahan baku, disebabkan gangguan produksi di Argentina dan Brazil.

Baca Juga: Kasus Sianida Ilegal di Surabaya dan Pasuruan, Omzet Tembus Rp59 Miliar

"Minimal pasokan kita 240 ribu ton per bulan. Kenapa harga tinggi? Ada gangguan produksi di Argentina dan Brazil," kata Oke, Rabu (23/2/2022).

Lalu, penyebab kedua adalah gangguan produksi dan inflasi. "Inflasi tinggi di Amerika, ada pandemi sehingga membatasi orang di Amerika. Sehingga biaya produksi kedelai naik," ujarnya.

Kemudian, penyebab ketiga adanya flu babi yang terjadi dua tahun di Tiongkok, hal tersebut dampaknya adalah reformasi peternakan di China.

"Dia butuh kedelai banyak, demand tinggi, produksi terhambat. Harga meledak ditambah lagi, karena pandemi biaya logistik meningkat. (Harga distribusi) kontainer naik 4 kali. Jadi landed price (harga jual) ke kita (Indonesia) ya tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut Oke menjelaskan bahwa saat ini harga kedelai naik hingga Rp 11.300 per Kg, biasanya hanya Rp 9000 per kg. Untuk harga tempe saat ini di tingkat pengrajin dijual seharga Rp 10.300, sedangkan harga tahu Rp 650 per potong.

Baca Juga: Gubes UI Sebut Kebijakan Baru Bea Masuk Memicu Perang Dagang

"Kemudian kemungkinan prediksi harga ini menyentuh Rp 12.000, karena bergerak terus dan sampai puasa dan lebaran naik," jelasnya.

Oke menambahkan, apabila harga kedelai menyentuh Rp 12 000, maka harga tempe memiliki penyesuaian dari pengrajin. Yang tadinya Rp10.300,per kilo jadi Rp 10.600. Artinya kenaikan hanya Rp 300.

"Kalau tadi tahu Rp650, jadi Rp 700. Itu saya perlu sosialisasi ke masyarakat untuk memahami terjadinya kenaikan itu," tegas dia.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Bea Baru Produk Tekstil Impor Mulai Pekan Depan

Sementara itu, Oke berjanji pemerintah sedang melakukan kajian supaya harga kedelai tidak berdampak pada pengrajin tempe dan tahu.

"Kami memastikan pengrajin tahu tempe ini tetap mendapat bahan baku dengan harga terjangkau," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa Demo Berpakaian Serba Hitam Mulai Datang di Depan Grahadi Surabaya

Mereka datang sekitar pukul 14.45 WIB.

Ketua BEM Unair Ngaku Ditahan di Polda Jatim Gegara Dituduh Sebar Ajakan Kerusuhan

Ia juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai gerakan yang dikondisikan tidaklah benar.

Peringatan Hari Santri, DPW PKB Jatim: Jihad Masa Kini adalah Melawan Karhutla

DPW PKB Jatim secara simbolis menyerahkan 5.000 bibit pohon kepada peserta apel sebagai wujud nyata komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Ruang Data Centre Lama Untag Terbakar, Satu PMK Diterjunkan

Alarm langsung berbunyi setelah muncul kepulan asap.