Senin, 02 Feb 2026 22:55 WIB

Atasi Kelangkaan, Kemendag Pasok 240 Ribu Ton Kedelai Perbulan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Feb 2022 10:40 WIB
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan

selalu.id - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) akan memasok 240 ribu ton kedelai per bulan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan Tempe dan tahu.

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan mengatakan beberapa penyebab kelangkaan kedelai di Indonesia, yang pertama karena ketersediaan bahan baku, disebabkan gangguan produksi di Argentina dan Brazil.

Baca Juga: Kasus Sianida Ilegal di Surabaya dan Pasuruan, Omzet Tembus Rp59 Miliar

"Minimal pasokan kita 240 ribu ton per bulan. Kenapa harga tinggi? Ada gangguan produksi di Argentina dan Brazil," kata Oke, Rabu (23/2/2022).

Lalu, penyebab kedua adalah gangguan produksi dan inflasi. "Inflasi tinggi di Amerika, ada pandemi sehingga membatasi orang di Amerika. Sehingga biaya produksi kedelai naik," ujarnya.

Kemudian, penyebab ketiga adanya flu babi yang terjadi dua tahun di Tiongkok, hal tersebut dampaknya adalah reformasi peternakan di China.

"Dia butuh kedelai banyak, demand tinggi, produksi terhambat. Harga meledak ditambah lagi, karena pandemi biaya logistik meningkat. (Harga distribusi) kontainer naik 4 kali. Jadi landed price (harga jual) ke kita (Indonesia) ya tinggi," jelasnya.

Lebih lanjut Oke menjelaskan bahwa saat ini harga kedelai naik hingga Rp 11.300 per Kg, biasanya hanya Rp 9000 per kg. Untuk harga tempe saat ini di tingkat pengrajin dijual seharga Rp 10.300, sedangkan harga tahu Rp 650 per potong.

Baca Juga: Gubes UI Sebut Kebijakan Baru Bea Masuk Memicu Perang Dagang

"Kemudian kemungkinan prediksi harga ini menyentuh Rp 12.000, karena bergerak terus dan sampai puasa dan lebaran naik," jelasnya.

Oke menambahkan, apabila harga kedelai menyentuh Rp 12 000, maka harga tempe memiliki penyesuaian dari pengrajin. Yang tadinya Rp10.300,per kilo jadi Rp 10.600. Artinya kenaikan hanya Rp 300.

"Kalau tadi tahu Rp650, jadi Rp 700. Itu saya perlu sosialisasi ke masyarakat untuk memahami terjadinya kenaikan itu," tegas dia.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Bea Baru Produk Tekstil Impor Mulai Pekan Depan

Sementara itu, Oke berjanji pemerintah sedang melakukan kajian supaya harga kedelai tidak berdampak pada pengrajin tempe dan tahu.

"Kami memastikan pengrajin tahu tempe ini tetap mendapat bahan baku dengan harga terjangkau," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.