Senin, 02 Feb 2026 21:36 WIB

Urban Farming Jadi Strategi Surabaya Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:29 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat urban farming sebagai strategi menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak harga bahan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru serta di tengah cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penganugerahan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Selasa (16/12/2025).

 

Dalam ajang tersebut, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada kelompok tani yang berhasil membudidayakan cabai dan bawang merah, dua komoditas hortikultura yang kerap memicu inflasi saat hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, serta jajaran camat dan lurah se-Kota Surabaya.

 

Rini Indriyani mengatakan keberhasilan urban farming di Surabaya menunjukkan keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan.

 

“Ini membuktikan bahwa warga Surabaya memiliki semangat luar biasa. Dengan lahan terbatas pun, hasil urban farmingnya berkualitas, mulai dari cabai hingga bawang merah,” ujar Rini.

 

Ia menegaskan urban farming harus berkelanjutan dan tidak berhenti pada lomba atau seremoni semata, melainkan memberi dampak langsung bagi perekonomian warga.

 

“Seperti pesan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, setelah panen harus ada kelanjutan. Urban farming ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan,” tegasnya.

 

Rini juga meminta DKPP Surabaya memastikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani, termasuk membuka akses pemasaran hasil panen ke hotel, rumah makan, dan supermarket dengan tetap menjaga standar kualitas.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

 

“Standar komoditas harus dijaga, mulai dari ukuran cabai, berat buah, hingga kualitas ikan dan kandungan proteinnya. Kalau standar terpenuhi, pasar terbuka lebar,” katanya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang memasuki tahun keempat memiliki fokus berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mengangkat komoditas melon, tahun ini difokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, pemilihan komoditas tersebut didasari pengalaman kenaikan harga cabai yang hampir selalu terjadi saat Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru, terutama ketika cuaca ekstrem.

 

“Kita belajar dari pengalaman. Saat Nataru, cuaca sering tidak bersahabat dan harga cabai melonjak. Karena itu, kami dorong poktan membudidayakan cabai dan bawang agar Surabaya lebih siap,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

 

Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang tetap optimal meski menghadapi cuaca ekstrem.

 

“Kelompok tani kita luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga memahami fase vegetatif dan generatif, hasilnya tetap optimal,” paparnya.

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition terus digelar dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah didapat jangan berhenti di kelompok tani. Harus ditularkan ke warga sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.