Kamis, 22 Okt 2026 00:21 WIB

Urban Farming Jadi Strategi Surabaya Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:29 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat urban farming sebagai strategi menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak harga bahan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru serta di tengah cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penganugerahan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Selasa (16/12/2025).

 

Dalam ajang tersebut, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada kelompok tani yang berhasil membudidayakan cabai dan bawang merah, dua komoditas hortikultura yang kerap memicu inflasi saat hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, serta jajaran camat dan lurah se-Kota Surabaya.

 

Rini Indriyani mengatakan keberhasilan urban farming di Surabaya menunjukkan keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan.

 

“Ini membuktikan bahwa warga Surabaya memiliki semangat luar biasa. Dengan lahan terbatas pun, hasil urban farmingnya berkualitas, mulai dari cabai hingga bawang merah,” ujar Rini.

 

Ia menegaskan urban farming harus berkelanjutan dan tidak berhenti pada lomba atau seremoni semata, melainkan memberi dampak langsung bagi perekonomian warga.

 

“Seperti pesan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, setelah panen harus ada kelanjutan. Urban farming ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan,” tegasnya.

 

Rini juga meminta DKPP Surabaya memastikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani, termasuk membuka akses pemasaran hasil panen ke hotel, rumah makan, dan supermarket dengan tetap menjaga standar kualitas.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

 

“Standar komoditas harus dijaga, mulai dari ukuran cabai, berat buah, hingga kualitas ikan dan kandungan proteinnya. Kalau standar terpenuhi, pasar terbuka lebar,” katanya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang memasuki tahun keempat memiliki fokus berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mengangkat komoditas melon, tahun ini difokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, pemilihan komoditas tersebut didasari pengalaman kenaikan harga cabai yang hampir selalu terjadi saat Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru, terutama ketika cuaca ekstrem.

 

“Kita belajar dari pengalaman. Saat Nataru, cuaca sering tidak bersahabat dan harga cabai melonjak. Karena itu, kami dorong poktan membudidayakan cabai dan bawang agar Surabaya lebih siap,” jelasnya.

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

 

Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang tetap optimal meski menghadapi cuaca ekstrem.

 

“Kelompok tani kita luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga memahami fase vegetatif dan generatif, hasilnya tetap optimal,” paparnya.

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition terus digelar dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah didapat jangan berhenti di kelompok tani. Harus ditularkan ke warga sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).