Selasa, 21 Jul 2026 23:15 WIB

Urban Farming Jadi Strategi Surabaya Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:29 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat urban farming sebagai strategi menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak harga bahan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru serta di tengah cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penganugerahan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Selasa (16/12/2025).

 

Dalam ajang tersebut, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada kelompok tani yang berhasil membudidayakan cabai dan bawang merah, dua komoditas hortikultura yang kerap memicu inflasi saat hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, serta jajaran camat dan lurah se-Kota Surabaya.

 

Rini Indriyani mengatakan keberhasilan urban farming di Surabaya menunjukkan keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan.

 

“Ini membuktikan bahwa warga Surabaya memiliki semangat luar biasa. Dengan lahan terbatas pun, hasil urban farmingnya berkualitas, mulai dari cabai hingga bawang merah,” ujar Rini.

 

Ia menegaskan urban farming harus berkelanjutan dan tidak berhenti pada lomba atau seremoni semata, melainkan memberi dampak langsung bagi perekonomian warga.

 

“Seperti pesan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, setelah panen harus ada kelanjutan. Urban farming ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan,” tegasnya.

 

Rini juga meminta DKPP Surabaya memastikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani, termasuk membuka akses pemasaran hasil panen ke hotel, rumah makan, dan supermarket dengan tetap menjaga standar kualitas.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

 

“Standar komoditas harus dijaga, mulai dari ukuran cabai, berat buah, hingga kualitas ikan dan kandungan proteinnya. Kalau standar terpenuhi, pasar terbuka lebar,” katanya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang memasuki tahun keempat memiliki fokus berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mengangkat komoditas melon, tahun ini difokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, pemilihan komoditas tersebut didasari pengalaman kenaikan harga cabai yang hampir selalu terjadi saat Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru, terutama ketika cuaca ekstrem.

 

“Kita belajar dari pengalaman. Saat Nataru, cuaca sering tidak bersahabat dan harga cabai melonjak. Karena itu, kami dorong poktan membudidayakan cabai dan bawang agar Surabaya lebih siap,” jelasnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

 

Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang tetap optimal meski menghadapi cuaca ekstrem.

 

“Kelompok tani kita luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga memahami fase vegetatif dan generatif, hasilnya tetap optimal,” paparnya.

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition terus digelar dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah didapat jangan berhenti di kelompok tani. Harus ditularkan ke warga sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.