Minggu, 06 Sep 2026 19:59 WIB

Urban Farming Jadi Strategi Surabaya Hadapi Nataru dan Cuaca Ekstrem

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Des 2025 11:29 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat urban farming sebagai strategi menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak harga bahan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru serta di tengah cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Komitmen tersebut ditegaskan melalui Penganugerahan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Selasa (16/12/2025).

 

Dalam ajang tersebut, Pemkot Surabaya memberikan apresiasi kepada kelompok tani yang berhasil membudidayakan cabai dan bawang merah, dua komoditas hortikultura yang kerap memicu inflasi saat hari besar keagamaan dan akhir tahun.

 

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, serta jajaran camat dan lurah se-Kota Surabaya.

 

Rini Indriyani mengatakan keberhasilan urban farming di Surabaya menunjukkan keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga untuk berkontribusi dalam ketahanan pangan.

 

“Ini membuktikan bahwa warga Surabaya memiliki semangat luar biasa. Dengan lahan terbatas pun, hasil urban farmingnya berkualitas, mulai dari cabai hingga bawang merah,” ujar Rini.

 

Ia menegaskan urban farming harus berkelanjutan dan tidak berhenti pada lomba atau seremoni semata, melainkan memberi dampak langsung bagi perekonomian warga.

 

“Seperti pesan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, setelah panen harus ada kelanjutan. Urban farming ini tidak hanya untuk kebutuhan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan,” tegasnya.

 

Rini juga meminta DKPP Surabaya memastikan pendampingan berkelanjutan kepada kelompok tani, termasuk membuka akses pemasaran hasil panen ke hotel, rumah makan, dan supermarket dengan tetap menjaga standar kualitas.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

 

“Standar komoditas harus dijaga, mulai dari ukuran cabai, berat buah, hingga kualitas ikan dan kandungan proteinnya. Kalau standar terpenuhi, pasar terbuka lebar,” katanya.

 

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti menjelaskan Surabaya Urban Farming Competition 2025 yang memasuki tahun keempat memiliki fokus berbeda dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya mengangkat komoditas melon, tahun ini difokuskan pada cabai dan bawang merah.

 

Menurut Antiek, pemilihan komoditas tersebut didasari pengalaman kenaikan harga cabai yang hampir selalu terjadi saat Idulfitri, Iduladha, serta Natal dan Tahun Baru, terutama ketika cuaca ekstrem.

 

“Kita belajar dari pengalaman. Saat Nataru, cuaca sering tidak bersahabat dan harga cabai melonjak. Karena itu, kami dorong poktan membudidayakan cabai dan bawang agar Surabaya lebih siap,” jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

 

Antiek mengapresiasi hasil panen kelompok tani Surabaya yang tetap optimal meski menghadapi cuaca ekstrem.

 

“Kelompok tani kita luar biasa. Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari pemupukan berimbang, pengendalian hama, hingga memahami fase vegetatif dan generatif, hasilnya tetap optimal,” paparnya.

 

Ke depan, Antiek berharap Surabaya Urban Farming Competition terus digelar dan terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat RT dan RW.

 

“Ilmu yang sudah didapat jangan berhenti di kelompok tani. Harus ditularkan ke warga sekitar. Dengan begitu, ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari kampung,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.