Minggu, 15 Feb 2026 12:24 WIB

Melihat Kafe Lawu 33 di Mojokerto yang Mempekerjakan Kaum Difabel

Suasana Pelayanan di Kafe Lawu 33
Suasana Pelayanan di Kafe Lawu 33

selalu.id - Kafe Lawu 33, menjadi tempat bagi penyandang disabilitas atau difabel untuk berinteraksi sambil bekerja dengan orang lain.

Kafe yang asyik untuk dijadikan tempat bersantai ini berada di Jalan Lawu Tiga nomor 3, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Baca Juga: Santri asal Sidoarjo Meninggal Dunia Diduga Tersengat Listrik di Mojokerto

Kafe ini menarik perhatian masyarakat dan generasi z lantaran memiliki tujuan memberikan kesetaraan untuk penyandang difabel.

Menu di Kafe Lawu 33 ini sangat bervariasi mulai dari kopi, susu, non-coffee, dan teh, serta beragam makanan dari hidangan tradisional, fusion food, pasta, aneka snack, dan bermacam dessert manis.

Seluruh menu ini tergolong ramah kantong. Aneka minuman dibanderol dari Rp 5.000 hingga Rp 28.000, sementara makanan berkisar antara Rp 9.000 sampai Rp 35.000.

Seorang pelanggan Kafe Lawu 33, Fitri mengatakan, untuk masakan dari anak difabel tidak kalah dengan pramusaji yang lain.

"Menurut saya rasanya itu unik ya, enak gitu. Luarnya itu keranci, terus cokelat itu lumer didalam mulut waktu dimakan, jadi enak rasanya," kata Fitri, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, kafe ini berbeda dengan kafe lainnya karena dilayani dengan anak-anak istimewa sehingga membuat kafe ini menjadi perhatian.

"Yang membedakan pelayanannya, menurut saya karena pelayanannya disini ketika kita datang, kita langsung disambut dengan pelayan-pelayanan yang disabilitas Jadi kita pesannya menggunakan bahasa isyarat jadi itu menurut saya membuat unik dari kafe ini," bebernya.

Baca Juga: Gen Z Surabaya Curhat ke DPRD, Tagih Anggaran Rp47 M Program Intervensi Segera Direalisasikan

Sementara, pemilik Kafe Lawu 33, Ferry Gunawan, ia memiliki ide setelah dirinya membuka pelatihan memasak pizza dan terbesit untuk memberikan wadah kreatif kepada penyandang difabel.

"Terpikirkan bagaimana kalau mereka diberikan tempat untuk mereka makan dan makannya itu pun tidak hanya asal makan tapi mereka juga diberi kreativitas untuk pengalaman di bidang F&B yaitu di front office-nya, di bar-nya dan di kitchen," ungkap Ferry.

Sebanyak enam anak difabel di latih di bagian office, dapur serta membuat minuman seperti kopi dan berbagai minuman dingin.

"Mereka ada di sini, ada front office, kemudian ada kitchen, kemudian ada bagian bar untuk meracik minuman, kopi, dan lain-lain. Mereka kebetulan tuna rungu, sementara ini kita sedang konsen ke yang anak-anak yang memang kebetulan tuna rungu ini," jelasnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Pasar, Temukan Harga Beras di Atas HET

Menurut Ferry, ada tantangan tersendiri untuk menjalankan bisnis kafe dengan pelayan yang semuanya penyandang difabel atau disabilitas.

"Pasti komunikasi di awal pasti agak susah, tapi kita sebagai yang setelahnya ada pemandunya yaitu gurunya satu minggu itu benar-benar mengajar kita yang ada di cafe ini untuk belajar komunikasi cara dasar, yaitu bagaimana cara memesan, kemudian cara interaksi, bahasa isyarat, kemudian yang paling penting kita pinjam kamusnya gurunya untuk belajar.Jadi kita sendiri juga belajar, bahkan saya pun juga belajar dari teman-teman," bebernya.

Salah satu minuman yang menarik perhatian yakni kopi saring, pelanggan bisa menikmati meminum kopi dengan cara yang sedikit berbeda. Jadi, sebelum kita meminum harus menyaring sisa bubuk kopi dengan alat saringan.

"Saya sendiri sebenarnya ideanya itu dari Mojokerto, cuman saya kembangkan lagi supaya autentiknya dapat lagi kalau yang kita lihat di Mojokerto itu belajar. Jadi dari daerah Dawarblandong ya waktu itu ya? Jadi kita inspirasi dari daerah Pacet juga ada kopi saring sejenis cuman memang kita kolaborasikan dengan fusion jadi estetik modelnya tetap ada. Di dalamnya saya kasih karamel dan lain-lain, supaya tidak pure bentuk kopi saring," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemulihan Dampak Banjir, Pemkab Jember Utamakan Kerja Lapangan 

Jembatan terdampak serta jalan provinsi yang melintasi wilayah Gumukmas, Kencong dan Jombang jadi perhatian.

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.