Minggu, 19 Jul 2026 19:39 WIB

Video Lama Pegawai Pemkot Main Game Diunggah Lagi, DPRD Desak Penindakan Tegas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 30 Nov 2025 14:09 WIB

selalu.id– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya angkat suara terkait beredarnya video viral yang menampilkan seorang personel bermain game di lobi Balai Kota Surabaya. Pemkot memastikan video tersebut adalah rekaman lama dan sosok dalam video bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya, M. Fikser, menyebut video yang kembali diunggah di media sosial itu direkam pada awal 2024. Bahkan, saat kejadian, petugas yang terekam telah langsung ditegur oleh pihak Balai Kota.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Video itu merupakan rekaman lama sekitar awal 2024. Yang bersangkutan saat itu sudah ditegur dan video juga sudah di-take down oleh pengunggah pertama,” kata Fikser, Minggu (30/11/2025).

Ia menjelaskan, rekaman tersebut diambil sebelum ada penambahan tulisan aksara Jawa di latar Balai Kota, sehingga dapat dipastikan bukan kejadian baru. Fikser menegaskan, personel dalam video juga bukan ASN Pemkot, melainkan petugas yang diperbantukan menjaga objek vital. “Saat ini yang bersangkutan pun sudah tidak bekerja di Balai Kota,” paparnya.

Fikser mengingatkan, akun yang kembali mengunggah video lama tanpa penjelasan konteks waktu dapat terkena persoalan hukum karena berpotensi menimbulkan opini menyesatkan.

“Akun-akun yang mengunggah ulang bisa dipermasalahkan secara hukum karena memberikan informasi keliru dan memunculkan opini liar,” tegasnya.

Ia mengimbau publik agar tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Di sisi lain, Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, tetap menilai kejadian dalam video meskipun lama harus menjadi evaluasi serius terkait kedisiplinan aparatur.

“Kami minta siapa pun pegawai pemkot, baik ASN maupun non-ASN, yang terbukti melanggar disiplin kerja harus ditindak tegas oleh Wali Kota,” ujar politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe.

Menurut Cak Yebe, penindakan tidak boleh hanya berbasis viral atau tidaknya sebuah video, tetapi menjadi bagian dari membangun pemerintahan yang berintegritas.

Baca Juga: Warga Surabaya Banyak yang Sambat Parkir, Laporan ke Hotline Cak Eri Tembus 1.442

“Mau video itu tahun lalu. Kalau ada indikasi pelanggaran di jam kerja, tetap harus diproses demi menciptakan good governance,” katanya.

Ia juga menyoroti dugaan permainan judi online yang sempat disebut warganet dalam unggahan video tersebut. Jika terbukti, katanya, sanksi berat harus diberikan.

“Kalau bermain judi online, bahkan bisa diberhentikan tidak hormat karena merusak mental dan menjadi contoh buruk,” tegasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.