Minggu, 19 Jul 2026 19:39 WIB

200 Lowongan Dibuka, Bursa Kerja Disabilitas Surabaya Ramai Peminat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Nov 2025 15:45 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmen menyediakan pasar kerja inklusif dengan menggelar job fair khusus penyandang disabilitas ber KTP Surabaya. Kegiatan ini menawarkan lebih dari 200 lowongan pekerjaan.

 

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Bursa kerja berlangsung pada 25 sampai 26 November 2025 di Gedung Wanita Chandra Kencana Jalan Kalibokor Selatan. Kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya.

 

Kepala Disperinaker Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyebut langkah ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap sekitar enam ribu sampai tujuh ribu penyandang disabilitas di Surabaya.

 

“Mereka membutuhkan kesempatan yang sama untuk bekerja dan mendapatkan penghidupan yang layak,” ujar Hebi Jumat 21 November 2025.

 

Job fair digagas bersama sejumlah perusahaan dan didukung sponsor CSR. Fokus rekrutmen diarahkan kepada disabilitas fisik seperti tuna rungu, tuna wicara, tuna daksa, dan netra parsial. Beberapa posisi di sektor layanan pengiriman daring juga terbuka untuk disabilitas tertentu.

 

Pencari kerja wajib mendaftar melalui bit.ly/daftarassik, membuat akun, dan hadir sesuai sesi yang tercantum pada barcode registrasi.

 

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

“Pelamar juga wajib didampingi keluarga atau orang terdekat agar memahami alur pameran. Lamaran hardcopy dan fotokopi harus dibawa lengkap,” terang Hebi.

 

Pemkot menyiapkan pendampingan khusus hingga sesi wawancara di perusahaan agar proses perekrutan lebih ramah bagi pelamar disabilitas.

 

Selain membuka lowongan kerja, pemkot juga menyiapkan pelatihan keterampilan bagi difabel yang belum memiliki keahlian yang dibutuhkan industri.

 

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Jika ada yang berpeluang kerja tetapi belum punya keahlian, kami latih. Ini sudah berjalan, misalnya pelatihan barista untuk penyandang disabilitas netra,” jelas Hebi. Pemkot menggandeng CSR untuk memperluas pembiayaan pelatihan.

 

Hebi mengajak pencari kerja disabilitas memanfaatkan kesempatan ini. Ia juga mengingatkan perusahaan agar memenuhi aturan wajib mempekerjakan satu persen penyandang disabilitas dari total karyawan.

 

“Partisipasi aktif semua pihak diharapkan menjadi dorongan bagi perusahaan lain untuk ikut memenuhi kewajiban tersebut, agar inklusivitas di pasar kerja Surabaya benar benar terwujud,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.