Senin, 20 Jul 2026 13:28 WIB

DPRD Surabaya: Promosi Alkohol oleh Influencer Berisiko Tinggi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Nov 2025 12:03 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mendukung langkah tegas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang melarang influencer mempromosikan minuman beralkohol di media sosial.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Ia menilai larangan tersebut sudah tepat karena bisnis minuman beralkohol termasuk kategori usaha berbasis risiko tinggi.

 

“Tidak boleh, karena minuman beralkohol itu dikualifikasikan sebagai jenis usaha berbasis risiko. Kalau influencer mempromosikan itu dengan bebas, berarti tidak ada SOP terkait risiko atau dampak yang dihasilkan,” tegas Fathoni kepada selalu.id, Selasa (11/11/2025).

 

Menurut politikus Golkar itu, promosi bebas oleh influencer berpotensi menormalisasi konsumsi alkohol di masyarakat tanpa pengawasan.

 

Padahal, kata dia, pemerintah hanya memperbolehkan penjualan minuman beralkohol di tempat-tempat tertentu yang memiliki izin resmi dan sistem mitigasi risiko.

 

“Kalau orang bisa mengakses minuman beralkohol secara bebas, siapa yang bertanggung jawab ketika dampaknya muncul di lapangan? Sering kali kita lihat banyak kasus laka lantas karena pengaruh alkohol. Itu kan fakta,” ujarnya.

 

Fathoni mendorong Pemkot menegakkan aturan dengan tegas, termasuk melibatkan Satpol PP untuk menertibkan influencer atau pelaku usaha yang melanggar. Ia menyebut Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 sudah cukup kuat sebagai dasar hukum.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

 

“Kalau Pemkot melarang itu sudah benar. Bahkan Satpol PP bisa pakai Perda Ketertiban Umum untuk menertibkan karena dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban itu besar,” tambahnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa Surabaya sebagai ibu kota provinsi dan kota besar tidak bisa menutup total aktivitas usaha berizin, termasuk penjualan minuman beralkohol di tempat khusus seperti bar atau hotel berbintang.

 

Namun, promosi secara bebas di ruang publik, apalagi melalui influencer, dinilai membuka ruang pelanggaran baru.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Surabaya: Menjaga Urat Nadi UMKM, Bukan Sekadar Percantik Bangunan

 

“Surabaya ini kota besar, tempat ekspatriat juga. Jadi tidak bisa serta-merta dilarang total. Tapi negara mempersempit dengan cara mengatur: hanya dijual di tempat khusus dan tidak boleh dipromosikan secara bebas,” jelasnya.

 

Fathoni berharap para influencer lebih bijak dalam memilih kerja sama promosi. Sebab, konten yang mereka unggah memiliki pengaruh besar terhadap perilaku masyarakat, terutama anak muda.

 

“Teman-teman influencer jangan mempromosikan mihol hanya demi engagement. Karena yang menonton bukan cuma orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tanggung jawab sosial itu penting,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Ini adalah trofi kedua kalinya bagi La Furia Roja setelah yang pertama di 2010 alias 16 tahun lalu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Tipis Bosku, Seperti Kemenangan Spanyol vs Argentina

Dikutip dari situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp1.449.500.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Semua Bintang Lagi Baik, Dari Keuangan hingga Cinta

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Semua diulas lengkap hari ini.

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.