Rabu, 11 Feb 2026 00:49 WIB

Tangkap 1.135 Tersangka di Operasi Sikat Semeru 2025, Polda Jatim Kembalikan Motor Curian

selalu.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengembalikan satu unit sepeda motor Honda Beat kepada pemiliknya, Misbahul Munir, warga Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Sepeda motor itu ditemukan dalam Operasi Sikat Semeru 2025 yang digelar Polda Jatim bersama jajaran Polres.

 

Baca Juga: Bantahan Tim Hukum Terlapor dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Gereja GBI TOC Surabaya

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko, menegaskan bahwa pengembalian barang bukti dilakukan cepat dan tanpa biaya.

 

“Kami memastikan setiap prosesnya dilakukan sesuai prosedur, cepat, dan tanpa dipungut biaya,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

 

Operasi Sikat Semeru 2025 bertujuan menekan angka kejahatan jalanan serta meningkatkan rasa aman masyarakat.

 

Misbahul Munir mengapresiasi respon cepat kepolisian setelah melaporkan kehilangan motornya.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepolisian yang telah menindaklanjuti laporan kehilangan motor. Dalam waktu satu minggu saja motor saya sudah ditemukan dan dikembalikan tanpa biaya apa pun,” ujar Munir.

 

Munir menceritakan motornya dicuri orang tidak dikenal. Seminggu setelah laporan, ia dihubungi Tim Jatanras Polda Jatim yang menemukan motornya dalam Operasi Sikat Semeru 2025. Setelah verifikasi data, ia diminta mengambil kendaraannya dengan membawa STNK, BPKB, dan KTP tanpa dipungut biaya.

Baca Juga: Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan pada penindakan kejahatan jalanan seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, hingga premanisme.

 

“Melalui operasi ini, Polda Jatim berupaya menekan angka kejahatan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

 

Dari hasil operasi, Polda Jatim dan Polres jajarannya mengungkap 1.443 kasus kejahatan dan menangkap 1.135 tersangka. Sebanyak 270 kasus merupakan target operasi (TO) dengan 276 tersangka, sedangkan 1.173 kasus lainnya non-TO dengan 859 tersangka.

Baca Juga: Polisi Segera Periksa PPAT hingga Notaris dalam Kasus Pemalsuan Dokumen Nenek Elina

 

Jenis kasus terbanyak adalah pencurian dengan pemberatan (636 kasus) dan pencurian kendaraan bermotor (539 kasus). Pengungkapan target operasi mencapai 100 persen dan non-TO melampaui target hingga 434 persen.

 

Selain pelaku, polisi mengamankan 316 sepeda motor, 34 mobil, enam truk, uang tunai Rp75 juta, 197 handphone, 94 kunci T, senjata tajam, senjata api, amunisi, serta hewan dilindungi seperti burung Cenderawasih dan Namdur. Barang bukti lain yang ditemukan di antaranya kotak amal, ikan asin, tepung sagu, dan bawang merah.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.