Selasa, 21 Jul 2026 14:35 WIB

PK Ditolak MA, Ecoton Tuntut Gubernur Pasang CCTV di Pembuangan Limbah

selalu.id – Penolakan Peninjauan Kembali (PK) Gubernur Jawa Timur oleh Mahkamah Agung (MA) terkait pengelolaan Sungai Brantas menjadi dorongan baru bagi upaya pemulihan sungai tersebut. Organisasi lingkungan Ecoton mendesak pemerintah segera memasang CCTV di setiap outlet pembuangan limbah industri di sepanjang aliran sungai.

 

Baca Juga: Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

“Industri di sepanjang Sungai Brantas akan kesulitan membuang limbah tanpa diolah pasca ditolaknya PK Gubernur. Setiap industri wajib memasang CCTV yang langsung menyorot ke outlet buangan limbah,” tegas Koordinator Kampanye Ecoton, Alaika Rahmatullah, kepada selalu.id di Surabaya, Senin (3/11/2025).

 

Putusan PK dengan Nomor 821 PK/Pdt/2025 yang dikeluarkan pada Kamis, 21 Agustus 2025, menolak permohonan PK yang diajukan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur Jawa Timur. Dengan demikian, tuntutan Ecoton harus segera dijalankan, termasuk pemasangan CCTV pada setiap outlet pembuangan limbah cair.

 

Pemberitahuan putusan tersebut telah dikirimkan kepada advokat Ecoton, Rulli Mustika Adya, pada 1 Oktober 2025, dan ditandatangani oleh Jurusita Pengganti, Suriadi.

 

Sebelumnya, Mahkamah Agung juga telah memutus perkara Nomor 1190K/PDT/2024 pada 30 April 2024 yang mewajibkan Gubernur Jawa Timur dan Menteri PUPR melakukan langkah konkret pemulihan pencemaran Sungai Brantas.

Baca Juga: Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Bahaya dan Pencegahan Mikroplastik di Air Hujan

 

Alaika menyebut kerusakan Sungai Brantas saat ini sudah tidak terkendali. Banyak industri membuang limbah tanpa pengolahan, sementara permukiman ilegal di bantaran sungai terus meningkat. Kondisi ini dinilai memperparah pencemaran akibat kelalaian pengawasan dan lemahnya penegakan hukum.

 

“Sudah sepatutnya Gubernur Jatim dan Menteri PU meminta maaf kepada masyarakat di DAS Brantas karena selama ini gagal memulihkan kualitas air Kali Brantas,” ujarnya.

Baca Juga: Mikroplastik di Jatim Terdeteksi Masuk ke Darah, Aksi Tolak Pembakaran Plastik

 

Ecoton menilai pengendalian pencemaran selama ini hanya bersifat seremonial tanpa pengawasan yang efektif. Berdasarkan survei terhadap 535 warga Jawa Timur, sebanyak 62,1 persen menilai pengelolaan Sungai Brantas oleh Gubernur Khofifah kurang baik. Sebanyak 88 persen responden menyebut sungai masih tercemar akibat sampah plastik dan limbah cair (73,5 persen) serta limbah industri (25 persen).

 

Ecoton mendesak Gubernur Jawa Timur, Menteri PUPR, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuat kebijakan standar prosedur operasi penanganan jika terjadi kematian massal ikan, melakukan pemulihan ekologis, dan memberikan sanksi kepada industri penyebab pencemaran.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.