Jumat, 04 Sep 2026 18:36 WIB

Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Bahaya dan Pencegahan Mikroplastik di Air Hujan

selalu.id – Sekitar 600 siswa dan guru SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Sidoarjo mengikuti kegiatan edukasi lingkungan bertema “Mengenal Mikroplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan dan Sungai” yang diselenggarakan bersama Yayasan Ecoton. Selama kegiatan, siswa bahkan menemukan mikroplastik dalam air hujan di daerah Sidoarjo.

 

Baca Juga: Ecoton Digandeng SD Muhammadiyah 3 Ikrom Gelar Ramadhan Ramah Lingkungan

Kegiatan yang diisi tiga narasumber dari Ecoton, Alaika Rahmatullah (Koordinator Kampanye Plastik), Rafika Aprilianti (Kepala Laboratorium), dan Sofi Azilan Aini (Peneliti) menjelaskan bagaimana plastik terfragmentasi menjadi partikel kurang dari 5 milimeter yang kini ada di sungai, udara, makanan, dan garam. Anak-anak diajak berdiskusi dan melihat sampel mikroplastik dari sungai secara langsung.

 

Dalam sesi praktik menggunakan mikroskop portabel, siswa menemukan 19 partikel mikroplastik dalam 1 liter air hujan, terdiri dari 13 serat (dari serpihan ban) dan 6 filamen (dari pembakaran sampah plastik tipis seperti kantong kresek dan sedotan). Selain itu, Zhafran Alexander, siswa kelas 5, menemukan 28 partikel mikroplastik dalam 50 ml air panas yang dibungkus gelas kertas, setelah mengetahui gelas tersebut dilapisi plastik.

 

Para narasumber menekankan bahwa anak-anak adalah kelompok rentan terhadap paparan mikroplastik yang dapat masuk tubuh melalui makanan dan air minum. “Aksi mengurangi plastik harus dimulai sejak kecil. Anak-anak adalah agen perubahan yang bisa membawa pesan ini ke rumah,” ujar Alaika. 

Baca Juga: Mikroplastik di Jatim Terdeteksi Masuk ke Darah, Aksi Tolak Pembakaran Plastik

 

Sofi menambahkan bahwa kebiasaan kecil seperti membawa botol minum sendiri dan membuang sampah pada tempatnya dapat mengurangi pencemaran.

 

Baca Juga: Ramai Pembahasan Hujan Mikroplastik, Begini Saran Wali Kota Eri 

Kepala Sekolah Ibu Nursuciati, M.Pd., menyatakan bahwa temuan mikroplastik di air hujan mendorong sekolah untuk mengedukasi warga sekolah meminimalkan plastik sekali pakai dan melarang pembakaran sampah. “Kita mewajibkan membawa wadah guna ulang sendiri,” jelasnya.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu edukasi mikroplastik terbesar yang dilakukan Ecoton di SD sepanjang tahun 2025, dengan harapan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sebagai investasi masa depan untuk melindungi sungai dan kesehatan generasi mendatang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.