Senin, 02 Feb 2026 08:23 WIB

Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Bahaya dan Pencegahan Mikroplastik di Air Hujan

selalu.id – Sekitar 600 siswa dan guru SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Sidoarjo mengikuti kegiatan edukasi lingkungan bertema “Mengenal Mikroplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan dan Sungai” yang diselenggarakan bersama Yayasan Ecoton. Selama kegiatan, siswa bahkan menemukan mikroplastik dalam air hujan di daerah Sidoarjo.

 

Baca Juga: Mikroplastik di Jatim Terdeteksi Masuk ke Darah, Aksi Tolak Pembakaran Plastik

Kegiatan yang diisi tiga narasumber dari Ecoton, Alaika Rahmatullah (Koordinator Kampanye Plastik), Rafika Aprilianti (Kepala Laboratorium), dan Sofi Azilan Aini (Peneliti) menjelaskan bagaimana plastik terfragmentasi menjadi partikel kurang dari 5 milimeter yang kini ada di sungai, udara, makanan, dan garam. Anak-anak diajak berdiskusi dan melihat sampel mikroplastik dari sungai secara langsung.

 

Dalam sesi praktik menggunakan mikroskop portabel, siswa menemukan 19 partikel mikroplastik dalam 1 liter air hujan, terdiri dari 13 serat (dari serpihan ban) dan 6 filamen (dari pembakaran sampah plastik tipis seperti kantong kresek dan sedotan). Selain itu, Zhafran Alexander, siswa kelas 5, menemukan 28 partikel mikroplastik dalam 50 ml air panas yang dibungkus gelas kertas, setelah mengetahui gelas tersebut dilapisi plastik.

 

Para narasumber menekankan bahwa anak-anak adalah kelompok rentan terhadap paparan mikroplastik yang dapat masuk tubuh melalui makanan dan air minum. “Aksi mengurangi plastik harus dimulai sejak kecil. Anak-anak adalah agen perubahan yang bisa membawa pesan ini ke rumah,” ujar Alaika. 

Baca Juga: Ramai Pembahasan Hujan Mikroplastik, Begini Saran Wali Kota Eri 

 

Sofi menambahkan bahwa kebiasaan kecil seperti membawa botol minum sendiri dan membuang sampah pada tempatnya dapat mengurangi pencemaran.

 

Baca Juga: Mikroplastik Ditemukan pada Air Hujan Surabaya, Pakis Gelora Tertinggi

Kepala Sekolah Ibu Nursuciati, M.Pd., menyatakan bahwa temuan mikroplastik di air hujan mendorong sekolah untuk mengedukasi warga sekolah meminimalkan plastik sekali pakai dan melarang pembakaran sampah. “Kita mewajibkan membawa wadah guna ulang sendiri,” jelasnya.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu edukasi mikroplastik terbesar yang dilakukan Ecoton di SD sepanjang tahun 2025, dengan harapan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sebagai investasi masa depan untuk melindungi sungai dan kesehatan generasi mendatang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.