Minggu, 01 Feb 2026 23:20 WIB

Mikroplastik di Jatim Terdeteksi Masuk ke Darah, Aksi Tolak Pembakaran Plastik

selalu.id - Komunitas lingkungan Ecoton dan GrowGreen menggelar aksi terkait ancaman mikroplastik di depan Gedung Grahadi Surabaya pada Kamis malam 4 Desember 2025. Aksi ini menyerukan penghentian pembakaran sampah plastik karena dianggap membahayakan kesehatan.

 

Baca Juga: Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Bahaya dan Pencegahan Mikroplastik di Air Hujan

Peserta aksi mengenakan kostum yang menggambarkan manusia purba untuk menunjukkan bahwa pembakaran plastik merupakan praktik yang tidak sejalan dengan pemahaman pengelolaan lingkungan saat ini.

 

Anjar, Koordinator Aksi GrowGreen, menyampaikan temuan mikroplastik di air hujan Malang, Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Ia juga menyebut adanya 23 bahan kimia plastik berbahaya dalam darah 32 perempuan pemilah sampah di Gresik.

 

“Ini bukti pembakaran sampah plastik menciptakan paparan kronis dan mengancam kesehatan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya kepada selalu.id.

 

Baca Juga: Ramai Pembahasan Hujan Mikroplastik, Begini Saran Wali Kota Eri 

Penelitian bersama Wonjin Institute for Occupational Environmental Health Korea dan FK Unair mendapati kandungan BPA, ftalat, PAH, serta flame retardants yang berdampak pada hormon, metabolisme, reproduksi, dan perkembangan janin. Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton, Rafika Aprilianti, meminta pemerintah meningkatkan sistem pengelolaan sampah.

 

Sofi Azilan Aini, peneliti Ecoton, menjelaskan pembakaran plastik melepaskan partikel mikroplastik PM10, PM2.5, dan nano plastik serta toksin seperti dioksin. Partikel tersebut dapat terhirup dan masuk ke sistem peredaran darah.

 

Baca Juga: Mikroplastik Ditemukan pada Air Hujan Surabaya, Pakis Gelora Tertinggi

“Ini dapat menyebabkan peradangan saraf, stres oksidatif, hingga penurunan fungsi kognitif dan risiko penyakit neurodegeneratif,” tegasnya.

 

Ecoton dan GrowGreen mendorong Pemerintah Jawa Timur menerbitkan peraturan untuk melarang pembakaran plastik. Rekomendasi lain berupa pengurangan plastik sekali pakai, moratorium insenerator, pembentukan satgas pengawasan, serta perlindungan kesehatan pemulung.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.