Selasa, 03 Feb 2026 14:15 WIB

Diduga Tipu Polisi, Bos Doa Kenari Jalani Sidang di PN Surabaya

Kedua Tersangka Penipuan (Owner Doa Kenari)
Kedua Tersangka Penipuan (Owner Doa Kenari)

selalu.id – Sidang kasus dugaan penipuan dengan terdakwa Irmala Rengga dan Pondra Agustriawan kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya pada Rabu (6/8/2025). Keduanya yang merupakan pemilik usaha “Doa Kenari” didakwa menipu AKBP Cecep Ibrahim, Wakil Direktur Intelkam Polda Jatim, dengan kerugian mencapai Rp100 juta melalui skema investasi bisnis burung kenari.

Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Muzakki, menghadirkan Yaberlinus Lase, kuasa hukum Cecep Ibrahim, sebagai saksi. Dalam keterangannya, Yaberlinus membeberkan bahwa peristiwa ini berawal dari pertemuan pada 7 Juni 2024, saat kedua terdakwa menawarkan investasi senilai Rp150 juta dengan janji keuntungan 20 persen per bulan hingga Juni 2025.

Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Online di Tahun 2026 Makin Canggih, Jangan Lengah

"Saya kemudian membuatkan perjanjian yang isinya Cecep Ibrahim menitipkan uang sebesar Rp150 juta selama satu tahun, sampai Juni 2025," ujar Yaberlinus di hadapan majelis hakim.

Cecep tertarik dan menyetujui perjanjian tersebut. Keuntungan bulan pertama sebesar Rp30 juta dibayarkan sesuai janji, namun pada bulan-bulan berikutnya, nilai keuntungan menurun meski tetap ada pembayaran. Irmala dan Pondra sempat meminta tambahan modal, tetapi ditolak oleh Cecep.

“Di bulan berikutnya, profit sharing mulai macet dan jumlahnya tidak seperti yang dijanjikan, tetapi kedua terdakwa masih memberikan pembayaran,” lanjut Yaberlinus.

Baca Juga: Rasiyo Diundang Untuk Klarifikasi Kasus RS Pura Raharja, Ishaq Laporkan Balik Ke Polda Jatim  

Lima bulan kemudian, pada 9 Desember 2024, keduanya kembali meminta dana tambahan Rp100 juta dengan janji pengembalian Rp120 juta dalam waktu delapan hari. Kali ini, tidak ada perjanjian tertulis. Cecep yang sudah mempercayai mereka langsung menyerahkan dana.

Namun, janji pengembalian itu tidak ditepati. Pada 19 Desember, Yaberlinus mencoba menghubungi terdakwa, tetapi hanya dijawab dengan janji-janji yang tak kunjung dipenuhi.

"Janji untuk mengembalikan uang pokok beserta bunganya sebesar Rp120 juta pada 17 Desember 2024 ternyata meleset. Dua hari kemudian saya hubungi mereka, tapi hanya dijanjikan tanpa realisasi," kata Yaberlinus.

Baca Juga: Konsumen Dirugikan, Sales BYD di Surabaya Didakwa Penipuan Wall Charging  

Setelah beberapa kali penagihan tak membuahkan hasil, Yaberlinus melayangkan somasi. Ia juga menegaskan bahwa investasi awal senilai Rp150 juta pun belum dilunasi beserta keuntungannya.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dan pembuktian lebih lanjut.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.