Kamis, 03 Sep 2026 15:26 WIB

Kader Muda PDIP Fayakundia: Kesetiaan pada Rakyat Bukan Hal Kuno

Fayakundia
Fayakundia

selalu.id – Peringatan Haul Bung Karno ke-XX yang digelar di Blitar, Jawa Timur, pada 21 Juni 2025, menjadi momentum bagi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menekankan pentingnya kembali pada akar ideologi bangsa.

 

Baca Juga: Dorong Peningkatan Kualitas Demokrasi, PDIP Tegaskan Pedoman Nasionalisme Hadapi Geopolitik Global

Dalam pidatonya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak melupakan sejarah perjuangan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa. Ia menegaskan bahwa kekuatan sejati bangsa bersumber dari rakyat.

 

“Tema Setialah kepada Sumbermu bukan sekadar slogan. Sumber adalah rakyat, dan kita tidak boleh melupakan identitas kita sebagai bangsa,” ujar Megawati.

 

Ia juga mengkritisi kecenderungan masyarakat yang menurutnya terlena oleh kecepatan zaman. Di era serba instan, Megawati mengingatkan agar bangsa tidak kehilangan arah dan tetap berpegang pada nilai perjuangan.

 

“Di tengah zaman yang berlari, di mana segala sesuatu berlangsung cepat, instan, dan dangkal, kita sering kehilangan arah,” katanya.

 

Pesan Megawati itu diamini kader muda PDI Perjuangan, Fayakundia Putra Sufi. Ia mengajak kader partai untuk menjadi “Sukarno” di lingkungan masing-masing, dengan menjadi pribadi yang tangguh, visioner, dan bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa.

Baca Juga: Kasus Dugaan Intimidasi Istri Kader PDIP Surabaya Masuk Tahap Penyelidikan, Ini Kata Polda Jatim

 

“Jangan berpikir soal kata 'beban' sebagai sesuatu yang berat dan menyusahkan. Beban itu justru ukuran, seberapa besar manfaat kita bagi sekitar kita,” ujar Fayakundia kepada selalu.id, Senin (23/6/2025) malam.

 

Fayakundia menegaskan bahwa kembali pada ideologi bukanlah sikap kuno, melainkan fondasi penting untuk menjaga arah bangsa. Ia menolak jika nilai-nilai seperti Pancasila, gotong royong, dan semangat berdikari hanya menjadi slogan tanpa makna.

 

Baca Juga: Lapor ke Polda Jatim, Ini Tuntutan Istri Kader PDIP Surabaya sekaligus Dewan Kehormatan Cak dan Ning

“Kita besar karena kita punya Pancasila, budaya gotong royong, dan semangat berdikari. Jangan sampai itu semua hanya jadi slogan,” tambahnya.

 

Ia juga mengutip pesan Bung Karno yang sering disampaikan Megawati, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Menurutnya, sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi kompas masa depan.

 

“Kesetiaan pada sumber kekuatan bangsa, yaitu rakyat, menjadi kunci untuk tetap teguh di tengah zaman yang terus berubah,” tutup Fayakundia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.