Senin, 02 Feb 2026 06:49 WIB

Dorong Peningkatan Kualitas Demokrasi, PDIP Tegaskan Pedoman Nasionalisme Hadapi Geopolitik Global

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

selalu.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partai tersebut menjadikan tiga pilar utama sebagai pedoman dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan nasional saat ini. Pilar tersebut adalah memperkokoh kedaulatan politik, berdikari dalam bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
 
"Kita menolak segala bentuk tekanan, ketergantungan, dan dominasi kekuatan asing maupun kepentingan ekonomi global yang merugikan kepentingan nasional," ujarnya saat ditemui di Surabaya, Sabtu (17/1/2026). 

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

Menurutnya, seluruh kebijakan negara harus dijalankan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan kepentingan Rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkeadaban.
 
Dalam pembahasan terkait isu Pilkada tidak langsung, Hasto mengungkapkan kekhawatiran terkait banyaknya praktik 'moneypolitik' yang mengganggu proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa rekomendasi partai harus dijalankan dengan integritas dan tidak boleh diperjualbelikan demi kepentingan individu atau kelompok tertentu.
 
Terkait upaya meningkatkan sistem pemilihan, Hasto menyampaikan bahwa gagasan simulasi e-voting untuk Pilkada mendatang bukanlah hal baru. "Gagasan ini muncul sejak 10 tahun lalu oleh ibu Megawati Soekarnoputri," jelasnya.
 
Selain itu, PDIP juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas demokrasi Indonesia melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah pelaksanaan fungsi kontrol dan penyeimbang kekuasaan (checks and balances) secara efektif melalui lembaga partai politik, pemberlakuan perlakuan setara bagi seluruh partai, reformasi sistem hukum yang berkeadilan, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, serta perlindungan hak warga negara dalam berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat sesuai amanat UUD 1945.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.