Minggu, 19 Jul 2026 20:41 WIB

Dorong Peningkatan Kualitas Demokrasi, PDIP Tegaskan Pedoman Nasionalisme Hadapi Geopolitik Global

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

selalu.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa partai tersebut menjadikan tiga pilar utama sebagai pedoman dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan tantangan nasional saat ini. Pilar tersebut adalah memperkokoh kedaulatan politik, berdikari dalam bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan.
 
"Kita menolak segala bentuk tekanan, ketergantungan, dan dominasi kekuatan asing maupun kepentingan ekonomi global yang merugikan kepentingan nasional," ujarnya saat ditemui di Surabaya, Sabtu (17/1/2026). 

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

Menurutnya, seluruh kebijakan negara harus dijalankan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan kepentingan Rakyat untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan berkeadaban.
 
Dalam pembahasan terkait isu Pilkada tidak langsung, Hasto mengungkapkan kekhawatiran terkait banyaknya praktik 'moneypolitik' yang mengganggu proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa rekomendasi partai harus dijalankan dengan integritas dan tidak boleh diperjualbelikan demi kepentingan individu atau kelompok tertentu.
 
Terkait upaya meningkatkan sistem pemilihan, Hasto menyampaikan bahwa gagasan simulasi e-voting untuk Pilkada mendatang bukanlah hal baru. "Gagasan ini muncul sejak 10 tahun lalu oleh ibu Megawati Soekarnoputri," jelasnya.
 
Selain itu, PDIP juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas demokrasi Indonesia melalui berbagai langkah strategis. Di antaranya adalah pelaksanaan fungsi kontrol dan penyeimbang kekuasaan (checks and balances) secara efektif melalui lembaga partai politik, pemberlakuan perlakuan setara bagi seluruh partai, reformasi sistem hukum yang berkeadilan, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, serta perlindungan hak warga negara dalam berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat sesuai amanat UUD 1945.

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.