Selasa, 21 Jul 2026 22:34 WIB

Walikota Eri Disebut Galak ke Minimarket tapi Letoy ke Penunggak Pajak Milyaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Jun 2025 20:18 WIB

Selalu.id– Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang menilai sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkesan tebang pilih dan tidak adil dalam penegakan aturan usai sidak jukir liar di toko-toko modern.

Wakil Ketua AMI, Zahdi, mengatakan bahwa penindakan terhadap toko-toko kecil yang melanggar aturan parkir memang terlihat tegas, namun di sisi lain, pemerintah kota justru terkesan diam terhadap para pengusaha besar dan pengembang properti yang menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga miliaran rupiah.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

“Penegakan hukum semestinya tidak tebang pilih. Kalau mau tegas, ya berlaku adil. Jangan cuma berani pada toko kecil yang tampak di permukaan, tapi malah bungkam pada para penunggak pajak besar yang sudah bertahun-tahun,” ujar Zahdi, Minggu (15/6/2025).

Menurut Zahdi, selama beberapa tahun terakhir AMI menemukan sejumlah pengembang dan pemilik lahan besar di Surabaya yang masih memiliki tunggakan PBB dalam jumlah fantastis. 

Bahkan, menurut data yang dikumpulkan dari dokumen publik dan lapangan, potensi tunggakan tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Kalau sikap tegas itu diarahkan ke para penunggak pajak, berapa ratus miliar potensi PAD yang bisa diselamatkan? Ini jauh lebih penting dibanding menyegel toko karena pelanggaran parkir,” lanjutnya.

AMI juga menilai aksi sidak dan penyegelan toko yang kerap dilakukan Pemkot hanya menonjolkan kesan dramatis di depan publik, tapi tidak menyentuh akar persoalan, yakni ketimpangan dalam tata kelola fiskal kota.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Sebagai bentuk dorongan transparansi, Zahdi menantang Pemerintah Kota Surabaya untuk membuka ke publik data para pengusaha dan pengembang yang masih menunggak pajak. 

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Kalau Pemkot merasa tidak pilih kasih, buka saja daftar penunggak pajaknya. Tunjukkan siapa saja yang belum bayar, dan apa yang sudah dilakukan untuk menindak mereka. Rakyat berhak tahu,” tegasnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Zahdi menambahkan bahwa keberanian seorang pemimpin seharusnya tidak hanya terlihat saat menghadapi pelaku usaha kecil, melainkan juga ketika berani menindak pelaku pelanggaran dari kalangan berpengaruh.

Lebih lanjut Zahdi menyampaikan pesan moral kepada Wali Kota Surabaya agar tidak hanya tampil tegas kepada yang lemah.

“Kami tidak menolak penegakan aturan, tapi rakyat ingin keadilan. Jangan cuma galak ke toko-toko kecil, tapi malah lembek ke penunggak pajak besar. Kalau berani ke rakyat kecil, harus lebih berani ke yang kuat,” tandasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.