Jumat, 05 Jun 2026 22:02 WIB

Walikota Eri Disebut Galak ke Minimarket tapi Letoy ke Penunggak Pajak Milyaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 15 Jun 2025 20:18 WIB

Selalu.id– Aliansi Madura Indonesia (AMI) yang menilai sikap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkesan tebang pilih dan tidak adil dalam penegakan aturan usai sidak jukir liar di toko-toko modern.

Wakil Ketua AMI, Zahdi, mengatakan bahwa penindakan terhadap toko-toko kecil yang melanggar aturan parkir memang terlihat tegas, namun di sisi lain, pemerintah kota justru terkesan diam terhadap para pengusaha besar dan pengembang properti yang menunggak Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga miliaran rupiah.

Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

“Penegakan hukum semestinya tidak tebang pilih. Kalau mau tegas, ya berlaku adil. Jangan cuma berani pada toko kecil yang tampak di permukaan, tapi malah bungkam pada para penunggak pajak besar yang sudah bertahun-tahun,” ujar Zahdi, Minggu (15/6/2025).

Menurut Zahdi, selama beberapa tahun terakhir AMI menemukan sejumlah pengembang dan pemilik lahan besar di Surabaya yang masih memiliki tunggakan PBB dalam jumlah fantastis. 

Bahkan, menurut data yang dikumpulkan dari dokumen publik dan lapangan, potensi tunggakan tersebut mencapai miliaran rupiah.

“Kalau sikap tegas itu diarahkan ke para penunggak pajak, berapa ratus miliar potensi PAD yang bisa diselamatkan? Ini jauh lebih penting dibanding menyegel toko karena pelanggaran parkir,” lanjutnya.

AMI juga menilai aksi sidak dan penyegelan toko yang kerap dilakukan Pemkot hanya menonjolkan kesan dramatis di depan publik, tapi tidak menyentuh akar persoalan, yakni ketimpangan dalam tata kelola fiskal kota.

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

Sebagai bentuk dorongan transparansi, Zahdi menantang Pemerintah Kota Surabaya untuk membuka ke publik data para pengusaha dan pengembang yang masih menunggak pajak. 

Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Kalau Pemkot merasa tidak pilih kasih, buka saja daftar penunggak pajaknya. Tunjukkan siapa saja yang belum bayar, dan apa yang sudah dilakukan untuk menindak mereka. Rakyat berhak tahu,” tegasnya.

Baca Juga: Armuji jadi Wali Kota Surabaya Sementara, Senang Pasti Ini Rekk!

Zahdi menambahkan bahwa keberanian seorang pemimpin seharusnya tidak hanya terlihat saat menghadapi pelaku usaha kecil, melainkan juga ketika berani menindak pelaku pelanggaran dari kalangan berpengaruh.

Lebih lanjut Zahdi menyampaikan pesan moral kepada Wali Kota Surabaya agar tidak hanya tampil tegas kepada yang lemah.

“Kami tidak menolak penegakan aturan, tapi rakyat ingin keadilan. Jangan cuma galak ke toko-toko kecil, tapi malah lembek ke penunggak pajak besar. Kalau berani ke rakyat kecil, harus lebih berani ke yang kuat,” tandasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.