Rabu, 22 Jul 2026 06:19 WIB

Ini Identitas Tiga Orang yang Jemput Kusnadi sebelum Hilang Lima Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 17:51 WIB
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)

selalu.id – Identitas tiga orang yang mengajak Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, ke Pamekasan sebelum ia tak bisa dihubungi selama lima hari, akhirnya diketahui.

Kusnadi menjelaskan bahwa mereka adalah teman lamanya, sesama aktivis organisasi kemahasiswaan semasa muda, meski beda angkatan. Salah satu dari mereka adalah warga Pamekasan yang sedang berada di Sidoarjo untuk survei usaha Warung Madura.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

“Saya kenal baik dengan mereka. Walaupun tidak satu angkatan, kami satu organisasi. Yang dua orang Madura itu teman saya, satu lagi sopirnya,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Kusnadi mengaku ikut ke Pamekasan karena ingin mencari pengobatan alternatif untuk penyakit kanker getah bening yang dideritanya. Ia juga merasa tidak sanggup merayakan Lebaran sendirian di kandang ayam tempat tinggalnya di Balongbendo, Sidoarjo.

“Sudah dua tahun saya jalani kemoterapi, 17 kali. Gatal-gatalnya luar biasa kalau menjelang kemo. Saya juga bosan dan ingin coba suwuk atau doa dari kiai di sana,” ujarnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Selama di Pamekasan, Kusnadi tinggal di sebuah pesantren. Ia mendapat pengobatan tradisional berupa air, salep, dan minyak gosok. Ia juga sempat merayakan Iduladha di sana.

Kusnadi menjelaskan bahwa ia tidak bisa dihubungi karena ponselnya tertinggal di mobil. Setelah dikembalikan oleh sopir, ia tetap tidak bisa mengisi daya karena tidak memiliki charger yang cocok.

“Baru semalam jam 11 bisa ngecas, itu pun setelah ada teman yang bawakan charger. Begitu HP hidup, saya baca berita dan langsung hubungi anak saya,” katanya.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Anaknya, Tony, langsung menjemput Kusnadi dari Pamekasan pada dini hari. Laporan kehilangan yang sebelumnya dilayangkan ke Polsek Balongbendo juga telah dicabut setelah Kusnadi kembali dalam keadaan sehat.

Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu kembali menegaskan bahwa ia tidak diculik maupun dianiaya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, aparat kepolisian, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.