Jumat, 05 Jun 2026 19:59 WIB

Ini Identitas Tiga Orang yang Jemput Kusnadi sebelum Hilang Lima Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 17:51 WIB
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)

selalu.id – Identitas tiga orang yang mengajak Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, ke Pamekasan sebelum ia tak bisa dihubungi selama lima hari, akhirnya diketahui.

Kusnadi menjelaskan bahwa mereka adalah teman lamanya, sesama aktivis organisasi kemahasiswaan semasa muda, meski beda angkatan. Salah satu dari mereka adalah warga Pamekasan yang sedang berada di Sidoarjo untuk survei usaha Warung Madura.

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

“Saya kenal baik dengan mereka. Walaupun tidak satu angkatan, kami satu organisasi. Yang dua orang Madura itu teman saya, satu lagi sopirnya,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Kusnadi mengaku ikut ke Pamekasan karena ingin mencari pengobatan alternatif untuk penyakit kanker getah bening yang dideritanya. Ia juga merasa tidak sanggup merayakan Lebaran sendirian di kandang ayam tempat tinggalnya di Balongbendo, Sidoarjo.

“Sudah dua tahun saya jalani kemoterapi, 17 kali. Gatal-gatalnya luar biasa kalau menjelang kemo. Saya juga bosan dan ingin coba suwuk atau doa dari kiai di sana,” ujarnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Selama di Pamekasan, Kusnadi tinggal di sebuah pesantren. Ia mendapat pengobatan tradisional berupa air, salep, dan minyak gosok. Ia juga sempat merayakan Iduladha di sana.

Kusnadi menjelaskan bahwa ia tidak bisa dihubungi karena ponselnya tertinggal di mobil. Setelah dikembalikan oleh sopir, ia tetap tidak bisa mengisi daya karena tidak memiliki charger yang cocok.

“Baru semalam jam 11 bisa ngecas, itu pun setelah ada teman yang bawakan charger. Begitu HP hidup, saya baca berita dan langsung hubungi anak saya,” katanya.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

Anaknya, Tony, langsung menjemput Kusnadi dari Pamekasan pada dini hari. Laporan kehilangan yang sebelumnya dilayangkan ke Polsek Balongbendo juga telah dicabut setelah Kusnadi kembali dalam keadaan sehat.

Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu kembali menegaskan bahwa ia tidak diculik maupun dianiaya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, aparat kepolisian, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

izin yang telah diterbitkan diduga tidak mencantumkan ketentuan jam operasional sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.

Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Surabaya dipilih sebagai lokasi awal karena telah memiliki berbagai inisiatif pengelolaan sampah yang melibatkan masyarakat.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.