Kamis, 22 Okt 2026 20:09 WIB

Ini Identitas Tiga Orang yang Jemput Kusnadi sebelum Hilang Lima Hari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 17:51 WIB
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)

selalu.id – Identitas tiga orang yang mengajak Kusnadi, mantan Ketua DPRD Jawa Timur, ke Pamekasan sebelum ia tak bisa dihubungi selama lima hari, akhirnya diketahui.

Kusnadi menjelaskan bahwa mereka adalah teman lamanya, sesama aktivis organisasi kemahasiswaan semasa muda, meski beda angkatan. Salah satu dari mereka adalah warga Pamekasan yang sedang berada di Sidoarjo untuk survei usaha Warung Madura.

Baca Juga: Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

“Saya kenal baik dengan mereka. Walaupun tidak satu angkatan, kami satu organisasi. Yang dua orang Madura itu teman saya, satu lagi sopirnya,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Kusnadi mengaku ikut ke Pamekasan karena ingin mencari pengobatan alternatif untuk penyakit kanker getah bening yang dideritanya. Ia juga merasa tidak sanggup merayakan Lebaran sendirian di kandang ayam tempat tinggalnya di Balongbendo, Sidoarjo.

“Sudah dua tahun saya jalani kemoterapi, 17 kali. Gatal-gatalnya luar biasa kalau menjelang kemo. Saya juga bosan dan ingin coba suwuk atau doa dari kiai di sana,” ujarnya.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Selama di Pamekasan, Kusnadi tinggal di sebuah pesantren. Ia mendapat pengobatan tradisional berupa air, salep, dan minyak gosok. Ia juga sempat merayakan Iduladha di sana.

Kusnadi menjelaskan bahwa ia tidak bisa dihubungi karena ponselnya tertinggal di mobil. Setelah dikembalikan oleh sopir, ia tetap tidak bisa mengisi daya karena tidak memiliki charger yang cocok.

“Baru semalam jam 11 bisa ngecas, itu pun setelah ada teman yang bawakan charger. Begitu HP hidup, saya baca berita dan langsung hubungi anak saya,” katanya.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

Anaknya, Tony, langsung menjemput Kusnadi dari Pamekasan pada dini hari. Laporan kehilangan yang sebelumnya dilayangkan ke Polsek Balongbendo juga telah dicabut setelah Kusnadi kembali dalam keadaan sehat.

Mantan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu kembali menegaskan bahwa ia tidak diculik maupun dianiaya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, aparat kepolisian, dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.