Kamis, 22 Okt 2026 20:09 WIB

Hilang Lima Hari dan Ditemukan di Madura, Begini Penjelasan Kusnadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 17:38 WIB
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)

selalu.id – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, akhirnya memberikan klarifikasi usai dinyatakan hilang selama lima hari. Ia membantah kabar penculikan dan menjelaskan bahwa dirinya pergi ke Pamekasan, Madura, untuk mencari pengobatan alternatif sekaligus menghindari lebaran sendirian.

 

Baca Juga: Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

“Terus terang saya tidak diculik, tidak menghilang, tidak melarikan diri, dan tidak dianiaya. Saya memang pergi dengan teman ke Madura karena ingin cari obat alternatif. Saya tinggal di pesantren, malah dikasih makan sate dan gulai pas lebaran haji,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

 

Kusnadi menjelaskan bahwa dua minggu sebelum keberangkatan, seorang temannya dari Pamekasan datang ke tempat tinggalnya di peternakan ayam di Balongbendo, Sidoarjo. Teman tersebut berniat membuka Warung Madura dan kerap menginap meskipun hanya tidur di kursi.

 

“Waktu itu saya mikir, masa lebaran saya sendirian di kandang ayam? Saya juga sedang bosan karena dua tahun terakhir berjuang melawan kanker getah bening. Saya sudah 17 kali kemo dan kondisi tubuh sering gatal luar biasa, apalagi kalau menjelang kemo lagi,” ujarnya.

 

Karena alasan kesehatan dan kebutuhan batin, Kusnadi ikut temannya pulang ke Pamekasan. Di sana, ia tinggal beberapa hari di sebuah pesantren dan menjalani pengobatan tradisional. Ia mendapat doa, serta dibekali air, minyak, dan salep herbal.

 

Terkait tidak adanya kabar selama lima hari, Kusnadi menjelaskan bahwa ponselnya tertinggal di mobil saat keberangkatan dan baru dikembalikan pada Sabtu malam. Saat itu, kondisi ponselnya sudah mati kehabisan daya.

 

“Itu HP saya ditaruh di belakang jok mobil. Saya lupa ngambil pas turun. Baru Sabtu malam dikembalikan, kondisinya sudah mati. Saya pinjam charger teman, tapi colokannya beda. Baru tadi malam jam 11 bisa ngecas,” ungkapnya.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

 

Setelah ponselnya aktif kembali, ia segera membaca pemberitaan dan langsung menghubungi anaknya.

 

“Pagi-pagi buta dia langsung jemput ke Pamekasan. Saya sadar, saya salah karena tidak memberi kabar. Tapi bukan tidak mau, memang keadaannya seperti itu,” katanya.

 

Kusnadi juga menepis dugaan penculikan dan menegaskan bahwa orang yang menjemputnya adalah teman lama, bukan orang asing.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

 

“Saya kenal baik dengan mereka. Kami memang tidak satu angkatan, tapi dulu satu organisasi kemahasiswaan. Mereka bantu saya selama di sana,” katanya.

 

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, masyarakat, dan aparat kepolisian atas kegaduhan yang terjadi.

 

“Saya mohon maaf kepada semua pihak. Terutama anak saya yang sampai panik. Ini jadi pelajaran buat saya. Sekali lagi saya tegaskan: saya sehat, saya tidak diculik, dan saya tidak ingin menyulitkan siapa pun,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kanwil Kemenag Jatim Luncurkan Aplikasi El-Santri pada Hari Santri 2026, Ini Kegunaannya

Syaikhul Hadi menekankan pentingnya sikap adaptif dan inovatif agar ilmu yang dimiliki mampu menjawab tantangan zaman. 

Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

BRI Nganjuk juga telah memanggil pihak keluarga terkait untuk duduk bersama. Ruang mediasi dibuka guna mencari jalan keluar terbaik sesuai regulasi.

Kabar Gembira, Jalan Rusak di Pace-Tanhunganom Nganjuk Segera Diperbaiki

Perbaikan jalan ini tak sekedar untuk akses kendaraan, namun juga mampu melejitkan denyut perekonomian warga di sekitar jalur Pace-Tanjunganom, Nganjuk

IMM Jember Gelar Aksi Demo, Desak Pemerintah Serius Benahi 7 Persoalan Pendidikan

Mereka memberikan waktu satu minggu dan mengancam bakal menggelar aksi demonstrasi jilid II apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti dengan langkah konkret.

Momen Pesawat Tempur TNI AU Mendarat di Tol Pasuruan-Probolinggo

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengujian kesiapan operasional TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur jalan tol untuk mendukung operasi udara.

Demo di Grahadi Surabaya, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dari Jabatannya

Sambil melakukan orasi secara bergantian, gema teriakan "revolusi" terus disuarakan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.