Jumat, 05 Jun 2026 09:44 WIB

Hilang Lima Hari dan Ditemukan di Madura, Begini Penjelasan Kusnadi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 09 Jun 2025 17:38 WIB
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)
Kusnadi (dok Polsek Balongbendo)

selalu.id – Mantan Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, akhirnya memberikan klarifikasi usai dinyatakan hilang selama lima hari. Ia membantah kabar penculikan dan menjelaskan bahwa dirinya pergi ke Pamekasan, Madura, untuk mencari pengobatan alternatif sekaligus menghindari lebaran sendirian.

 

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

“Terus terang saya tidak diculik, tidak menghilang, tidak melarikan diri, dan tidak dianiaya. Saya memang pergi dengan teman ke Madura karena ingin cari obat alternatif. Saya tinggal di pesantren, malah dikasih makan sate dan gulai pas lebaran haji,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

 

Kusnadi menjelaskan bahwa dua minggu sebelum keberangkatan, seorang temannya dari Pamekasan datang ke tempat tinggalnya di peternakan ayam di Balongbendo, Sidoarjo. Teman tersebut berniat membuka Warung Madura dan kerap menginap meskipun hanya tidur di kursi.

 

“Waktu itu saya mikir, masa lebaran saya sendirian di kandang ayam? Saya juga sedang bosan karena dua tahun terakhir berjuang melawan kanker getah bening. Saya sudah 17 kali kemo dan kondisi tubuh sering gatal luar biasa, apalagi kalau menjelang kemo lagi,” ujarnya.

 

Karena alasan kesehatan dan kebutuhan batin, Kusnadi ikut temannya pulang ke Pamekasan. Di sana, ia tinggal beberapa hari di sebuah pesantren dan menjalani pengobatan tradisional. Ia mendapat doa, serta dibekali air, minyak, dan salep herbal.

 

Terkait tidak adanya kabar selama lima hari, Kusnadi menjelaskan bahwa ponselnya tertinggal di mobil saat keberangkatan dan baru dikembalikan pada Sabtu malam. Saat itu, kondisi ponselnya sudah mati kehabisan daya.

 

“Itu HP saya ditaruh di belakang jok mobil. Saya lupa ngambil pas turun. Baru Sabtu malam dikembalikan, kondisinya sudah mati. Saya pinjam charger teman, tapi colokannya beda. Baru tadi malam jam 11 bisa ngecas,” ungkapnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

 

Setelah ponselnya aktif kembali, ia segera membaca pemberitaan dan langsung menghubungi anaknya.

 

“Pagi-pagi buta dia langsung jemput ke Pamekasan. Saya sadar, saya salah karena tidak memberi kabar. Tapi bukan tidak mau, memang keadaannya seperti itu,” katanya.

 

Kusnadi juga menepis dugaan penculikan dan menegaskan bahwa orang yang menjemputnya adalah teman lama, bukan orang asing.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

 

“Saya kenal baik dengan mereka. Kami memang tidak satu angkatan, tapi dulu satu organisasi kemahasiswaan. Mereka bantu saya selama di sana,” katanya.

 

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga, masyarakat, dan aparat kepolisian atas kegaduhan yang terjadi.

 

“Saya mohon maaf kepada semua pihak. Terutama anak saya yang sampai panik. Ini jadi pelajaran buat saya. Sekali lagi saya tegaskan: saya sehat, saya tidak diculik, dan saya tidak ingin menyulitkan siapa pun,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.