Senin, 07 Sep 2026 12:36 WIB

RT di Sememi Overload 800 KK, Warga Desak Pemekaran Wilayah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 15:35 WIB
Kelurahan Sememi
Kelurahan Sememi

selalu.id — Warga Kelurahan Sememi, khususnya di RT 2 RW 1, mengeluhkan kepadatan jumlah kepala keluarga (KK) yang telah melebihi kapasitas ideal. Mereka mengusulkan pemekaran RT sebagai solusi, namun upaya ini terganjal aturan administratif yang dinilai membingungkan dan tidak konsisten.

 

Baca Juga: Lokalisasi Sememi Jaya Kembali Marak, DPRD Surabaya Sentil Lurah dan Camat

Saramin, tokoh warga dan penggerak usulan pemekaran, menyebut jumlah KK di wilayahnya telah menembus 800. Menurutnya, kondisi ini menyulitkan pengurus RT dalam mengelola administrasi dan pelayanan masyarakat.

 

“Ini bukan soal tendensi apa pun. Kita ingin bantu supaya administrasi lancar. Karena dengan jumlah segitu, pengurus RT tentu kewalahan,” ujar Saramin kepada selalu.id, Rabu (28/5/2025).

 

Ia menambahkan, pemekaran bertujuan agar lebih banyak warga, terutama yang belum tersentuh bantuan sosial, bisa terdata dan mendapatkan haknya. Banyak warga miskin, katanya, tak masuk sistem karena keterbatasan pendataan di tingkat RT.

 

“Yang dapat bantuan itu-itu saja. Kalau ada RT baru, bisa dibuat data baru dan diajukan agar warga yang benar-benar butuh bisa tersentuh,” ujarnya.

 

Meski pihak kecamatan disebut telah memberi lampu hijau, proses pemekaran masih tertahan. Salah satu kendalanya adalah persyaratan yang mengacu pada Peraturan Wali Kota (Perwali), yaitu harus mendapat persetujuan minimal 3/4 dari total warga.

 

Namun, Saramin menyebut terdapat inkonsistensi dengan aturan lain, yakni Peraturan Bakesbangpol (Perbali), yang menyebut cukup dengan minimal 75 KK, pemekaran bisa diajukan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Tak Gunakan Perwali untuk Hambat Pemekaran RT di Sememi

 

“Jadi kami bingung. Di satu aturan harus 3/4 warga, tapi di aturan lain cukup 75 KK. Mana yang benar? Ini harus diperjelas,” tegasnya.

 

Ia juga mengungkap adanya kekhawatiran dari sebagian warga yang takut mendukung pemekaran karena tekanan dari pihak tertentu.

 

“Di beberapa tempat, pemekaran dicegah diam-diam. Bahkan ada warga yang takut mendukung karena khawatir mendapat tekanan,” tambahnya.

Baca Juga: Ini Kendala Terhambatnya Pemekaran RT di Sememi

 

Saramin berharap Pemkot Surabaya segera memberikan kejelasan regulasi agar aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara adil dan transparan. Ia menilai tak masuk akal jika satu RT harus menampung hingga 800 KK, padahal idealnya hanya 100–150 KK.

 

“Rapat sudah dua kali, tapi belum ada kepastian. Kami butuh jawaban jelas, mana yang harus diikuti—Perwali atau aturan yang lain,” pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.