Kamis, 04 Jun 2026 23:26 WIB

Lokalisasi Sememi Jaya Kembali Marak, DPRD Surabaya Sentil Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Okt 2025 16:09 WIB

Selalu.id – Aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, Surabaya, dikabarkan kembali marak. Lokasi yang sempat ditutup total oleh Pemkot Surabaya itu kini disebut-sebut kembali bergeliat.

Menanggapi itu, anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menilai kondisi tersebut sebagai bukti lemahnya pengawasan di tingkat kewilayahan, khususnya Lurah Sememi dan Camat Benowo.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Saya sudah mendapat laporan seperti itu dan sudah saya sampaikan ke pemerintah kota, tapi tidak direspons,” ujar Machmud, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka itu adalah bentuk kegagalan nyata dari pimpinan wilayah setempat.

“Kasihan Bu Risma dan Pak Eri Cahyadi yang sudah bersusah payah menutup semua lokalisasi. Tapi sekarang kok bisa buka lagi?” sindirnya.

Machmud yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya menegaskan, mustahil lurah dan camat tidak mengetahui adanya geliat di kawasan yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Moroseneng itu.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

“Ini aneh kalau lurah dan camat tidak tahu. Di kecamatan itu ada Satpol PP, ada staf, terus apa kerjanya mereka?” tegasnya.

Ia menilai, Wali Kota Surabaya tak mungkin mengetahui secara detail seluruh permasalahan di lapangan karena cakupan wilayah yang luas. Namun, perangkat wilayah seperti lurah dan camat dibentuk justru untuk menangani persoalan langsung di tingkat bawah.

“Wilayah Sememi itu kecil, mudah diawasi. Lurahnya harusnya keliling, turun langsung ke lapangan. Kalau tidak, ya jadinya begini alasan tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Pemkot Surabaya sebelumnya sudah menutup total lokalisasi Sememi dan memberi berbagai program kompensasi bagi warga terdampak, mulai dari pemberdayaan ekonomi melalui Rumah Padat Karya hingga penyaluran lapangan pekerjaan. Karena itu, DPRD menilai munculnya praktik prostitusi kembali di kawasan tersebut mencoreng upaya serius pemerintah kota.

Legislator dari Fraksi Demokrat itu pun meminta agar Wali Kota Eri Cahyadi segera mengevaluasi kinerja aparat kewilayahan yang dinilai “tutup mata” terhadap situasi di lapangan.

“Lurah dan camat tidak mungkin tidak tahu. Kalau sudah tahu, harusnya segera laporkan ke pemkot. Ini lokalisasi sudah ditutup, tapi dibuka lagi dan mereka diam saja. Ada apa ini?” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.