Senin, 07 Sep 2026 04:07 WIB

Lokalisasi Sememi Jaya Kembali Marak, DPRD Surabaya Sentil Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Okt 2025 16:09 WIB

Selalu.id – Aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, Surabaya, dikabarkan kembali marak. Lokasi yang sempat ditutup total oleh Pemkot Surabaya itu kini disebut-sebut kembali bergeliat.

Menanggapi itu, anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menilai kondisi tersebut sebagai bukti lemahnya pengawasan di tingkat kewilayahan, khususnya Lurah Sememi dan Camat Benowo.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

“Saya sudah mendapat laporan seperti itu dan sudah saya sampaikan ke pemerintah kota, tapi tidak direspons,” ujar Machmud, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka itu adalah bentuk kegagalan nyata dari pimpinan wilayah setempat.

“Kasihan Bu Risma dan Pak Eri Cahyadi yang sudah bersusah payah menutup semua lokalisasi. Tapi sekarang kok bisa buka lagi?” sindirnya.

Machmud yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya menegaskan, mustahil lurah dan camat tidak mengetahui adanya geliat di kawasan yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Moroseneng itu.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

“Ini aneh kalau lurah dan camat tidak tahu. Di kecamatan itu ada Satpol PP, ada staf, terus apa kerjanya mereka?” tegasnya.

Ia menilai, Wali Kota Surabaya tak mungkin mengetahui secara detail seluruh permasalahan di lapangan karena cakupan wilayah yang luas. Namun, perangkat wilayah seperti lurah dan camat dibentuk justru untuk menangani persoalan langsung di tingkat bawah.

“Wilayah Sememi itu kecil, mudah diawasi. Lurahnya harusnya keliling, turun langsung ke lapangan. Kalau tidak, ya jadinya begini alasan tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Pemkot Surabaya sebelumnya sudah menutup total lokalisasi Sememi dan memberi berbagai program kompensasi bagi warga terdampak, mulai dari pemberdayaan ekonomi melalui Rumah Padat Karya hingga penyaluran lapangan pekerjaan. Karena itu, DPRD menilai munculnya praktik prostitusi kembali di kawasan tersebut mencoreng upaya serius pemerintah kota.

Legislator dari Fraksi Demokrat itu pun meminta agar Wali Kota Eri Cahyadi segera mengevaluasi kinerja aparat kewilayahan yang dinilai “tutup mata” terhadap situasi di lapangan.

“Lurah dan camat tidak mungkin tidak tahu. Kalau sudah tahu, harusnya segera laporkan ke pemkot. Ini lokalisasi sudah ditutup, tapi dibuka lagi dan mereka diam saja. Ada apa ini?” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.