Selasa, 21 Jul 2026 18:39 WIB

Lokalisasi Sememi Jaya Kembali Marak, DPRD Surabaya Sentil Lurah dan Camat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 05 Okt 2025 16:09 WIB

Selalu.id – Aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Sememi Jaya, Kecamatan Benowo, Surabaya, dikabarkan kembali marak. Lokasi yang sempat ditutup total oleh Pemkot Surabaya itu kini disebut-sebut kembali bergeliat.

Menanggapi itu, anggota DPRD Surabaya, Mochamad Machmud menilai kondisi tersebut sebagai bukti lemahnya pengawasan di tingkat kewilayahan, khususnya Lurah Sememi dan Camat Benowo.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

“Saya sudah mendapat laporan seperti itu dan sudah saya sampaikan ke pemerintah kota, tapi tidak direspons,” ujar Machmud, Minggu (5/10/2025).

Menurutnya, jika informasi tersebut benar, maka itu adalah bentuk kegagalan nyata dari pimpinan wilayah setempat.

“Kasihan Bu Risma dan Pak Eri Cahyadi yang sudah bersusah payah menutup semua lokalisasi. Tapi sekarang kok bisa buka lagi?” sindirnya.

Machmud yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya menegaskan, mustahil lurah dan camat tidak mengetahui adanya geliat di kawasan yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Moroseneng itu.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

“Ini aneh kalau lurah dan camat tidak tahu. Di kecamatan itu ada Satpol PP, ada staf, terus apa kerjanya mereka?” tegasnya.

Ia menilai, Wali Kota Surabaya tak mungkin mengetahui secara detail seluruh permasalahan di lapangan karena cakupan wilayah yang luas. Namun, perangkat wilayah seperti lurah dan camat dibentuk justru untuk menangani persoalan langsung di tingkat bawah.

“Wilayah Sememi itu kecil, mudah diawasi. Lurahnya harusnya keliling, turun langsung ke lapangan. Kalau tidak, ya jadinya begini alasan tidak tahu,” ujarnya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Pemkot Surabaya sebelumnya sudah menutup total lokalisasi Sememi dan memberi berbagai program kompensasi bagi warga terdampak, mulai dari pemberdayaan ekonomi melalui Rumah Padat Karya hingga penyaluran lapangan pekerjaan. Karena itu, DPRD menilai munculnya praktik prostitusi kembali di kawasan tersebut mencoreng upaya serius pemerintah kota.

Legislator dari Fraksi Demokrat itu pun meminta agar Wali Kota Eri Cahyadi segera mengevaluasi kinerja aparat kewilayahan yang dinilai “tutup mata” terhadap situasi di lapangan.

“Lurah dan camat tidak mungkin tidak tahu. Kalau sudah tahu, harusnya segera laporkan ke pemkot. Ini lokalisasi sudah ditutup, tapi dibuka lagi dan mereka diam saja. Ada apa ini?” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.