Kamis, 22 Okt 2026 09:59 WIB

AH Thony Usul Aksara Jawa Masuk Raperda: Kunci Gali Manuskrip Kuno Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:05 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan, AH Thony, mendorong agar aksara lokal, khususnya aksara Jawa, dimasukkan secara tegas dalam Raperda Pemajuan Kebudayaan yang saat ini tengah dibahas Pemkot Surabaya.

Menurutnya, pelestarian aksara merupakan kunci untuk memajukan naskah-naskah kuno yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Surabaya.

Baca Juga: Pemkab Pasuruan Usulkan Lima Raperda 2026, Masa Jabatan Kades Juga Diatur

"Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham dulu bagaimana cara membacanya. Banyak naskah kuno tentang Surabaya ditulis dalam aksara Jawa, bahkan ada juga yang dalam aksara Cina. Kalau aksaranya saja tidak dikenali, bagaimana kita bisa menerjemahkan isinya?" ujar Thony, Rabu (28/5/2025).

Ia menekankan, aksara bukan sekadar sistem tulisan, tetapi juga ekspresi budaya dan jejak peradaban. Karena itu, keberadaan aksara lokal perlu mendapat ruang dalam kebijakan daerah.

"Ini bukan sekadar huruf. Aksara adalah ekspresi budaya. Jika aksaranya punah, maka jejak pikir dan peradaban kita ikut hilang," tegas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2019–2024 itu.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Thony mencontohkan Kongres Aksara Jawa pertama yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sebagai bukti kuat bahwa pemajuan aksara lokal memiliki dasar historis dan semestinya dihidupkan kembali.

Menanggapi kemungkinan resistensi terhadap aksara lokal, Thony menegaskan bahwa pelestarian aksara tidak bertentangan dengan keterbukaan terhadap budaya asing.

"Banyak manuskrip tentang Surabaya ditulis oleh orang Cina, bahkan ditulis di luar negeri. Maka wajar jika kita membuka ruang untuk belajar aksara asing sebagai bagian dari studi budaya. Ini justru memperkuat semangat Pasal 32 UUD 1945 yang menjamin pengembangan kebudayaan lokal dan global," ujarnya.

Baca Juga: Vandalisme Birokrasi di Balai Pemuda: Siasat Pemkot Surabaya 'Membunuh' Sejarah DKS

Usulan memasukkan aksara ke dalam Raperda disebut Thony sebagai arah baru yang belum banyak dibahas, namun krusial dalam membangun karakter masyarakat.

"Karakter itu dibentuk dari pengetahuan. Kalau kita tahu sejarah dan bisa membaca jejaknya, maka kita akan lebih menghargainya. Dari situ tumbuh keberanian dan semangat membangun kota ini," pungkas politisi Gerindra itu.

Editor : Ading
Berita Terbaru

67 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Diratakan

selalu.id - Pemkab Sidoarjo menurunkan sekitar 600 personel gabungan untuk membongkar 67 bangunan liar di sepanjang frontage road di Kecamatan Waru, Gedangan,

Top 5 Berita: Klaim Utang Mendiang Suami hingga Hasil Liga Champions

Pembaca tertarik berita utang piutang hingga ekonomi.

Hasil Liga Champions: Como Bantai Manchester United 4-1, Setan Merah Tak Berkutik

Nico Paz jadi bintang lapangan. Gelandang muda Argentina itu mencetak 2 gol dan 1 assist.

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.