Sabtu, 06 Jun 2026 06:35 WIB

AH Thony Usul Aksara Jawa Masuk Raperda: Kunci Gali Manuskrip Kuno Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:05 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan, AH Thony, mendorong agar aksara lokal, khususnya aksara Jawa, dimasukkan secara tegas dalam Raperda Pemajuan Kebudayaan yang saat ini tengah dibahas Pemkot Surabaya.

Menurutnya, pelestarian aksara merupakan kunci untuk memajukan naskah-naskah kuno yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Surabaya.

Baca Juga: Vandalisme Birokrasi di Balai Pemuda: Siasat Pemkot Surabaya 'Membunuh' Sejarah DKS

"Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham dulu bagaimana cara membacanya. Banyak naskah kuno tentang Surabaya ditulis dalam aksara Jawa, bahkan ada juga yang dalam aksara Cina. Kalau aksaranya saja tidak dikenali, bagaimana kita bisa menerjemahkan isinya?" ujar Thony, Rabu (28/5/2025).

Ia menekankan, aksara bukan sekadar sistem tulisan, tetapi juga ekspresi budaya dan jejak peradaban. Karena itu, keberadaan aksara lokal perlu mendapat ruang dalam kebijakan daerah.

"Ini bukan sekadar huruf. Aksara adalah ekspresi budaya. Jika aksaranya punah, maka jejak pikir dan peradaban kita ikut hilang," tegas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2019–2024 itu.

Baca Juga: Weton Senin Pon dan Senin Pahing: Karakter Keras dengan Jiwa Pemimpin

Thony mencontohkan Kongres Aksara Jawa pertama yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sebagai bukti kuat bahwa pemajuan aksara lokal memiliki dasar historis dan semestinya dihidupkan kembali.

Menanggapi kemungkinan resistensi terhadap aksara lokal, Thony menegaskan bahwa pelestarian aksara tidak bertentangan dengan keterbukaan terhadap budaya asing.

"Banyak manuskrip tentang Surabaya ditulis oleh orang Cina, bahkan ditulis di luar negeri. Maka wajar jika kita membuka ruang untuk belajar aksara asing sebagai bagian dari studi budaya. Ini justru memperkuat semangat Pasal 32 UUD 1945 yang menjamin pengembangan kebudayaan lokal dan global," ujarnya.

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Usulan memasukkan aksara ke dalam Raperda disebut Thony sebagai arah baru yang belum banyak dibahas, namun krusial dalam membangun karakter masyarakat.

"Karakter itu dibentuk dari pengetahuan. Kalau kita tahu sejarah dan bisa membaca jejaknya, maka kita akan lebih menghargainya. Dari situ tumbuh keberanian dan semangat membangun kota ini," pungkas politisi Gerindra itu.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.