Selasa, 03 Feb 2026 21:48 WIB

AH Thony Usul Aksara Jawa Masuk Raperda: Kunci Gali Manuskrip Kuno Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 28 Mei 2025 12:05 WIB
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony
Tokoh penggerak kebudayaan AH Thony

selalu.id – Tokoh penggerak kebudayaan, AH Thony, mendorong agar aksara lokal, khususnya aksara Jawa, dimasukkan secara tegas dalam Raperda Pemajuan Kebudayaan yang saat ini tengah dibahas Pemkot Surabaya.

Menurutnya, pelestarian aksara merupakan kunci untuk memajukan naskah-naskah kuno yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Surabaya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Godok Raperda Kampung Cerdas, Cegah Kesenjangan Antarwilayah

"Kalau kita mau memajukan manuskrip, kita harus paham dulu bagaimana cara membacanya. Banyak naskah kuno tentang Surabaya ditulis dalam aksara Jawa, bahkan ada juga yang dalam aksara Cina. Kalau aksaranya saja tidak dikenali, bagaimana kita bisa menerjemahkan isinya?" ujar Thony, Rabu (28/5/2025).

Ia menekankan, aksara bukan sekadar sistem tulisan, tetapi juga ekspresi budaya dan jejak peradaban. Karena itu, keberadaan aksara lokal perlu mendapat ruang dalam kebijakan daerah.

"Ini bukan sekadar huruf. Aksara adalah ekspresi budaya. Jika aksaranya punah, maka jejak pikir dan peradaban kita ikut hilang," tegas mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya periode 2019–2024 itu.

Baca Juga: Pedagang Tanjungsari Tolak Pembatasan Jam Operasional, Kinerja Komisi B DPRD Surabaya Dikritik

Thony mencontohkan Kongres Aksara Jawa pertama yang digelar pada 1922, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sebagai bukti kuat bahwa pemajuan aksara lokal memiliki dasar historis dan semestinya dihidupkan kembali.

Menanggapi kemungkinan resistensi terhadap aksara lokal, Thony menegaskan bahwa pelestarian aksara tidak bertentangan dengan keterbukaan terhadap budaya asing.

"Banyak manuskrip tentang Surabaya ditulis oleh orang Cina, bahkan ditulis di luar negeri. Maka wajar jika kita membuka ruang untuk belajar aksara asing sebagai bagian dari studi budaya. Ini justru memperkuat semangat Pasal 32 UUD 1945 yang menjamin pengembangan kebudayaan lokal dan global," ujarnya.

Baca Juga: Aturan 3 KK Dicabut, DPRD Surabaya Minta Segera Susun Perda Baru

Usulan memasukkan aksara ke dalam Raperda disebut Thony sebagai arah baru yang belum banyak dibahas, namun krusial dalam membangun karakter masyarakat.

"Karakter itu dibentuk dari pengetahuan. Kalau kita tahu sejarah dan bisa membaca jejaknya, maka kita akan lebih menghargainya. Dari situ tumbuh keberanian dan semangat membangun kota ini," pungkas politisi Gerindra itu.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.