Jumat, 04 Sep 2026 22:45 WIB

Surabaya Bakal Reaktivasi Siskamling dan Tangkal Curanmor Lewat Satgas RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 27 Mei 2025 14:06 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi

Pemerintah Kota Surabaya menggagas pembentukan satuan tugas (satgas) keamanan di tingkat Rukun Warga (RW) sebagai upaya menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Program ini mengadopsi konsep Siskamling berbasis pendekatan Kampung Tangguh yang pernah efektif saat pandemi COVID-19.

 

Baca Juga: Sikapi Isu Penculikan Anak, Wali Kota Eri Terbitkan Surat Edaran Pencegahan

Sebagai tahap awal, Pemkot menunjuk 500 RW sebagai proyek percontohan. Nantinya, satgas RW akan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan TNI.

 

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menyambut baik rencana ini. Ia menilai penguatan pengawasan di tingkat kampung sangat penting untuk merespons potensi tindak kriminal.

 

“Keamanan lingkungan tidak mengenal waktu. Karena itu, keberadaan Satgas RW penting untuk menjaga kewaspadaan selama 24 jam,” ujar Kahfi, Selasa (27/5/2025).

 

Namun ia mengingatkan, rekrutmen anggota satgas harus dilakukan selektif, dengan pelatihan yang memadai.

 

“Jangan asal rekrut. Harus ada pelatihan agar mereka bisa mengenali potensi kejahatan dan tahu cara melapor yang benar ke aparat,” tegasnya.

 

Politisi Fraksi Gerindra ini juga menyoroti pentingnya dasar hukum agar peran Satgas RW tidak tumpang tindih dengan aparat resmi seperti Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

 

Baca Juga: Jam Malam Anak Dinilai Efektif, Wali Kota Eri Soroti Peran Kampung Pancasila

“Struktur kerja harus jelas. Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan. Harus ada cantolan hukum dan modul pelatihan yang mengacu pada prinsip praduga tak bersalah,” katanya.

 

Selain itu, Kahfi mendorong partisipasi aktif masyarakat, mulai dari pemasangan CCTV secara mandiri, ronda malam, hingga pengawasan lingkungan berbasis komunitas.

 

“Biasanya warga baru waspada setelah kejadian. Padahal jika sistem antisipatif dibangun sejak awal, potensi kriminal bisa ditekan,” ungkapnya.

 

Namun ia mengakui belum ada alokasi anggaran untuk pengadaan CCTV pada tahun ini. “Mudah-mudahan tahun depan bisa masuk dalam pembahasan. Harapannya bisa disalurkan ke kampung-kampung yang paling membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga: Surabaya Darurat Curanmor, DPRD Surabaya Desak Patroli Ditingkatkan di Jam Rawan

 

Menurutnya, pengadaan CCTV harus dibarengi dengan sistem pemantauan yang terpusat dan terorganisasi.

 

“Siapa yang akan memantau rekaman CCTV kalau tidak ada relawan resmi? Relawan tanpa insentif biasanya tidak bertahan lama,” katanya. Jika pemantauan teknologi belum optimal, ronda malam dinilai bisa menjadi alternatif efektif.

 

“Yang paling penting adalah keterlibatan aktif dari masyarakat,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.