Rabu, 22 Jul 2026 00:15 WIB

Jam Malam Anak Dinilai Efektif, Wali Kota Eri Soroti Peran Kampung Pancasila

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Jul 2025 17:56 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut kebijakan jam malam bagi anak-anak di Surabaya semakin efektif dalam membentuk karakter dan mendukung kesiapan belajar pelajar.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Menurutnya, efektivitas ini tak lepas dari peran aktif Kampung Pancasila dan Satgas di setiap lingkungan yang menjaga keamanan serta membimbing generasi muda.

 

“Alhamdulillah, efektivitasnya sungguh luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Satgas Kampung Pancasila di setiap perkampungan atas upaya menjaga kerukunan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (16/7/2025).

 

Ia menegaskan, dengan lingkungan yang terjaga, anak-anak dapat tumbuh sebagai pribadi berkarakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat, serta berakhlakul karimah.

 

Eri juga menekankan bahwa pembentukan karakter anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil sinergi semua elemen masyarakat.

 

“Jam malam ini bukan larangan, tapi pembatasan agar anak-anak melakukan kegiatan positif dan terhindar dari hal-hal negatif, tentunya dengan pemantauan orang tua,” jelasnya.

 

Wali Kota Eri turut mengapresiasi peran aktif orang tua di Surabaya dalam membimbing anak-anak mereka.

 

“Alhamdulillah, peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya juga sangat luar biasa. Terima kasih kepada seluruh orang tua di Kota Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mendukung penuh penerapan jam malam. Ia meyakini, kebijakan ini dapat mengoptimalkan proses belajar anak.

 

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan tentang Tujuh Praktik Pembiasaan Anak Indonesia Hebat.

 

“Jika kita menerapkan jam malam, anak-anak akan terbiasa tidur lebih awal. Harapannya, mereka akan lebih segar saat pembelajaran,” paparnya.

 

Baca Juga: Razia Jam Malam Anak di Surabaya Libatkan TNI-Polri

Yusuf menilai, dampak positif jam malam terlihat pada perkembangan kognitif dan emosional anak.

 

“Kalau anak-anak segar, perkembangan kognitif dan emosional mereka akan optimal. Sebaliknya, jika tidur terlalu larut, organ tubuh tidak akan mendukung,” tambahnya.

 

Dispendik juga mendorong kolaborasi erat antara orang tua dan sekolah, termasuk dalam membiasakan anak-anak tidur lebih awal.

 

“Kolaborasi ini menjadi kunci menciptakan generasi pelajar yang unggul dan berkarakter,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.