Jumat, 23 Okt 2026 09:18 WIB

Jam Malam Anak Dinilai Efektif, Wali Kota Eri Soroti Peran Kampung Pancasila

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Jul 2025 17:56 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut kebijakan jam malam bagi anak-anak di Surabaya semakin efektif dalam membentuk karakter dan mendukung kesiapan belajar pelajar.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Menurutnya, efektivitas ini tak lepas dari peran aktif Kampung Pancasila dan Satgas di setiap lingkungan yang menjaga keamanan serta membimbing generasi muda.

 

“Alhamdulillah, efektivitasnya sungguh luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Satgas Kampung Pancasila di setiap perkampungan atas upaya menjaga kerukunan,” kata Wali Kota Eri, Rabu (16/7/2025).

 

Ia menegaskan, dengan lingkungan yang terjaga, anak-anak dapat tumbuh sebagai pribadi berkarakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat, serta berakhlakul karimah.

 

Eri juga menekankan bahwa pembentukan karakter anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi hasil sinergi semua elemen masyarakat.

 

“Jam malam ini bukan larangan, tapi pembatasan agar anak-anak melakukan kegiatan positif dan terhindar dari hal-hal negatif, tentunya dengan pemantauan orang tua,” jelasnya.

 

Wali Kota Eri turut mengapresiasi peran aktif orang tua di Surabaya dalam membimbing anak-anak mereka.

 

“Alhamdulillah, peran orang tua dalam membimbing anak-anaknya juga sangat luar biasa. Terima kasih kepada seluruh orang tua di Kota Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mendukung penuh penerapan jam malam. Ia meyakini, kebijakan ini dapat mengoptimalkan proses belajar anak.

 

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan tentang Tujuh Praktik Pembiasaan Anak Indonesia Hebat.

 

“Jika kita menerapkan jam malam, anak-anak akan terbiasa tidur lebih awal. Harapannya, mereka akan lebih segar saat pembelajaran,” paparnya.

 

Baca Juga: Razia Jam Malam Anak di Surabaya Libatkan TNI-Polri

Yusuf menilai, dampak positif jam malam terlihat pada perkembangan kognitif dan emosional anak.

 

“Kalau anak-anak segar, perkembangan kognitif dan emosional mereka akan optimal. Sebaliknya, jika tidur terlalu larut, organ tubuh tidak akan mendukung,” tambahnya.

 

Dispendik juga mendorong kolaborasi erat antara orang tua dan sekolah, termasuk dalam membiasakan anak-anak tidur lebih awal.

 

“Kolaborasi ini menjadi kunci menciptakan generasi pelajar yang unggul dan berkarakter,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.

Pabrik Daur Ulang Ban Bekas Dekat SPBU di Mojokerto Terbakar

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir cukup besar.

Polda Jatim Amankan 11 Orang Diduga Pembuat Onar saat Demo di Grahadi Surabaya

Dalam penangkapan itu, polisi turut menyita barang bukti cairan tiner, minuman keras jenis arak, senjata keling (knuckle), hingga beberapa telepon seluler.

7.000 Hektare Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Terbakar, Ini Daftar Wilayahnya

Selain karhutla, BNPB mencatat 2.188 bencana alam melanda Indonesia hingga Oktober 2026. Dari kekeringan, gempa, erupsi gunung, hingga cuaca ekstrem.

Banyak Santri Terganjal Aturan Usia 16 Tahun, DPRD Surabaya Desak Revisi Juknis Beasiswa

Muhammad Saifuddin mengungkapkan, dari target awal 3.000 santri penerima beasiswa pada 2026, baru sekitar 700 santri yang terealisasi.